Friday, 31 May 2013

Tugas 2 - Biografi


PEMIKIRAN DAN KEBERANIAN BELIAU DI PEMERINTAHAN SOEHARTO

Sekitar 1 bulan yang lalu saat sedang asik-asiknya menonton saya ingat jika ada tugas sejarah yang bapak sobirin berikan yaitu mewawancarai orang yang berperan dalam membela negara dalam bentuk apapun. Tanpa perlu berfikir panjang saya tau siapa yang harus saya wawancarai, yaitu kakek saya yang menurut saya sepertinya beliau berperan dalam membela negara. Kakek saya dulu pernah mengatakan bahwa beliau bisa saja terkenal sebagai menteri tapi beliau tidak mau karena pemikiran yang lebih kritis terhadap masa depannya dan anak-anaknya. Sayapun sorenya mendatangi rumah beliau untuk segera menyelesaikan tugas wawancara ini. Dari sore sampai malam saya asik mewawancarai beliau dengan pembawaan beliau yang lucu dan agak frontal alias blak- blakan. Setelah selesai mewawancarai beliau saya menraktir saya makan di warung sayur asem yang beliau sering datangi bersama almarhum nenek saya.

SINGKAT TENTANG BELIAU

Beliau yang biasa dikenal orang-orang bernama lengkap Drs. I Dewa Made Suarnaputra. Walaupun namanya adalah nama Bali karena menggunakan I Dewa Made, beliau lahir bukan di Bali tapi di Selong, Lombok. Beliau lahir 74 tahun yang lalu, lebih tepatnya 23 Januari 1939. Beliau memiliki 7 saudara kandung, kakek saya sendiri adalah anak ke 2. beliau yang saya ketahui berpendidikan di Universitas Gadjah Mada jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau yang biasa dikenal dengan FISIP UGM.

Beliau dilahirkan dari Orang Tua yang memiliki pemikiran yang idelis. Saat kecil beliau seperti halnya anak-anak bermain dan suka menjahili orang. Semakin dewasa beliau semakin berfikir dengan apa yang orang tuanya ajarnya, melakkukan hal seharusnya dilakkukan.

Beliau di umur yang masih muda yaitu 16 tahun sudah memasuki jenjang perguruan tinggi, dikarenakan dulu murid bisa melakkukan lompat kelas atau sekolah sebelum umurnya. Diumurnya yang 16 tahun beliau masuk Universitas Gadjah Mada fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Dengan waktu 3 tahun beliau sudah dapat menyelesaikan perguruan tinggi. Diumurnya yang memasukin 22 tahun beliau sudah menjadi guru atau dosen, disanalah beliau bertemu dengan almarhum nenek saya yang saat itu berusia lebih tua 2 tahun yaitu 24 tahun. Mereka pun menikah 4 tahun kemudian.

Hasil pernikahannya mereka dikaruniai 3 anak yang anak tertuanya adalah mama saya. Beliau bekerja selain sebagai dosen juga bekerja di sekretariat negara, dan memiliki usaha kecil-kecil untuk menafkahi keluarga.

Beliau pun disaat pensiun masih memiliki pekerjaan sampai saat ini yaitu menjual ayam yang diternaknya. Setelah selama 46 tahun kakek saya mengalami cobaan yaitu kehilangan istri tercinta sekitar setahun yang lalu. Kakek saya adalah orang yang sangat tegar, sampai-sampai saat anak dan cucunya menangis akan kehilangan ibu atau neneknya beliau malah mengusir untuk lebih baik keluar daripada meratapi tangisannya. Dan sampai saat ini beliau tinggal dirumah sendiri mengurus ayam ternaknya.

PERANNYA DALAM KEMAJUAN NEGARA

Beliau awalanya bekerja sebagai dosen di suatu perguruan tinggi dan di karenakan beliau juga pintar maka beliau diajak oleh seorang temannya untuk bekerja di sekretariat negara, beliau pun bekerja di sana dalam waktu yang tidak begitu lama dikarenakan keberanian beliau untuk mengungkapkan suatu kebenaran.

Beliau bercerita bahwa saat bekerja di sekretariat tiba-tiba beliau dapat kabar adanya Gerakan 30 september oleh PKI atau yang kita sebut sebagai G30SPKI. Saat itu sebenarnya terjadi G30SPKI bukan tanggal 30 September tapi tanggal 1 November. Pada tanggal 1 November kakek saya dipanggil untuk datang ke gedung sekretariat dan di beritahu bahwa telah terjadi pemberontakan yang terjadi oelh karena PKI. Tapi kakek saya tidak buta, beliau menjelaskan bahwa G30SPKI terjadi karena ulah PKI dan juga aparat keamanan negara yaitu Polisi dan TNI, jadi dengan kata lain G30SPKI bukan sepenuhnya dikarenakan oleh PKI tapi ada campur tangan Polisi dan TNI yang dulu di pimpin oleh Soeharto. Karena kejadian ini presiden Soekarno diculik dan negara mengalami kekacauan di sisi manapun. Negarapun berantakan, oleh karena itu Soehartolah yang di ganti menjadi Presiden. Saat sudah naik Soeharto kakek saya di ajukan untuk menjadi badan eksklusif tapi beliau menolak karena suatu alasan yang tidak harus dijelaskan.

Beliau pun saat bekerja di sekretariat negara menjadi pendiri koran mingguan “bebas” koran itu sukses dan mendapatkan banyak pujian dari orang-orang akan keberaniannya dalam mengungkapkan secara terbuka akan suatu masalah. Sampai suatu saat dimana beliau memposting di koran bebas terbitannya yang membahas tentang penyerangan indonesia ke singapura dan malaysia. Dahulu indonesia melakkukan serangan senjata dengan mengirimkan pasukannya secara diam-diam ke dalam wilayah malaysia dan singapura. Alhasil akibat dari penyerangannya 2 orang tentara kita di hukum gantung di malaysia dan mayatnya dikirim kembali ke indonesia. Setelah mayatnya sampai di indonesia pemerintah membawa ke pemakaman dan di anugerahi sebagai pahlawan. Setelah itu kakek saya mendengar berita dan langsung memposting berita tersebut dan membuat pemerintah memanggil beliau dikarenakan pendapat beliau yang mengatakan bahwa mengapa indonesia hanya diam setelah 2 orang warga negaranya menjadi korban hukum gantung di malaysia, harusnya malaysia melakkukan perundingan dahulu baru melakkukan hukuman kepada 2 orang tentara tersebut. Beliau pun masuk Mahkamah Agung, karena keahliannya dalam berdebat dan memang beliau dan hukumnya kuat beliau tidak dikenakan pasal apapun dan bebas dari jerat penjara tapi beliau jadi kehilangan pekerjaan. Beliau dikeluarkan dari sekretariat negara.

Setelah itu beliau bersama temannya membangun suatu sekolah Hubungan internasional yaitu NHI yang mempelajari tentang Hubungan internasional, beliau juga mengajar di sekolah tersebut dan sampai suatu saat beliau mendapatkan pekerjaan di pertambangan Newmont di Nusa Tenggara milik Asing. Beliau akhirnya tidak lagi mengurus sekolah NHI tersebut tapi sampai sekarang masih ada sekolah tersebut dan bergabung dengan Universitas Satya Negara Indonesia di Kebayoran lama dalam fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Menurut saya peran beliau sangatlah hebat karena keberanian beliau akan kebenaran dan daya juangnya yang tidak dapat dipatahkan. Sampai saat ini beliau masih sangat jernih dalam mengingat masa lalunya dalam perannya memajukan negara ini. semoga bermanfaat bagi yang membaca. 

foto menyusul

No comments:

Post a Comment