Friday, 31 May 2013

Tugas-2 Biografi Ega Adiwena XI IPA 2


Eyang Soekarno, DRPD Jawa Tengah dari Masa ke Masa
       
Kedua dari kiri

        Bernama panjang J.B. Soekarno, beliau lahir di Karanganyar pada tanggal 25 Maret 1933.  Sekarang, beliau tinggal di sebuah rumah yang terletak di Semarang berdua bersama dengan istrinya.  Beliau merupakan bapak dari 4 orang anak yang salah satunya merupakan ayah saya yang bernama Dwiyanto Hadisaputro.  Sifat beliau yang ramah dan cenderung tegas membuat anaknya sukses dan bahagia.  Walaupun berbeda agama dengan saya, beliau tidak pernah membeda-bedakan antara agama satu dengan lainnya.  Pada saat bercanda tawa dengan beliau, hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat sulit untuk dilupakan.       

Ketiga dari kiri



        Karier pertama beliau adalah menjadi sekretaris di dalam Pengurus Ikatan Buruh (IB) Pancasila di provinsi Jawa Tengah pada tahun 1964.  Hal tersebut beliau lakukan selama 5 tahun.  Lalu setelah itu, nama tersebut berubah menjadi Federasi Buruh Seluruh Indonesia di provinsi Jawa Tengah juga.  Menjadi pengurus Federasi Buruh Seluruh Indonesia di provinsi Jawa Tengah beliau kerjakan selama 13 tahun lamanya. Beliau juga menjadi anggota di dalam Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah, dobawah departemen tenaga kerja. Sekarang bernama Pengaadilan Tenaga Kerja.                                                                                                     
         Lalu pada tahun 1971, beliau berhenti mengikuti Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah, karena ia diangkat menjadi anggota DPRD.  Karena menurut undang-undang, dilarang untuk mengikuti anggota peradilan perburuhan dan menjadi anggota legislatif.  Sehingga beliau terpaksa keluar dari Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah.  Sebenarnya, menjadi DPRD bukanlah cita-cita beliau. Itu semua dikarenakan sewaktu masa kecil, guru beliau pernah berkata bahwa politik itu kotor, sehingga beliau mengundurkan niat untuk berkarir dalam bidang politik.  Namun pada tahun 1965, ketika Partai Komunis Indonesia menuntut agar organisasi-organisasi masa yang tidak bernaung partai politik harus dibubarkan.  Organisasi-organisasi yang tidak dibawah partai politik tersebut adalah Organisasi Pemuda, Organisasi Buruh, Organisasi Wanita, dan sebagainya.  Setelah dibubarkan, organisasi yang tidak bernaung partai politik tersebut membentuk Sekretariat Bersama Golongan Karya, atau bisa disebut Sekbergolkar pada tahun 1965.  Organisasi ini dibentuk pada Oktober 1964 di tinngkat desa, dan Januari 1965 di tinggat Jawa Tengah.  Beliau juga termasuk aktivis yang merancanakan pembentukan Sekbergolkar.  Oleh karena itu, beliau dipilih menjadi Sekretaris Sekretariat Bersama Golongan Karya Jawa Tengah.  Lalu dalam perkembangannya, karena terjadinya pemberontakan Partai Komunis Indonesia, DPRD tinggat 1 Jawa Tengah terdapat banyak kursi kosong milik fraksi Partai Komunis Indonesia pada tahun 1969.  Kursi tersebut lalu diisi oleh pemerintah, terutama diutamakan dari Sekretariat Bersama Golongan Karya.  Beliau juga kurang mengerti alasan yang tepat mengapa Sekretariat Bersama Golongan Karya tersebut lebih diutamakan daripada yang lainnya.  Ketika diminta untuk menduduki kursi tersebut, beliau menolaknya karena masih berpegang pada ajaran gurunya yang berkata bahwa politik itu kotor.  Oleh karena itu, beliau ditugasi untuk mencari orang-orang dari Organisasi Masyarakat untuk mengisi kursi-kursi yang kosong tersebut.  Akhirnya beliau mendapatkan 7 atau 8 orang. 
         Pada Tahun 1971, diadakan pemilihan umum.  Pemilihan umum tersebut merupakan pemilihan umum pertama di Indonesia.  Sebelum pemilihan umum, setiap partai harus mengajukan calon-calon anggota DPR, di tingkat 1, tingkat 2, pusat.  Beliau juga diminta untuk menjadi anggota DPR, namun karena masih perpegang teguh, kembali tawaran tersebut beliau tolak.  Lalu ia dipanggil oleh gubernur, tetapi tetap beliau tolak.  Namun setelah dari gubernur, di kantor beliau sudah ada telepon dari panglima kodam.  Karena suruhan tersebut berasal dari panglima kodam, beliau sudah tidak bisa apa-apa lagi, sehingga beliau menerima tawaran tersebut, sehingga beliau masuk daftar calon DPRD Provinsi (kalau dahulu istilahnya adalah calon DPRD tingkat 1 Jawa Tengah).  Setelah pemilihan umum berakhir, beliau masuk di DPRD.  Namun beliau berkata bahwa cara pemilihan dahulu kala berbeda dengan sekarang.  Pada awalnya, beliau masuk ke dalam daftar calon sementara pada nomor 54.  Sedangkan dalam daftar calon tetap, menjadi nomor 22.  Pada nomor 22 tersebut, ternyata nomor 1 sampai dengan 16 merupakan food gather, yaitu nama-nama orang terkenal yang bertujuan untuk meraih suara dalam jumlah banyak, tetapi tidak ingin menjadi anggota DPR.  Orang-orang tersebut bertindak sebagai pemancing saja.  Pada akhirnya, beliau berada pada nomor 6. Sekretariat Bersama Golongan Karya mendapatkan total 54 kursi seusai pemilihan umum.  Karena beliau menduduki posisi 22, tepatnya posisi 6, beliau terpilih.  Lalu pada pemilihan umum berikutnya, beliau masuk kembali dalam daftar calon tersebut, kejadian tersebut berulang sampai 4 kali, dari tahun 1971 sampai 1992.  Beliau terpilih kembali selama 21 tahun karena pada tahun 1971, pemilu berikutnya diadakan lagi pada tahun 1977 (6 tahun).  Berikutnya, pada tahun 1992, beliau ditawarkan untuk menjadi DPR RI, namun istri dan anaknya kurang setuju, dengan alasan beliau harus istirahat berkenaan dengan umurnya yang cenderung sudah tua. 
         Pada saat beliau menjabat sebagai DPRD Jawa Tengah, beliau ditempatkan di komisi pembangunan.  Komisi pembangunan tersebut berfungsi untuk mengawasi pembangunan, dan bekerjasama dengan dinas-dinas yang berhubungan dengan pembangunan pula, misalnya adalah Dinas Pekerjaan Umum.  Dinas tersebut dibagi menjadi 3, yaitu Dinas Pekerjaan Umum bagian perairan , Dinas Pekerjaan Umum bagian jalan dan jembatan, lalu ada Dinas Pekerjaan Umum bagian cipta karya (bekerja membangun rumah, kantor-kantor, serta mengurusi masalah-masalah industri).  Disana, beliau merupakan pelopor, atau sekarang bernama sekretaris komisi sampai pada tahun 1992.  Dalam hal pekerjaannya, proyek-proyek yang pernah beliau kerjakan untuk Indonesia diantara lain, pembangunan jembatan, membangun baru atau merehabilitasi, pembuatan aliran sungai untuk pengaliran sawah, pembuatan waduk, pembuatan jalan raya (tingkat provinsi maupun pusat),dan sebagainya.  Namun sebagai DPRP Jawa Tengah, beliau tidak terjun langsung ke medan, melainkan hanya mengawasi jalannya proyek tersebut saja, apakah proyek tersebut berjalan sesuai prosedur atau tidak.  Jika sampai tidak sesuai dengan rencana, maka kepala dinas akan dipanggil ke komisi, lalu diminta pertanggung jawabannya.  Tetapi sebelum mengawasi di medan, komisi harus memberitahu jika ingin berkunjung untung memantau jalannya proyek tersebut, sehingga dinas dapat bersiap-siap.  Namun beliau lambat laun menyadari bahwa dibalik semua itu, terdapat beberapa kecurangan yang terjadi, sehingga beliau menyelinap tanpa pemberitahuan datang ke proyek, dan ternyata benar jika terjadi banyak kesalahan dan kekeliruan disana.  Proyek selanjutnya yang beliau pantau ialah proyek mengenai listrik.  Dahulu, belum semua tempat dapat menggunakan listrik.  Tempat-tempat terpelosok sama sekali belum mendapatkan listrik, hanya di bagian kota yang sudah dapat menggunakan alat elektronik.     
         Suka dan duka juga beliau hadapi secara bergantian ketika menjabat sebagai DPRD Jawa Tengah.  Meskipun awalnya beliau kurang suka dengar pekerjaannya, lambat laun beliau mau dan sudah menjadi kewajibannya untuk menyadari bahwa beliau mempunyai tanggung jawab yang cukup besar.  Disamping itu, beliau mempunyai prinsip bahwa apa yang ingin beliau tangani, beliau tidak perlu malu, namun jangan sampai dipermalukan oleh kegagalan.  Sehingga beliau berjuang secara sungguh-sungguh, belajar dari berbagai sector, dan berguru kepada berbagai orang.  Hal tersebut bertujuan agar beliau tidak dipermalukan oleh kebodohan beliau sendiri.  Beliau juga berkata bahwa ia selalu menjauh dengan hal-hal yang dianggap bermain kotor.  Beliau berkata bahwa pekerjaannya dilakukan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, jangan sampai menjadi tidak jujur karena ke-egoisan diri kita sendiri.  Walaupun beliau memberitahu saya jika gaji DPRD Jawa Tengah hampir sama dengan gaji guru SD, beliau tetap bekerja keras dan melakukannya semata-mata hanya untuk rakyatnya.  Mungkin karena itu, beliau terus dipilih 4 kali pemilu secara berturut-turut.        

No comments:

Post a Comment