Friday, 31 May 2013

Tugas-2 Biografi Faisal Putra R XI IPA 4

Datuk Ahmad Busthomi, Pejuang Bengkulu ke Makassar

Indonesia dan sejarahnya, adalah suatu hal yang mungkin tidak akan pernah selesai untuk dibahas. Merdeka sejak 17  agustus 1945, yang berarti Indonesia sudah merdeka hampir selama 68 tahun . tetapi kemerdekaan tersebut seperti diabaikan oleh para pemerintah dengan melupakan jasa-jasa serta usaha para pahlawan yang ikut serta membela tanah air tercinta dalam merenut kemerdekaan dan  pembasmian dari pemberontak-pemberontak yang ingin menguasai Indonesia.                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Pada semester 2 ini saya  diberikan tugas untuk  mewawancarai orang seusia kakek saya yang memiliki peranan terhadap Indonesia. Pada awalnya saya ningung untuk mencari kakek atau nenek yang harus saya wawancarai. Pada awalnya saya ingin mewawancarai eyang dari keluarga ibu saya tetapi pada saat proklamasi eyang saya tgersebut masih sangat kecil. Lalu setelah lama mencari orang yang dapat saya wawancarai saya baru ingat akan kakek dari keluarga ayah saya yang sudah meninggal sebelum saya lahir. Pada awalnhya saya kesulitan mencari  narasumber. Tetapi akhirnya saya tetap harus mengumpulkan tugas ini. Pada awalnya saya menemui hambatan karena nenek as sedang dirawat di luar negeri. Hingga akhirnya nenk as kembali ke kediamannya, saya pergi ke sunter bersama ayah saya untuk bertemu dengan adik dari kakek saya tersebut, yang akrab saya panggil Nenek As. Setelah beramah tamah selama beberapa lama, akhirnya wawancara pun dilakukan.
A.      Biografi
Ahmad Busthomi, yang biasa dipanggil Busthomi lahir pada tanggal 20 November 1929. Lahir dari pasangan Affandi dan Aisyah.  Masa  kecil beliau dihabiskan di Bengkulu, bersekolah dan bermain dengan anak-anak seumurnya. Beliau terlahir  di keluarga menengah kebawah sehingga pada masa remajanya beliau memutuskan untuk bekerja di kantor pos milik jepang. Menurut ayah saya beliau merupakan orang yang sangat tegas dikarenakan didikannya dari kecil. Menurut Nenek As, selama bekerja beliau merupakan orang yang sangat tekun dan tidak asal-asalan. Beliau bekerja sampai takluknya jepang karena desakkan sekutu dan juga dari pihak Indonesia. Setelah berumur sekitar 17 tahun-an, akhirnya beliau memutuskan untuk menjadi tentara. Setelah mengalami pendidikan selama beberapa bulan akhirnya beliau ditugaskan di baturaja, sumatera selatan. Lalu, setelah dinas selama beberapa tahun di tempat tersebut, beliau pun dipindah tugaskan lagi ke lampung. Disana beliau menemukan pujaan  hatinya,  yang bernama zaini, dan akhirnya menikah, serta membeli rumah disana. Setelah ditugaskan di lampung beliau dipindah tugaskan lagi ke Makassar. Tetapi karena beliau sudah memiliki istri dan anak-anak, seluruh keluarganya pun ikut serta pindah ke Makassar. Di Makassar terjadi pemberontakkan permesta, beliau ikut serta dalam pembasmian operasi militer para pemberontak tersebut. Setelah permesta berhasil dibasmi di Makassar belikau masih bertugas disana. Di Makassar juga lahir lah anak ke-6 & ke-7 yang merupakan ayah saya.  Setelah itu, di umurnya yang sekitar 45-an beliau menmutuskan untuk  pension dini dan kembali ke lampung. Saat beliau diajukan untuk diberikan piagam penghargaan, beliau menolak karena harus ada proses yang menurutnyas agak menyulitkan, sehingga pada akhirnya saat beliau meninggal beliau pun mewasiatkan untuk menguburkannya di tempat pemakaman umum setempat pada tahun 1989 di usia 60 tahun.  


                                                                                                                                                                                             
B.    Peranan                                                                                                                                                                                                                         
Datuk saya memiliki peranan terhadap Indonesia, yaitu membasmi permesta di Makassar. Perdjuangan Semesta atau Perdjuangan Rakjat Semesta disingkat Permesta adalah sebuah gerakan militer di Indonesia. Gerakan ini dideklarasikan oleh pemimpin sipil dan militer Indonesia Timur pada 2 Maret 1957 yaitu oleh Letkol Ventje Sumual. Pusat pemberontakan ini berada di Makassar yang pada waktu itu merupakan ibu kota Sulawesi. Awalnya masyarakat Makassar mendukung gerakan ini. Perlahan-lahan, masyarakat Makassar mulai memusuhi pihak Permesta. Setahun kemudian, pada 1958 markas besar Permesta dipindahkan ke Manado. Disini timbul kontak senjata dengan pasukan pemerintah pusat sampai mencapai gencatan senjata. Masyarakat di daerah Manado waktu itu tidak puas dengan keadaan pembangunan mereka. Pada waktu itu masyarakat Manado juga mengetahui bahwa mereka juga berhak atas hak menentukan diri sendiri (self determination) yang sesuai dengan sejumlah persetujuandekolonisasi. Di antaranya adalah Perjanjian Linggarjati, Perjanjian Renville dan Konferensi Meja Bundar yang berisi mengenai prosedur-prosedur dekolonisasi atas bekas wilayah Hindia Timur.
Pemerintah pusat Republik Indonesia yang dideklarasikan di Jakarta pada 17 Agustus 1945 kemudian menggunakan operasi-operasi militer untuk menghentikan gerakan-gerakan pemberontakan yang mengarah kepada kemerdekaan.
Pemerintah Pusat melalui KSAD Mayor Jenderal Nasution melakukan pesiapan guna melakukan operasi militer terhadap kedudukan Permesta di Sulawesi. operasi ini di sebut Operasi Saptamarga I dengan pimpinan Letkol Soemarsono dengan rincian sasaran Sulawesi Utara bagian Tengah pada bulan Maret 1958 Palu dan Donggala telah direbut oleh APRI(Angkatan Perang Republik Indonesia) dan Pasukan Mobile Brigade, di bawah pimpinan Kapten Frans Karangan Dikabarkan bahwa komandan. Akhir Maret 1958, Permesta mendapatkan bantuan gerombolan Jan Timbuleng (Pasukan Pembela Keadilan/PPK) juga turut bergabung gerombolan pemberontak lainnya, kurang lebih 300 orang dari satu kelompok (Sambar Njawa) yang dipimpin Daan Karamoy. Serta bekas istri Jan Timbuleng, Len Karamoy sebagai komandan pasukan, menawarkan diri untuk melatih sebuah laskar wanita untuk Permesta (PWP). serta mereka Pula melakukan rencana untuk menyerang Jakarta. Namun secara bertahap. rencana ini di beri nama Operasi Djakarta II. Rencana Operasi Djakarta II itu adalah sebagai berikut: a. merebut kembali daerah Palu/Donggala yang telah dikuasai Tentara pusat;lalu menyerang dan menduduki Balikpapan. b. sasaran kedua adalah Bali; c. sasaran ketiga adalah Pontianak; d. sasaran terakhir adalah Jakarta. Operasi ini bertujuan untuk menekan Pemerintah Pusat agar mau berunding dengan PRRI. dan pada 13 April 1958 pesawat pesawat milik AUREV menyerang lapangan udara Mandai Makassar serta tempat tempat lainya seperti Ternate,Balikpapan dan Donggala dan serangan yang paling fatal adalah serangan terhadap Kapal Hang Tuah yang sedang bersandar di pelabuhanBalikpapan.menyebabkan Kapal tersebut tenggelam.
Datuk saya membasmi permesta dari selatan ke utara. Terjadi pertempuran sengit antara Tentara Indonesia dan Permesta. Banyak dari rekan Datuk yang kehilangan anggota tubuhnya. Tetapi untungnya datuk masih selamat hingga permesta berhasil diberantas.
Lalu, Gubernur Sulawesi Andi Pangerang menyatakan Pembekuan segala Aktivitas yang Berkaitan dengan Permesta. dan kemudian Amerika Serikat menarik segala bantuanya terhadap Permesta. karena malu terhadap Pemerintah Pusat setelah pesawat yang di kemudikan Pope terjatuh, yang membongkar segala bantuan Amerika terhadap Permesta, Sebelum pesawat itu jatuh Amerika Serikat, dengan sangat bersikeras menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak terlibat dengan PRRI maupun Permesta. Seperti yang dikutip oleh John Foster Dulles “Apa yang terjadi di Sumatera adalah urusan dalam negeri Indonesia. AS tidak ikut campur dalam urusan dalam Negeri Negara lain” Kemudian, Eisenhower selaku Presiden Amerika Serikat, mengadakan jumpa pers terkait Peristiwa yang terjadi di Sumatera dan Sulawesi,serta penemuan beberapa senjata buatan AS. isi dari jumpa pers itu adalah: “Senjata-senjata yang ditemukan oleh ABRI. adalah senjata yang dengan mudah dapat ditemukan di pasar gelap dunia. Di samping itu, sudah biasa di mana ada konflik pasti akan ditemukan tentara bayaran”Tetapi tuduhan bahwa Amerika Serikat terlibat disini semakin nyata, setelah tubuh Pope digeledah dan terdapat beberapa identitas tentang dirinya. seperti surat keterangan yang mengizinkan Pope memasuki semua fasilitas militer AS di Philpina. Juga ada kartu klub perwira di pangkalan itu.
Hal ini membuat Amerika benar-benar kehilangan muka di dunia.bahkan segala buku yang mengisahkan sepak terjang CIA selalu memojokan Amerika. Untuk meraih Hati Presiden Soekarno. Amerika menawarkan bantuan senjata. serta bersedia mengimpor beras kepada Indonesia dengan bayaran Rupiah,selain itu dengan sangat terpaksa, Amerika menghentikan segala bantuannya kepada PRRI dan Permesta. sehingga membuat keduannya semakin melemah. Sementara itu peperangan antara Pemerintah pusat dan Permesta semakin gencar. saling menguasai beberapa tempat terjadi. pada tanggal 17 Pebruary 1959 Permesta secara serentak melakukan serangan besar besaran yang di beri nama operasi "Operation Djakarta Special One". Tujuan dari serangan itu adalah. menduduki beberapa Kota Srategis seperti; Langowan, Tondano dan Amurang-Tumpaan. untuk menhancurkan segala Prasarana musuh. Namun demikian,operasi tersebut mengalami kegagalan walaupun Permesta sempat menduduki beberapa tempat. namun hanya untuk beberpa jam saja. karena tempat tersebut berhasil direbut oleh Pasukan APRI dan AURI.
Setelahnya pasukan APRI dan AURI berhasil menduduki beberapa tempat yang sebelumnya merupakan basis terkuat dari Permesta.

                                                                                                                                                                          


No comments:

Post a Comment