Friday, 31 May 2013


kakek adalah sosok penting bagi setiap individu. Dikesempatan ini  saya akan bercerita sedikit tentang kakek saya yang tercinta yaitu se orang kakek yang bernama Bastiansyiah Abdhul Hamidh . Itulah nama dari kakek saya. Kakek yang biasa saya panggil Datuk. Datuk lahir pada tanggal 10 juli 1937 Painan,Padang. Beliau adalah anak ke 5 dari 9 bersaudara. Sekarang beliau berumur 76 tahun. Datuk saya adalah orang disiplin, tegas, rajin, pekerja keras, suka memberi uang, suka bercanda, suka bergaya, suka olahraga, dan metrox. Saat datuk saya masih kecil, beliau dan keluarganya tinggal di padang sampai ber umur 15 tahun. Saat beliau masih ber umur 5 tahun, beliau sudah bisa mengerjakan pekerjaan pekerjaan rumah yang seharusnya dilakukan oleh orang dewasa, seperti: memasak air, memandikan adik, mencuci piring, dan memompa air sumur,. Kata datuk saya, waktu ia kecil jika mami dan papi sedang bekerja ia diperintahkan untuk menjaga rumah setelah pulang sekolah dan menjaga adik adiknya  serta memandikan dan memberi makan adik adik nya. Selain itu ia juga harus memompa air di sumur dan membawanya ke rumah padahal ia masih ber umur 6 tahun. Dan sebelum mami dan papi pulang datuk saya pun harus memasak air panas untuk mami dan papi yang kelelahan setelah pulang kerja dan harus segera mandi. Mami dan papi datuk saya adalah orang tua yang disiplin, kata datuk saya, jika saat belajar datuk tertidur karena kelelahan maka datuk di bangunkan dan di perintahkan untuk ke hutan dan mengambil wudhu untuk sholat isya. Kata datuk beliau selalu berusaha untuk tidak terlelap saat belajar karena ia takut jika ia harus ke hutan, datuk bilang ia tidak takut oleh hantu tapi datuk takut dengan harimau dan binatang binatang ganas dan buas yang ada di hutan. Suatu hari ketika datuk sedang berjalan ke sungai untuk mengambil wudhu, ia mendengar suara suara daun daun semak semak bergerakan, ia pun takut dan segerea bergegas dan bergerak kembali kerumah, dan di tengah perjalanan tiba tiba muncul seekor beruang kecil, ia pun terkejut dan mencoba untuk berlari tetapi ia di halangi oleh beruang tersebut. Tak lama kemudian datuk berhasil menjinakan si beruang dan membawanya pulang kerumah. Setelah orang orang rumah melihat beruang tersebut, mereka pun ber inisiatif untuk memeliharanya dan datuk pun telah memberi nama yang sangat sempurna untuk si beruang ya itu Siti Khairul Salim. Kata datuk saya. Bahwa sesungguhnya menamakan sesuatu atas nama islam itu lebih baik. Maka semenjak itu, beruang malang itu memilikin nama yaitu siti. Kata datuk saya. Siti adalah beruang yang baik dan jinak. Tetapi siti suka sekali makan. Itulah kelemahan siti. Namun semenjak itu kakek saya mencoba untuk membantu siti dengan menjalankan program diet. Karena semakin besar tubuh siti. Semakin ia malas bergerak. Selain siti, kakek saya juga punya cerita unik lain saat ia kecil. Datuk saya bersekolah di persekolahan jepang. Kata datuk, jika ia membungkuk sedikit saja di sekolah saat pelajaran, maka guru tersebut akan mencambuknya, itulah yang membuat datuk saya dan teman temanya tetap harus duduk tegap saat belajar disekolah. Disamping itu, kakek saya termasuk orang yang ter-bully oleh teman teman nya. Ia selalu kalah dalam berkelahi tetapi semenjak itu kakek saya tidak menyerah dan ia menemukan guru bela diri yang pas buat ia yaitu tetangganya  yang sangat hebat dalam bela diri. Semenjak 2 bulan berlatih bela diri, datuk pun menjadi anak yang kuat dan hebat, saat disekolah ada salah satu temanya yang menghajar ia disekolah tetapi ia pun membalas dengan kekuatan bela diri nya yang sangat imba maka ia pun menang dan semenjak itu kakek saya menggantikan jabatan teman nya yang tadi sebagai ketua geng pentolan disekolah pada zaman itu. Di masa remaja, datuk saya sudah mulai bisa merasakan peraan cinta. Dahulu kakek saya menyimpan perasaan yang sangat kuat kepada seorang primadona padang yaitu marlina, tetapi marlina adalah gadis cantik nan anggun yang sangat tertutup dan jarang sekali berada di luar rumah  jika bukan waktu sekolah. Marlina berasal dari keluarga kelas atas. ayahnya adalah orang ternama di padang. Banyak sekali peria-peria tampan  dari penduduk  sekitar yang mencoba datang kerumahnya namun di tolak oleh ayah nya. Tetapi dengan semangat juang yang tinggi, datuk pun tidak pernah menyerah, sampai ahirnya ia berhasil memanahkan panah cinta di hati marlina, dan marlina pun tertarik kepada kakek saya. Namun  apadaya setelah 1 tahun menjalin hubungan dengan marlina. Datuk harus merantau ke Pontianak karena tugas bekerja papi pun dipindahkan . Dan meninggalkan cintanya di kota padang. Hidup di Pontianak merupakan hal yang sangat berbeda untuk datuk saya. Karena bahasanya yang berbeda dan penduduk sekitar yang berbeda juga. Tetapi alangkah hampa nya hidup datuk tanpa sang kekasih yang menanti nanti kehadiran datuk saya yang tak pasti. Di Pontianak kakek saya menjadi peria idaman  setiap kakek saya lewat. Gadis gadispun berlarian tersipu malu. Tetapi kakek saya tidak bisa berpindah hati begitu saja maka selama ia tinggal di Pontianak ia pun tidak pernah mendapatkan pasangan. Saat dewasa, datuk saya ber kuliah di german. Di german semuanya sangat disiplin dan tegas orang orang di german sangat keras dan kasar. Maka german telah mendidik kakek say amenjadi orang yang disiplin dan tegas. Kakek daya bersekolah bisnis di german. Disana sangat berbeda dari Indonesia kata beliau. Datuk pun teringat dengan siti si beruang yang telah tertinggal di padang. Maka datuk pun mencoba menggantikan siti dengan memungut seekor anjing yang sedang berteduh di  depan  rumah orang tua asuh nya. Dan memberi nama anjing tsb. Tequila. Tequila adalah anjing perempuan yang jinak dan lincah. Dengan tequila datuk merasa hari hari nya di german menjadi lebih berwarna. Denan tequila lah ia bisa bermanja manja tanpa harus melakukan segala hal dengan keras dan tegas.
Ahirnya setelah bebrapa tahun bekerja keras dan berletih letih menuntut ilmu di german. Datuk pun kembali ke  Indonesia, lebih tepatnya di Jakarta.saat beliau kembali Indonesia sudah menjadi Negara yang damai dan tetntram, di Jakarta  datuk mulai mengembangkan ilmunya menjadi penghasilan. Awalnya ia bekerja pada suatu bank.  Suatu hari datuk sedang berbelanja di pasar baru , disana ia melihat wajah cantik yang sangat familiar tidak lain tidak salah lagi gadis itu adalah marlina. Semenjak itu mereka sering bertrmu dan bercanda, tetapi ternyata marlina sudah mempunyai hubungan dengan peria lain. Pupus lah hati datuk saya yang sudah berbunga bunga. Setelah  1 tahun bekerja keras dan giat. Ahirnya marlina kembali ke pelukan kakek saya. Dan menikah, yang menjadi kan marlina adalah nenek saya yang setiap hari saya panggil ‘andung’ setelah menikah kakek saya pun mencoba ber investasi sendiri dan membuat perusahaan sendiri, berawal dari Telkom. Kemudia mengembangkan perusahaan nya ke perusahaan ke 2 yaitu minyak bumi, setelah minyak bumi kakek saya membuka cabang batu bara, sehabis itu membuka pabrik besi dan kontraktor tower maupun cell tower. Semenjak kakek saya menjadi CEO dari 6 perusahaan, kakek saya mempunyai hobi yang lain dari pada yang lain yaitu, membeli saham. Karena dari membeli saham kakek saya bisa mendapatkan banyak untung. Masa  Berjaya kakek saya bisa di bilang cukup lama. Setelah ia mendapat 5 anak  dan salah satunya adalah ayah saya. Hidup kakek saya bisa di bilang cukup bahagia. Ia berhasil dan sangat sukses di pekerjaan nya, ia mempekerjakan lebih dari 200 orang, ia juga sering sekali di undang mentri mentri untuk membahas perekonomian. Dan beberapa kali di undang oleh presiden.  Harta nya ia gunakan untuk banyak hal terutama bersedekah, kakek saya membangun panti asuhan dan membuat al-azhar di Pontianak , ia juga banyak mendonasikan hartanya untuk korban korban bencana alam, disamping itu kakek saya juga suka ber olah raga, ia suka pergi ke lapangan pacuan kuda di pulo mas, dan juga bermain golf. Selain itu kakek saya juga suka bepergian ke luarnegri, dalam waktu sebulan bisa 2 negara ia lewati, tetapi ia juga sering membawa keluarganya bepergian. Seperti meeting meeting penting yang di adakan di singapur . atau sarapan di Malaysia. saat kakek saya menuju usia tua nya. Kakek saya mulai sadar kalo perusahan perusahaan nya itu tidak bisa ia kelola terus menerus. Maka kakek saya pun mulai membagi bagikan perusahaan nya ke anak anak dan cucu cucu nya. Meskipun sampai sekarang ia masih mengelola 2 perusahaan yaitu gas dan minyakbumi, tetapi ia memilih herwin (orang kepercayaan nya) untuk mengurusnya di kantor karena kakek saya terlalu malas untuk pergi kekantor, ia lebih suka mengontrol lewat telfon sambil bermain golf atau memakan masakan masakan  lezat buatan istri tercinta. Karena hobi menanam saham, telah membuat  pemasukan kakek saya terus mengalir tanpa ia harus bekerja. Membuat kakek saya bingung harus melakukan apa dengan hartanya, maka setiap lebaran kami selalu berkumpul dirumah datuk dan membuat barisan kereta yang sangat panjang biasanya terdiri dari 20 orang atau lebih untuk mengantri di barisan bergantian mendapat uang 50 ribu per orang. Karena kakek saya suka seali bercanda dengan cucu cucu nya maka ia sering mengajak kami  semua berjalan jalan ke tempat tempat yang bagus dan membelikan kami mainan atau barang barang lain nya.  Tetapi datuk suka sekali membelikan kami film fil tentang dinosaurus atau manusia purba lain nya. Dari situlah alas an mengapa saya sangat menyukai dinosaurus Karen kakek saya suka mentontoni cucu cucu nya film film dinosaurus dan film film sci-fi. Tetapi ada 1 hal yang paling kami tidak sukai dari kakek saya yaitu ketika dia sholat di abisa menghabiskan kira kira 2 jam hanya untuk berdoa dan dzikir. Datuk suka sekali makan gulai ayam, dan juga makanan jepang. Setiap ulangtahun kake saya, kitapasti merayakan nya di itasuk. Kakek saya adalah kritikus makanan di keluarga saya. Sewaktu waktu kami makan di restoran jepang di bandung yang saya tidak ingat namanya, bagi saya dan saudara saudara saya makanan nya biasa asaja. Tetapi kakek saya marah marah di restoran dan membalik piring nya kemudian membayar tanpa uang kembali. Hal seperti itu sering sekali di lakukan di restoran restoran yang memiliki rasa ‘biasa saja’.  Tetapi saya sangat sayang kakek saya selain ia adalah bank berjalan bagi cucu cucunya ia adalah  panutan baik bagi kami semua. Karena di setiap sisi buruk individu pasti ada juga sisi baiknya. Selain itu kakek saya juga sangat suka memelihara binatang. Karena anjing nya yang di jerman yang ia  berinama tequila sudah meninggal. Di Jakarta ia membeli kangguru yang di pesan dari papua. Ia beli kangguru itu saat saya masih berumur 3 tahun dan masih hidup sekarang.  Kangguru itu di beri nama agus. Karena satpam yang di perintahkan kakek saya untuk mengurus kangguru tersebut bernama asep maka kakek saya mencoba memberi nama yang mirip dengan asep yaitu agus. Kakek saya sangat senang terhadap usaha pak asep dalam mengajari agus melompat semenjak kakek saya sering melihat agus melompat, datuk pun menambahkan gaji pak asep. Sekiat biografi kakek saya yan g unik ini. terimakasih


Datuk sedang kongkow kongkow di bawah pohon di bali

bersama cucu yang cantik dan ganteng

saat sakit perut tetapi pakai masker

datuk berpose di washington dc

No comments:

Post a Comment