Sunday, 26 May 2013

Tugas-2 Biografi DInal Ihsan

Eang Sutaryo, TNI-AL Pembela Kebenaran

Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang perjalanan hidup eang Sutaryo yang merupakan suami dari kakak nenek saya yang mengabdi sebagai tentara dan anggota DPR. Saya memilih mewawancarai eang saya karena beliau memiliki peranan sebagai tentara yang ikut berperang melawan Malaysia. Saya mewawancarai beliau di kediaman beliau di Cilincing Jakarta Utara.

Biografi

     27 Mei, atau bulan lima tahun 1936 di Semarang Jawa Tengah pulau Jawa, Indonesia, lahir seorang bayi laki-laki yang kelak menjadi kakek saya. Sutaryo namanya, atau biasa dipanggil Taryo, anak ke 5 dari pasangan Sutarman dan Supini. Besar pada masa penjajahan Belanda yang saat itu menguasai Semarang. Segala kebutuhan dijual murah agar rakyat tidak berontak sampai Jepang datang dan membuat segala kebutuhan menjadi mahal.

     Beliau pindah ke Pati, Jawa Tengah dan masuk sekolah dasar atau biasa disebut SD, di SD Rakyat Pati pada tahun 1942 hingga tahun 1948. Pada tahun 1945 beliau mendengar langsung kemerdekaan Indonesia dengan di siarkannya proklamasi di radio hampir di seluruh Indonesia. Pada tahun 1948 masuk di Sekolah Menengah Pertama yang apabila disingkat menjadi SMP, masuk SMP 4 Semarang hingga tahun 1951. Pada tahun 1951 lulus Sekolah Menengah Pertama dan masuk di Sekolah Menengah Atas C  di Semarang. Lalu melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi pada tahun 1955 dengan beasiswa dari Kementrian Pendidikan dan Budaya ke Universitas Gajah Mada  fakultas sosial politik, Yogyakarta.

     Lulus kuliah pada tahun 1959 dengan pendidikan D3, pindah ke ibukota Jakarta dan langsung bekerja di Kementrian Pendidikan dan Budaya di Cikini, Jakarta Pusat. Satu tahun bekerja, kembali ke Yogyakarta pada tahun 1960 untuk mengambil gelar S1 dan lulus pada tahun 1962 dengan gelar drs. Beliau kembali ke Jakarta untuk bekerja lagi di Kementrian Pendidikan dan Budaya tetapi tidak bisa, sehingga berpindah kerja di Lembaga Administrasi Negara. Satu tahun bekerja di Lembaga Administrasi Negara, mendapat panggilan wajib militer pada usia 27 tahun, mengikuti tes di Latihan Kemiliteran Pertama (LKP) di Surabaya selama enam bulan. Menjadi Letnan1 angkatan laut dan kembali ke Jakarta.

Peranan

     Banyak peranan yang beliau lakukan semasa hidupnya, sebagai pekerja di Kementrian Pendidikan dan Budaya, menjadi tentara dan menjadi anggota DPR pun iya lakoni. Inilah kisah peranan dan perjalanan karier eang Taryo semasa mudanya.
     
     Menjadi TNI-AL bekerja di kapal KRI Multatuli mengikuti perang melawan Malaysia, DWIKORA. Saat perang, tidak banyak terjadi baku tembak ataupun pengboman dan sebagainya, perang berlangsung lebih seperti pernag dingin. beliau hanya menjada kapal di sekitar Malaka. 

     Tahun 1967 beliau mengikuti tes menjadi sukarela dan naik pangkat menjadi kapten. Beliau bekerja di Pusat Penerangan Angkatan Laut sampai tahun 1969. Pindah pekerjaan menjadi sekretaris KoDamar 3 di Tanjung Priok dan naik pangkat menjadi mayor hingga tahun 1974. Beliau tinggal di daerah Priok bersama istri di rumah dinas yang ditinggalinya hingga sekarang.  Lalu pindah ke Markas Besar Angkatan Laut di Gunung Sahari dan naik pangkat menjadi Letnan Kolonel sampai tahun 1978. Mengikuti sekolah Staf dan Komandan Angkatan Laut (SesKoAL) di Cipulir sampai tahun 1979. 

     Lalu pindah ke Irian sebagai Asisten Sosial Politik Kewilhan IV di Biyak Papua dan naik pangkat menjadi kolonel sampai tahun 1983. Di Papua beliau juga berperan dalam pembangunan kantor imigrasi yang ada di salah satu kota di Papua. 

      Tahun 1983 beliau kembali ke Jakarta menjadi sekertaris pribadi KASAL Laksamana M. Romli sampai tahun 1987. beliau mengikuti test masuk DPR Fraksi ABRI dan lulus lalu menjadi anggota DPR pada tahun 1990, walau masa jabatan anggota DPR hanya 2 tahun, tetapi beliau lanjut hingga tahun 1994. Pada akhir masa jabatannya, beliau tinggal di rumah dengan istri dan satu anak perempuan yang juga merupakan tante saya dengan dua uang pensiun yang berasal dari pensiun tentara dan pensiun DPR.

     Inilah biografi dan peranan kakek saya. Maaf apabila biografi ini membosankan, bukan karena kisahnya tetapi karena cara penulisan saya saja, mohon dimaklumi, sekian terimakasih. 


Foto Bersama Eang Taryo

No comments:

Post a Comment