Friday, 31 May 2013

tugas 2 biografi - M Ghazi Pradipta

AUTOBIOGRAFI SAMPOERNA SITEPU

Pada suatu hari, tepatnya pada hari sabtu tanggal sebelas mei tahun seribu sembilan ratus empat puluh lahirlah seorang anak laki – laki yang sehat bernama sampoerna sitepu. Anak laki – laki yang sehat ini adalah anak dari pasangan yang bahagia dengan ibu bernama nur cahaya sembiring sitepu yang berdomisili dari bindo dan dengan ayah bernama mandura sitepu yang berdomisili dari nambiki. Pasangan bapak mandura sitepu dan ibu nur chaya sembiring sitepu ini memiliki 8 orang anak. Berarti bapak sampoerna ini memiliki tujuh orang saudara. Bapak sampoerna sitepu sendiri adalah anak pertama dari pasang bapak mandura sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu. Anak kedua yang dimiliki oleh bapak mandura sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu adalah rasmi sitepu. Rasmi sitepu ini adalah seorang wanita. Sayangnya, adik dari bapak sampoerna sitepu ini dan juga anak dari pasangan bapak mandura sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu ini meninggal dunia pada usia dua tahun.  Adik ke dua setelah dari bapak sampoerna sitepu dan anak ke tiga dari pasangan mandura sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu adalah karina sitepu. Seorang laki - laki. Adik ke tiga dari bapak sampoerna sitepu dan juga anak ke empat dari pasangan bapak mandura sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu adalah basita sitepu. Seorang perempuan. Adik ke empat dari bapak sampoerna sitepu dan juga anak ke lima dari pasangan bapak mandura sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu adalah sri priana sitepu. Seorang perempuan. Selanjutnya adik ke lima dari bapak sampoerna sitepu dan juga anak ke enam dari pasangan bapak mandura sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu adalah ramli sitepu. Seorang laki – laki. Selanjutnya adik ke enam dari bapak sampoerna sitepu dan juga anak ke tujuh dari pasangan bapak mandura sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu adalah sri ulina sitepu. Seorang perempuan. Yang terakhir adalah kurnia sitepu, kurnia adalah adik ke tujuh dari bapak sampoerna sitepu dan juga anak terakhir atau juga bisa dibilang anak ke delapan dari pasangan bapak mandura sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu. Seorang laki – laki. Sayangnya, beliau wafat pada usia satu tahun. Bapak sampoerna sitepu di besarkan di kampung bernama nambiki. Kampung yang sama seperti kampung ayahnya yaitu bapak mandura sitepu. Ayah dari bapak sampoerna sitepu yaitu bapak manudra sitepu bekerja di daerah nambiki. Bapak sampoerna sitepu tinggal di rumah yang mirip denga rumah adat batak bersama ayahnya yaitu bapak mandura sitepu dan juga abang dari ayahnya. Jadi dalam satu rumah itu terdapat tiga keluarga hidup bersama. Mata pencaharian utama dari bapak mandura sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu adalah bertani. Pada jaman dahulu, kendaraan yang dimiliki oleh keluarga bapak mandura ini hanyalah kuda dan gerobak sapi. Dikarenakan penyerangan belanda ke arah nambiki, bapak sampoerna dan sekeluarga mengungsi ke desa terdekat yaitu parit bindu. Dalam perjalanan ini, dikarenakan bapak sampoerna masih kecil. Ia menaiki kudanya dan ibunya yaitu ibu nur cahaya sembiring sitepu menaiki gerobak sapinya. Yang berkesan adalah ketika pulang, saat bapak sampoerna sitepu ini menaiki kuda tersebut lagi. Bapak sampoerna terjatuh dikarenakan ketidak keseimbangan badannya yang bisa juga dikarenakan oleh ngantuk akibat perjalanan yang jauh. Dan pada saat kecil untuk pergi ke suatu tempat bapak sampoerna harus pergi menyebranig sungai. Ketika itu bapak sampoerna masih belum bisa berenang dengan baik. Maka bapak sampoerna sitepu ini selalu berjalan menyebrangi sungai ini melewati hulu yang d=kedalamannya lebih dangkat dibanding dengan bagian sungai yang lain. Pada suatu hari ketika bapak sampoerna sedang berjalan dengan teman – temannya, bapak sampoerna di tantang untuk melakukan penyebrangan melewati bagian sungai yang agak dalam. Karena di tantang oleh teman –temannya tersebut, maka bapak sampoerna sitepu ini tidak bisa tinggal diam. Maka bapak sampoerna sitepu ini pun langsung masuk ke dalam sungai tersebut tanpa mengetahui cara berenang. Alhamdulillah bapak sampoerna sitepu ini dapat pergi menyebarangi sungai itu dengan selamat walaupun dalam kondisi ter engap –engap. Menurut bapak sampoerna sitepu ini, pengalaman tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihannya sendiri. Kelebihannya adalah dapat menuntaskan tantangan yang diberika oleh teman – temannya tersebut dan juga bapak sampoerna sitepu ini dapat bersikap tenang dalam keadaan terdesak dikarenakan ketidak mampuannya berenang tersebut. Kekurangannya adalah ketika bapak sampoerna sitepu ini lansung menerima tantangan yang diberikan tanpa memikirkan konsekuensi yang akan didapat. Walaupun bapak sampoerna sitepu ini dapat melewati sungai tersebut dengan selamat, pada hari itu bapak sampoerna sitepu juga mendapatkan pelajaran yang berharga. Dikarenakan pekerjaan ibu dari bapak sampoerna sitepu ini yaitu ibu nur cahaya sembiring sitepu ini adalah bertani, bapak sampoerna sitepu ini suka membantu dan juga bermain di padang sawah tempat ibu dari bapak sampoerna sitepu yaitu ibu nur cahaya sitepu ini bekerja. Salah satu pengalaman yang didapat oleh bapak sampoerna sitepu di sini adalah ketika bapak sampoerna sitepu merasa bosan dan sedang ingin bermain. Bapak sampoerna sitepu ini ber inisiatif untuk membuat sebuah ayunan di sekitar pohon pisang yang berada di sekitar sawah tersebut. Ayunan ini dibuat dengan cara mengumpulkan bagian – bagian dari pohon pisang tersebut untuk dijadika bagian – bagian dari ayunan tersebut. Ketika bapak sampoerna sitepu mencoba untuk menaiki ayunan yang bapak sampoerna sitepu bikin. Bapak sampoerna sitepu terjatuh dikarenakan ketidak mampuan ayunan tersebut menahan berat dari serorang bapak sampoerna sitepu yang masih kanak – kanak itu. Karena jatuh cukup tinggi, bapak sampoerna sitepu menangis karena kesakitan. Ibu dari bapak sampoerna sitepu yaitu ibu nur cahaya sembiring sitepu datang ke tempat bapak sampoerna sitepu dikarenakan ibu nur cahaya sembiring sitepu mendengar bapak sampoerna sitepu menangis. Untuk menenangkan bapak sampoerna sitepu, ibu nur cahaya sembiring sitepu memberikan sebuah telur rebus kepada bapak sampoerna sitepu. Dari pengalaman ini bapak sampoerna sitepu mendapatkan pengalaman berharga. bapak sampoerna sitepu berkata bahwa kreativitas membuat ayunan dari pohon pisang tersebut dan keberanian untuk mencobanya adalah sesuatu yang bersifat positif bagi bapak sampoerna sitepu sendiri. Walapun dalam prosesnya bapak sampoerna sitepu mendapat kan beberapa masalah dan luka, tetapi pengalaman ini, menurut bapak sampoerna sitepu sangatlah berharga. setelah pengalaman ini terjadi bapak sampoerna sitepu dan sang ibu yaitu ibu nur cahaya sembiring sitepu berpindah, pergi melihat – lihat keadaan di padang cermin. Yang ada di padang cermin adalah perkebunan yang luas. Diantara kebun – kebun tersebut ada sebuah rumah kecil yang biasa digunakan sebagai tempat berjualan di sekitar kebun tersebut. Bapak sampoerna sitepu dan ibu nur cahaya sembiring sitepu melihat kesempatan yang sangat bagus dalam prospek rumah itu. Maka, bapak sampoerna sitepu dan ibunya yaitu ibu nur cahaya sembiring sitepu pindah rumah ke rumah tersebut lebih tepatnya padang cermin. Sebelum berpindah, bapak sampoerna sitepu dan ibunya yaitu ibu nur cahaya sembiring sitepu berkediaman di nambiki. Kampung asli untuk orang – orang karo. Bapak sampoerna bersekolah disini dari kelas tiga sekolah dasar hingga kelas lima sekolah dasar. Dan bapak sampoerna juga mempunyai kedai disitu yang dijaga olehnya setiap pulang sekolah. Pengalaman berharga yang didapat bapak sampoerna di kota ini adalah ketika bapak sampoerna sitepu kabur dari rumahnya di padang cermin karena merasa hanya disuruh – suruh saja dalam hal mengurus toko oleh ayahnya bapak mandat sitepu. Bapak sampoerna sitepu ini kabur dari rumah selama satu minggu. Kenapa bapak sampoerna sitepu membuat pengalaman ini sebagai pengalaman berharga adalah walaupun bapak sampoerna sitepu ini kebur dari rumah, tetapi sekolah yang beliau ikuti tetap dijalani dengan baik tanpa bolong sedikitpun. Dan karena malu menumpang makan terus ke rumah teman, maka beliau akhirnya pergi makan di kebun tersebut, mencari jambu. Akhirnya beliau pun kembali kerumahnya. Pelajaran yang didapat oleh beliau adalah semangat sekolah beliau yang tidak pernah putus sejak kecil. Karena beliau bergaul di daerah kebun, dikeun tersebut setiap dua minggu seklai diadakan seperti pasar malam dimana terdapat judi di dalamnya. Karen pergaulan di kebun yang tidak membedakan umur, akhirnya beliau pun mengikuti memainkan judi walaupun hanya sedikit yang ditaruhkan. Ayah beliau, bapak mandat sitepu, ketika melihat hal ini. Yakin bahwa jikalau anaknya dibiarkan, hal ini bisa membuat anaknya tidak akan menjadi apa – apa. Maka pada saat bapak sampoerna sitepu kelas 6, beliau di kirim ke binjai bersama kakek beliau bernama manis sitepu. Kakek beliau bekerja sebagai juru bahasa. Mulai kelas enam sekolah dasar bapak sampoerna sitepu sudah dapat melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci, setrika dan lain lain sendiri tanpa menurunkan nilai yang dimilikinya. Bapak sampoerna sitepu berada di binjai sampai beliau lulus smp. Ketika ingin memasuki sma, beliau tidak mendapat sma negeri dikarenakan beliau memiliki satu nilai yang buruk. Dan akhirnya beliau pun memasuki sma swasta berkualitas bernama sma prayatnya. Bapak sampoerna bersekolah sma di medan bersama sang paman. Disini juga bapak sampoerna terus mandiri dan selalu semangat dalam hal pembelajaran. Bapak sampoerna menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun pada tahun 1959. Ketika lulus sma, beliau langsung mengikuti tes masuk institut teknologi bandung yang pada saat itu menyelenggarakan tes di medan. Bapak sampoerna pun lulus dan langsung pergi ke bandung untuk menuntut ilmu. Di bandung bapak sampoerna mengambil kos – kosan di jalan banda. Di itb bapak sampoerna sangat aktif dalam berorganisasi, salah satu organisasinya adalah gerakan mahasiswa indonesia. Pada tingkat ketiga saat masih menjadi mahasiswa di institut teknologi bandung, bapak sampoerna mengambil program bernama petug. Pegawai tugas belajar. Dimana bapak sampoerna akan belaja dengan gratis dengan konsekuensi akan menjadi pegawai pemerintah setelah lulus nanti. Akhirnya bapak sampoerna pun diterima di PU.Wijaya Karya. Bapak sampoerna masuk ke situ tanpa tes apapun. Setelah memasuki wika, bapak sampoerna memiliki banyakan pengalaman. Salah satunya menjadi kepala cabang lima yaitu cabang jakarta. Tetapi sewaktu menjadi kepala cabang, bapak sampoerna di suruh ntuk pergi ke belanda untuk belajar majemen selama enam bulan di belanda, delph di RVB. Setelah itu beliau juga dipindahkan untuk menjadi kepala cabang di cabang 10 irian sampai maluku dari tahun 1972 sampai 1975. Lalu menjadi kepala cabang 8 nusa tenggara sampai jawa timur dari tahun 1975 sampai 1978. Lalu kembali ke jakarta untuk menjadi manajer divisi elektrik mekanik dan juga merangkap menjadi deputi direktur dari tahun 1978 sampai 1981. Lalu beliau menjadi direktur di bidang keuangan dan pengembangan usaha dari tahun 1981 sampai tahun 1990. Pada tahun 1990 beliau pindah ke PT. Amarta Karya sebagai direktur utama sampai tahun 2000. Lalu beliau menjadi komisaris di PT.Amarta Karya pada tahun 2006. Sekarang, beliau juga masih aktif dalam beberapa organisasi. Seperti, ketua dewan kehormatan di asosiasi perusahaan alat kostruksi indo. Dan lain lain. Sekian dari saya, wassala mualaikum wr wb
Saya dan keluarga


No comments:

Post a Comment