Thursday, 30 May 2013

Tugas-2 Biografi Abraham Armani XI IPS 3

Eyang Yoso, Pejuang Politik


Pada kesempatan ini saya akan menceritakan tentang perjalanan hidup kakek saya, Almarhum K.R.T. Soegijono josodiningrat. Saya memilih beliau karena menurut cerita ayah saya, eyang pernah menjabat sebagai Menteri muda pertahanan di yogyakarta dan menurut ibu saya ia adalah salah satu pendiri jong java. Almarhum adalah ayah dari ayah saya yang bernama Bimawan Yosodinigrat. Karena eyang sudah meninggal sejak ayah berumur 9, saya dibantu oleh ayah dan saudara-saudarinya di yogyakarta dan jakarta untuk mencari informasi tentangnya. Saya di kirimkan salinan dari riwayat hidup eyang yang diketiknya sendiri pada tahun 1956 menggunakan mesin tik dan saya menggunakan riwayat hidup itu sebagai sumber dari tugas ini.

Biografi

eyang saya yang bernama K.R.T. Soegijono Josodiningrat lahir pada tanggal 13 juni 1904 di daerah kesugihan, cilacap. Eyang berpendidikan di technische Hogeschool (ITB) tahun ke 3 dari tahun 1925 sampai 1928 dan mengulangi 3 tahun lagi dari tahun 1929 sampai 1930.
Pengalaman bekerja eyang:
1.    Arsitek furnitur di surabaya
2.    Wakil Direktur bengkel besi di surabaya
3.    Guru Taman Siswa
4.    Pemimpin umum Kolinisatie Werker
5.    Pemimpin tekhnisi tekstil bumiputra
6.    Kepala onwarpurenu atadsvorming dienst
7.    Kepala int, kedaster dan agrerische zaken kesultanan jogja
8.    Menteri muda pertahanan jogja
9.    Sekretaris jendral kementrian pertahanan
Dan beberapa lainnya, saya mengalami kesulitan membaca dikarenakan umur dokumen dan tidak jelasnya tulisan.


 Peranan


Tahun 1922-1925-1926

Pada tahun 1922 eyang menjadi anggota wong java. Sesudah pemberontakan sarekat  rakyat di banten dikarenakan dilarangnya beberapa partai politik (diantaranya PKI dan Sarekat Rakyat). karena keinginan berhubungan kontak di kalangan politisi makak dibentuk di surabaya atas inisiatif Dr.Soetomo, Dr. Gunawan Mangunkusumo, Sudjoto, Indonesiche Studieclub yang berhaluan non kooperatif. Atas dorongan alm. Dr. Ciptomangunkusumo, Dr.Setiabudi (Douwes Dekker). Atas inisiatif Ir.anwar dan Bung Karno,berdirilah Algemene Studieclub yang dapat menerima anggota dari bangsa asing dan eyang menjabat sebagai sekretaris.

Tahun 1927

Atas dorongan Mr Sarjono dan Bung karno, eyang bersama Sultan Syahrir, Budiono, Soekamso mendirikan perhimpunan pemuda bernama Jong Indonesia yang bermaksud mempersatukan gerakan pemuda yang waktu itu terpecah belah seperti Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong selebes, Jong Minahasa dan Jong Islamitenbond, Disamping itu masih ada lagi pergerakan lainnya. Dengan demikian rasa provineialisme sangat merajarela dimana sangat merugikan perjuangan Indonesia. Jong Indonesia menuju kearah persatuan dengan sendirinya memperoleh simpati dari kalangan pemuda pelajar, tapi menimbulkan kemarahan pemerintah Hindia Belanda. Setelah eyang meletakan jabatannya sebagai ketua umum Jong Indonesia (Pemuda Indonesia) dan setelah berdirinya PNI dibawah pimpinan Bung Karno dan Mr. Ishak Jokrohadisuryo, atas dibawah persetujuankedua beliau, eyang menjalankan propaganda untuk PNI dan mendirikan cabang di Pekalongan.

Pada akhir pelajaran tahun 1928, eyang tidak dibolehkan mengikuti ujian kenaikan akhir dengan alasan kurang mementing kan kewajiban.
Terpaksa eyang meninggalkan belajar dan pergi ke surabaya untuk kembali ke Technische Hogeschool pada permulaan tahun pelajaran tahun 1929 sampai 1930. Namun karena ditangkapnya Bung Karno dan pemimpin PNI, Terpaksa eyang dengan tersembunyi mengemudikan perhimpunan tersebut walaupun pimpinan dipegan oleh Ny. Ishak Jokrohadisuryo yang pertama. Dan terpaksa lagi tidak mengikuti ujian kenaikan dan setelah itu mendirikan Taman Siswa Pekalongan. menjabat sebagai ketua pembubaran Partai PNI, Eyang dan admiral Kr. Lawi mewakili cabang PNI di pekalongan. PNI dianggap partai terlarang oleh Pemerinta Hindia Belanda, Pembubaran dilakukan di rumah Mr. Suyudi di yogyakarta pada tahun (kalau tidak salah) 1931.
Tahun 1933
Atas panggilan teman2, saya berangkat ke Batavia untuk mendirikan Partai Batu  (Partindo). Bung Karno pada saat itu baru keluar dari penjara.

Tahun 1942-1945

Bersama-sama Wijono Purwokusumi, eyang            dan pendidik beberapa pemuda yang ahli, menyebar keseluruh indonesia dan luar negeri. Eyang dan teman2nya berhasil menghubungi sekutu2nya termasuk Mr. Tan Malaka yang pada saat itu menyamar sebagai Romusha di tambang Batu bara di Baja(Banten Selatan) dengan nama samaran Hasan. Dengan diam2 eyang juga menghubungi teman di polisian jepang, antara lain S. Parman dan admiral Darsono yang setelah kemerdekaan menjabat sebagai komandan di yogya.
Dari pihak jepang, eyang mendapat banyak kesempatan untuk menyelidiki keadaan lapangan terbang maguwo disebabkan sering dibutuhkannya nasehat dari kepala kantor tentang ukuran lapangan terbang Waguwo. Kesempatan ini digunakan untuk menempatkan juru gambar di Waguwo dan berhasil mendapat informasi.
Pada saat perebutan kemerdekaan eyang dan teman2 pejuangnya berhasil menduduki Lap. Terbang Waguwo. Sering pihak Romu Kyokai meminta tenaga pemuda untuk melakukan kerja bakti untuk tentara Nippon. Dikirimlah para pemuda sebagai kedok untuk mencuri alat-alat senjata, peluru, dan bahan peledak. Sehingga setelah beberapa saat Indonesia sudah memiliki persenjataan yang banyak.
Di purwokerto eyang berhubungan dengan saudara sapandi yang pada itu menjabat sebagai kepala polisi Purwokerto yang waktu itu dipercaya oleh Pihak jepang dan berhasil mendapat beberapa pucuk senjata yang dirampas dari pihak Hindia Belanda. Senjata itu kelak digunakan untuk melawan pihak Inggris di Ambarawa dan Magelang. Sewaktu kemerdekaan diproklamasikan, eyang dan para pejuang sudah siap merebut kekuasaan jepang.
Setelah Beberapa waktu didabatnya berita dari jakarta tentang gangguan tentara Inggris yang mendarat disana dan berusaha memberdirikan Pemerintah Hindia Belanda seperti sebelum perang.
Pada tahun 1946, eyang mendapat kabar bahwa ia diangkat sebagai Menteri Pertahanan mendampingi Ali Sastroawidjojo.

Pada 28 Januari 1948, eyang jatuh sakit yaitu lumpuh setengah badan kebawah dan pada penggantian kabinet, kedudukan mentri muda pertahanan diberikan pada saudara aroedji kartasasmita dan eyang ditetapkan sebagak sekretasi jendral yang pertama di kementrian pertahanan. Saat Yogya diduduki Belanda, eyang  di tawan mula-mula di I.V.G. dan pada tanggal 1 januari 1949 eyang dipulangkan ke yogya dan dimasukan ke R.F. Wirogunan sampai penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada Pemerintah Indonesia.







Hanya itu yang dapat saya telusuri dari Riwayat hidup ini, semoga anda dapat mempelajarinya ataupun hanya sebagai bahan bacaan.

No comments:

Post a Comment