Friday, 31 May 2013

Tugas-2 Biografi Fadel Arrozi



Saksi sejarah dari bangku sekolah

Apa yang saya akan tuliskan sebagai peristiwa terdahulu yang dialami oleh kakek saya yang bernama Eddy suchaedi dan keluarganya yang merupakan cuplikan keadaan masyarakat pada jaman penjajahan belanda dan jepang sebagai  hal-hal yang mungkin tepat digunakan untuk menyelasaikan tugas sejarah kali ini.
Sebelum saya menceritakan hal-hal yang terjadi di kepada kakek saya mari kita mundur sebentar untuk me review apa yang terjadi saat itu di indonesia. Awal mula masuknya bangsa eropa ke indonesia karena bangsa bangsa di eropa tertarik kepada rempah-rempah yang dimiliki negara-negara seperti indonesia. Bangsa eropa yang pertama kali datang ke indonesia adalah bangsa portugis yang dipimpin oleh albuquerque, lalu dilanjutkan dengan bangsa-bangsa eropa lainnya seperti belanda dan inggris. Mereka yang awalnya hanya untuk keperluan dagang saja, untuk praktisnya para pendatang tersebut menempatkan wakil wakilnya di indonesia yang kemudian memperkuat wilayah-wilayah mereka dan akhirnya menjadikan tempat tersebut sebagai negara jajahan.
Periode Desember 1938-mei 1945
Ayah kakekku atau buyutku yang bernama suanda miharja adalah seorang  kepala sekolah di sekolah rakyat atau bisa disebut sebagai HIS di cilegon pada tahun 1930 yang pada saat itu adalah satu satu nya kepala sekolah di sekolah rakyat yang orang indonesia. Kegiatan kakekku dan keluarganya sehari hari adalah mendengarkan radio yang pada saat itu hanya ada dua saluran yang salah satunya adalah NIROM. Disamping itu buyutku mendirikan suatu grup media yang beranggotakan 12 orang bernama Leestrommel  yang isinya berupa media majalah seperti weereld niews, sport in bleed, de lach, libelle, dan lain-lain. Tujuan dibentuknya Leestrommel ini adalah karena cilegon adalah daerah yang masih belum terjangkau oleh media koran koran nasional pada saat itu jadi Leestrommel ini menjadi sumber informasi dari dunia luar selain radio dan karena majalah tersebut masih menggunakan bahasa belanda jadi anggotanya hanya terbbatas pada orang orang yang bisa menggunakan bahasa belanda termasuk buyut saya. Karena ada 12 anggota, tiap 3 hari kotak ini di operkan ke anggota lainnya sesuai dengan urutannya. Urutan ini disesuai kan dengan tingkat kedudukan sosial sehingga anggota terakhir baru mendapat majalahnya setelah hari ke 37 setelah majalah di terbitkan.
Buyutku juga berperan dalam kebudayaan indonesia beliau dibantu dengan meneer mansoer dan penduduk cilegin yang berminat, mendirikan kumpulan seni sunda dengan nama “Sakardana”. Anggotanya adalah inohong-inohong sunda sampai lapisan lapisan masyarakat. Sekedar untuk contoh tukang kecapi dimainkan oleh station chef cilegon, meneer mansoer memainkan suling, tukang cukur yang memainkan rebana, dan sebagainya. Kemudian karena mendapat respon positif dari masyarakat cilegon, kegiatan seni ini meningkat lalu didirikan lah satu toneel vereeneging yaitu sandiwara pentas dengan tetap memakai nama “Sekardana” untuk setiap pertunjukan diperlukan waktu yang lebih lama dibanding pentas musik yang sebelumnya yaitu memakan waktu dua bulan, untuk menyusun koreografi, kostum, mengatur pentas, latihan, dan sebagainya. Pentas perdananya adalah pandji woeloeng dimana ibu dari kakekku turut serta menjadi pemeran nyai tundjung sari pementasan ini disampaikan dalam kidung-kidung sunda. Suatu saat diantara penonton ada oenonton dari serang adalah kandjeng abas, beliau minta agar “ sekardana” tampil di serang karena beliau ingin mengundang pejabat-pejabat dan pegawai se kabupaten. Setelah ada kegiatan seni tersebut kegiatan kesenian terbuka yang lain mulai hidup di cilegon.
Pada tahun ajaran 1938 kakek saya pindah sekolah ke 1ste Gouverments Mulo School di jakarta. Disana beliau tinggal dirumah saudaranya yaitu abdoel syoekkoer di meester corneeles atau sekarang disebut jati negara. Pada saat  liburan sekolah pada tahun 1941 beliau pulang ke cilegon, pada suatu malam buyut saya sedang mendengarkan radio dan memanggil kakek dan seluruh keluarganya untuk mengabarkan bahwa perang dunia kedua telah meletus. Selang beberapa waktu tepatnya pada bulan desember 1942, ada berita bahwa jepang telah menggempur basis kapal-perang amerika serikat di pearl harbour. Lalu berita bahwa belanda telah bergabung dengan sekutu dan menyatakan perang terhadap jerman.
Setelah liburan usai kakek saya kembali ke jakarta dan menemui banyak sekali kegiatan yang tidak biasa, hindia belanda mulai mempersiapkan diri, demi mengtisipasi serangan jepang baik dari udara maupun darat. Dibentuknya kegiatan atau organisasi paramiliter seperti
School oefen korps yaitu kegiatan paramiliter yang diperuntukan bagi siswa setaraf mulo dan diatasnya. Di kegiatan itu siswa dibagikan seragam hijau lengkap dengan sepati stiwel dan harus megikuti latihan dasar kemiliteran, termasuk melempar granat dengan aba-aba bahasa belanda. Sampai hal hal sepele seperti mengikat tali sepatu pada sepatu boots, semua guru mulo pada saat itu adalah orang belanda kecuali engku soekardi yang mengajari bahasa melayu kata “INDONESA” pada saat itu dilarang digunakan
Militia adalah pendaftaran latihan militere untuk orang yang mau masuk KNIL bila lulus nanti, mereka akan lansung diterima di KNIL.
Hulp polotie atau polisi bantuan ini anggotanya berseragam polisi berwarna khaki, tetapi tanpa selempang kulit dan pada lengan kiri diberi selubung kain putih dengan tulisan “H.P”
LUCHT Bescherming Dienst (L.B.D) Atau yang disebut sebagai dinas penanggulangan bahaya serangan udara, anggotanya berseragam biru tua melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemungkinan serangan udara, seperti pemeriksaan lampu mobil agar tidak terlihat dari udara atau pesawat terbang. Dilapangan terbuka seperti mona dan lapangan terbuka luas lainnya dibuat gubuk gubuk tiruan yaitu gubuk gubuk dari bilik dengan atap dicat merah, hingga dilihat dari atas seoerti kampung kampung dengan jalanan dan juga kendaraan yang merupakan tiruan, dengan tipuan ini diharapkan dapat mengecoh parat pilot-pilot dari jepang, karena bukan terlihat seperti kota batavia. Dan juga ada pemansangan sirine diberbagai tempat jika terdapat serangan udara dapat cepat cepat bersembunyi.
Rode kruis yaitu para anggota wanita dan prianya berseragam putih dengan ban lengan putih dan memakai palang merah. Semua anggota rode kruis harus berlatih dan menguasai E.H.B.O atau pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Mereka menyiapkan  kotak –kotak P3K, tandu-tandu dan mobil palang merah. Rumah sakit diorganisir seperlunya, untuk efisiensi tempat pasien.
Vrouwen Corps-Non Combatans yaitu membantu administrasi dibidang-bidang yang memerlukan, sebagai supir, sebagai anggota para-medics. Dan seragamnya disesuaikan dengan tugas yang diberikan pada saat itu.


1 Mei 1941. Serangan jepang ketarakan
Dengan serangan jepang ketarakan berarti jepang telah masuk wilayah indonesia dan diperkirakan dengan gerak cepatnya pasukan jepang tidak akan lama lagi tiba di jawa. Tanggal 2 mei semua sekolah diliburkan, dan kakek saya lansung pulang ke cilegon, dan tak lupa menyembunyikan semua peralatan yang diberikan oleh organisasi  school oefen corps.
Buyutku juga telah mempersiapkan segala sesuatunya mengantisipasi invasi jepang ke jawa, dengan membakar semua lembaran karikatur-karikatur yang menggambarkan kekejaman para  prajurit jepang, karikatur yang menggabarkan prajurit jepang sedang memegang bayonet ke bawah. Lalu entah dari mana dan kapan buyutku mendapatkan gambar kaisar hirohito diatas kuda walaupun warna kertasnya sudah agak pudar. Gambar itu ditaruuh di bingkai kaca dan diletakkannya di ruang keluarga.
Lalu pada suatu pagi saat kakekku terbangung dan melihat orang tuanya berada dihalaman rumah dan sedang menunjuk ke arah lapangan sepak bola didepan kedewanan dimana disana ada beberapa tentara jepang menggunakan sepeda. Rupanya para tentara yang baru sampai cilegiin telah merampas banyakk sepeda dari toko pergadaian, karena pada saat itu masyarakat lebih banyak yang menggadaikan sepeda dibanding barang yang lain. Kakekku ter heran heran kenapa tidak ada suara letusan pistol atau granat pada saat para tentara jepang itu datang. Lalu ada 2 orang tentara jepang datang ke pekarangan buyutku dengan membawa pedang, buuyutku mempersilahkan mereka masuk  dan salah satu dari mereka bertanya apakah anda bisa berbahasa indonesa lalu buyutku menjawab “YES”  karena ikut pelajaran mulo kakekku juga mengerti apa yang mereka bicaraan. Singkat cerita mereka menanyakan dimana bida menemukan sepeda-sepeda yang banyak. Lalu kakekku menunjuk ke arah tempat pegadaian yang lain setelah mereka bertanya buyutku mempersilahkan mereka masuk ke ruang keluarga disana mereka berhenti sejenak dan membungkuk hormat kepada gambar kaisar hirohito yang ada di ruang keluarga, sakah satu dari tentara jepang itu berkata “itu bagus, tapi tolong lain waktu ditutup dengan kain sutra”. Setelah di ruang keluarga salah satu dari mereka memperkenalkan diri. Namanya Dr.Toshiro Shina anggota pasukan sakura yang non combatan, jadi ini adalah organisasi yang ditinggalkan timnya untuk sementara mengatur pemerintahan sipil cilegon. Tiap sore kalau mereka senggang, tim mereka dihibur oleh kelompok seni sunda  yang ada di daerah kami utamanya kecapi, suling, yang ternyata agak mirip dengan alat samisen atau koto dan irama lagunya yang melancholic seperti cianjuaran. Setelah lebih dari satu minggu mereka meninggalkan cilegon dan pergi ke jakarta.
Pada tanggal 9 maret 1942  belanda menyerah kepada jepang.
Keadaan ekonomi selama kependudukan jepang diindonesia, Sejak perang dunia kedua, ekonomi hampir di segala aspek kian lama kian menuruun, keperluan primer pelan-pelan harganya naik, begitu pula yang sekunder, begitu pula dengan supply barang barang juga semakin menghilang.
Seperti belanda mengadakan School oefen korps untuk melatih siswa sekolah dalam rangka indie siap siaga mengantisipasi situasi genting, jepang juga mengadakan gerakan serupa untuk mengatasi sekutu, misalnya gerakan Gakuto Tai, Seinen kurenso, PETA, Hei ho, Tonari gumi. Siswa spma dilatih ditempat pelatihan di bogor. Yaitu berlatih menggunakan senapan mesin berat.

Begitulah cerita atau kisah dari kakekku sampai sma karena hanya dibatasi 11.000 karakter maka ceritanya hanya sampai sini 


kakek saya yang ditengah

1 comment: