Friday, 31 May 2013

Tugas 1 Mulok - Muhammad Adif Herawan XI IPA2

Komoditi Karet Kakekku Pengasil Utama Indonesia


Sabirin Yusuf namanya,  beliau adalah kakek saya sendiri, yang  saya wawancarai dan membuat biografi singkatnya untuk mata pelajaran Sejarah (mulok) ini. Kakek dilahirkan di Bandung, 29 Oktober 1935. Garis keturunan darinya ke diri saya ialah melalu ayah saya dimana ayah merupakan anaknya yang ke 7, dari 9 bersaudara.

Sebenarnya kakek saya bukanlah seorang veteran perang, atau seorang yang mempunyai kontribusi yang kelihatan sekali bagi bangsa, namun dapat di maknai setiap apa yang beliau lakukan untuk kita ambil hikmahnya. Sewaktu kecil kakek tinggal di daerah Bandung, Jawa Barat. Yang masih menjadi tempat penjajahan oleh Belanda. Beliau merupakan salah satu orang indonesia di masa yang beruntung. Mengapa demikan, karena beliau masih sempat mengenyam bangku pendidikan semasa hidupnya. Sejak kecil beliau di sekolahkan di HIS atau lebih dikenal dengan sebutan Hollandsch-Inlandsche School. Yang artinya sekolah hindia-belanda. Jika di setarakan dengan masa kini, lebih familiar dengan Sekolah Dasar (SD).
 Namun sebelumnya tidak masuk di Taman Kanak-kanak, sehingga beliau menempuh pendidikan ke jenjang Sekola Dasar. Kala itu, beliau bersekolah di daerah Pangalengan, Jawa Barat. Bukan di kotanya. Menurut pandangan saya, pendidikan sudah mencapai taraf yang cukup baik dan cukup di perhatikan oleh pemerintah kolonial Belanda. Contohnya fasilitas Sekolah Dasar sudah masuk sampai tingkat desa.  Akibat peristiwa Bandung Lautan Api, Ia sempat berpindah sekolah ke lain kota. Tapi saya tidak akan membahas kesaksiannya tentang peristiwa Bandung Lautan Api. Karena Ia sendiri pun tidak disana. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikan ke Sekolah Perkebunan. Saya sendiri tidak tahu persis dan mendetail mengenai sekolah tersebut. Yang pasti kakek tengah menjalani pendidikan mungkin setara dengan kuliah, tetapi ilmu perkebunan. Saat sekolah, tidak lupa juga beliau pernah mengikuti tentara pelajar (TP) untuk turut serta melindungi kemeredekaan Indonesia.  Tentara Pelajar adalah suatu kesatuan militer yang ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia dimana para anggotanya dari para pelajar.

 Terdapat beberapa istilah untuk penyebutan Tentara Pelajar yaitu di Jawa Timur Tentara Republik Indonesi Pelajar (TRIP) , di Jawa Tengah Tentara Pelajar (TP) ,di Jawa Barat Corps Pelajar Siliwangi (CPS). Nah, kakek masuk kedalam Corps Pelajar Siliwangi. Beliau bergabung kurang lebih selama 4-5 tahun tuturnya. Setelah lepas dari Tentara Pelajar, kakek kembali melanjutkan pendidikan Sekolah Berkebun nya. Kurang dari satu setengah tahun berikutnya, kakek pun lulus dari sekolah perkebunan tersebut.

Di tahun 1950, kakek menikahi seorang wanita seusianya bernama Mufidah. Dan dikaruniai 9 orang anak. Memang di zaman nya mempunyai banyak anak berarti banyak rezeki. Berbeda dengan sekarang yang setiap keluarga rata-rata memilih untuk mempunyai anak sedikit.

Selanjutnya, beliau di terima kerja di PTPNXI, sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bisa dibilang besar. Sampai sekarang pun perusahaan tersebut masih berdiri, namun sudah di ubah namanya menjadi PTPNXII. Jabatan yang di raihnya pada saat berkerja di PTPN sudah cukup tinggi, dimana sebelumnya meniti karir dari paling dasar. Jabatan terakhirnya sebelum beliau pensiun menjadi Kepala Administrasi Perkebunan. Beliau mengatur jalannya ekspor/impor  di PTPN. Promosi jabatan disana pun ia raih dengan mulus. Beliau sempat banyak di pindah tugaskan kesana kemari atas hasil kerjanya yang cemerlang, seperti Jampang Tengah, Sukabumi, Cibadak, Banten, dan daerah Jawa Barat sekitarnya.  PTPN sendiri menghasilkan banyak bidang perkebunan. Seperti karet, teh, Pada semasa bekerja di PTPN kakek juga bercerita sedang heboh-hebohnya gerakan PKI di Indonesia, atau yang lebih di kenal dengan nama G-30S/P

Sejak masuk dan bekerja di Perusahaan Perkebunan Negara, Kakek merasa tidak pernah mengalami kekejaman PKI di daerah itu. Akan tetapi, beberapa rekan-rekan sekerjanya, yang lebih senior dari pada Kakek menceritakan berbagai kekejaman anggota PKI di daerah tersebut yang sering menyiksa para pekerja di Perkebunan. Ternyata kekejaman yang diterima para pekerja tersebut sangat membekas bagi pekerja yang mengalaminya.Setelah meletusnya Pemberontakan G-30 S PKI, dimana PKI berhasil dikalahkan oleh ABRI (sekarang disebut sebagai TNI – Tentara Nasional Indonesia), banyak terjadi peristiwa-peristiwa yang bisa dikategorikan sebagai tindakan pembalasan kepada para anggota PKI yang dianggap kejam.

       Kakek pernah diajak oleh beberapa rekan sekerja nya, untuk melakukan penangkapan dan juga pembunuhan orang-orang yang dianggap sebagai anggota ataupun terlibat PKI. Namun Kakek tidak pernah mau mengikuti hal ini. Pertimbangan moral dan juga dengan alasan dia tidak pernah melihat ataupun mengalami kekejaman orang-orang yang dituduh sebagai anggota PKI. Beliau menjelaskan, pada masa itu, dengan alasan ataupun tuduhan sebagai anggota atau terlibat PKI, seseorang ataupun satu kelurga bisa dihukum dan dieksekusi mati tanpa proses pengadilan untuk membuktikan tuduhan-tudahan yang diberikan.   Banyak orang-orang yang dianggap anggota ataupun terlibat PKI di eksekusi mati. Proses penghukuman juga cukup kejam yaitu dengan cara dibunuh dan mayatnya dibuang di sungai yang terletak di dalam jurang yang sangat curam. Tidak adanya proses pengadilan yang memadai, seseorang dapat dituduh sebagai bagian atau pun simpatisan dari PKI dan kemudian dibunuh.

             Kata kakek, situasi pada masa-masa itu sangat mencekam. Dengan maksud tertentu, seseorang dapat merekayasa cerita mengenai keterlibatan sesorang di PKI. Setelah cerita menyebar, orang tersebut dapat dijemput dari rumahnya dan di eksekusi mati .
Peristiwa penangkapan dan pembunuhan  terhadap orang-orang yang dianggap terlibat PKI ini tidak saja terjadi di daerah Bandung, tapi juga di banyak perkebunan dibawah PTPN
                                                                                                                         
           Trauma ataupun luka yang ditimbulkan oleh peristiwa ini sangat membekas di banyak orang. Pemerintahan Order Baru bahkan memelihara cerita mengenai kekejaman PKI selama bertahun-tahun setelah peristiwa pemberontakan G-30 S PKI. Semoga dengan adanya peristiwa tersebut dapat kita ambil hikmah nya dan di jadikan pelajaran.

            Sekian dari peranan serta biografi singkat mengenain kakek saya, semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin. 
            

No comments:

Post a Comment