Monday, 27 May 2013

Tugas-2 Biografi Irsyad Rafianda XI IPS 3

        ANDI HAKIM NASUTION:  PEMBAHARU SEJATI PENDIDIKAN INDONESIA
“Ingatlah selagi kamu memanjat tangga sukses, jangan lupa untuk meraih dan menolong orang yang mengikuti”-Andi Hakim Nasution

Orang yang saya angkat untuk dituliskan profilnya adalah Andi Hakim Nasution.  Andi Hakim merupakan rektor Institut Pertanian Bogor selama 2 periode(1978-1987)  Hubungan keluarga saya dengan beliau adalah beliau menikah dengan saudara nenek saya.  Dan biasanya saya memanggilnya dengan sebutan Ompung karena dia orang Batak. Sayang, karena sudah meninggal saya tidak bisa berbicara langsung dengan beliau.  Tetapi saya bisa berbicara dengan istrinya yaitu Amini Soekadi.  Dan dari beliaulah saya mendapatkan informasi tentang Andi Hakim Nasution.  Sebelumnya saya hanya tahu dia merupakan orang “besar”.  Besar dalam artian beliau sangat terpandang.  Tetapi ketika saya mewawancarai eyang saya, saya baru menyadari bahwa dia lebih “besar” dari apa yang saya kira.  Berikut ini adalah biografi tentang beliau dan apa saja yang pernah beliau lakukan selama hidupnya.

BIOGRAFI
Andi Hakim Nasution lahir di Jakarta pada tanggal 30 Maret 1932.  Beliau merupakan anak dari pasangan Bapak Anwar Nasoetion(Almarhum) dan Ibu Siti Marijam Loebis Nasoetion(Almarhum). Beliau menghabiskan masa mudanya di Bogor karena ayahnya merupakan dokter hewan yang bekerja di kota tersebut.  Siti Marijam Loebis merupakan ibu tirinya.  Ibu kandungnya meninggal 13 bulan setelah beliau lahir.  Ibu tirinya dikatakan sangat baik terhadapnya, berbeda dengan bagaimana ibu tiri di sinetron pada zaman 80an, di mana ibu tiri dianggap jahat.  Oleh karena itu dia sempat mengkritik sinetron pada zaman 80 an di tulisannya.

 Dari tahun 1938 hingga 1944 beliau belajar di HIS(Hollandsch-Inlandsche School, setingkat dengan Sekolah Dasar sekarang) Ardjoena Bogor hingga kelas 5.  Tetapi beliau baru mendapatkan ijazah SR pada tahun 1945.  Setelah beliau melanjutkan pendidikan sekolah dasarnya, beliau melanjutkan pendidikannya di SMP “Bawah Tanah”.  Agak kurang jelas maksud dari SMP “Bawah Tanah” ini, apakah SMP itu memang benar bernama Bawah Tanah ataukah sekolah itu merupakan sekolah ilegal.  Pada tahun 1948 beliau lulus SMP dan melanjutkan pendidikan SMA nya ke SMA Ganadi.  Tapi hal itu tidak berlangsung lama diakibatkan orang tua beliau saat itu tidak punya biaya lagi. Oleh karena sebab itulah Om Andi melanjutkan pendidikan SMA nya di Sekolah Pertanian Menengah Atas(SPMA) Bogor.   Pada tahun 1952, beliau diterima di Fakultas Pertanian IPB dan 6 tahun kemudian pada tahun 1958 beliau lulus dengan predikat cum laude dengan keahlian utama Ilmu Tanah dan keahlian kedua Produksi Pertanian.   Tahun 1961 hingga 1964 beliau melanjutkan pendidikan di North Carolina State University(NCSU) dan memperoleh gelar Doctor Of Philosophy  atau Ph.D dalam Statistika Eksperimental dengan bidang keahlian kedua Genetika Kuantitatif. 
Andi Hakim Nasution mempunyai pengalaman mengajar pertama kali pada tahun 1957 ketika beliau mengajar Matematika dan Statitika di Akademi Pertanian Ciawi.  Hal ini dijalaninya hingga tahun 1958.  Kemudian beliau menjabat sebagai Sekretaris Akademi pada Akademi Pertanian Ciawi dari tahun 1958 hingga 1961.  Di antara kurun waktu tersebut atau tepatnya tahun 1960 beliau mengajar Matematika di Akademi  Kimia Analis.  Bahkan pada tahun 1959 beliau pernah menjadi asisten dosen atau asdos  di IPB.  
Andi Hakim Nasution mulai berkelut dengan IPB pada tahun 1965 setelah beliau kembali dari Amerika Serikat.  Beliau menjadi dosen pada tahun tersebut.  Karir mengajar di IPB beliau lanjutkan dengan menjadi Dekan Fakultas Pertanian IPB.  Di pertengahan masa jabatannya tepatnya pada tahun 1968 Jurusan Statistika pada bagian Biometrika, Departemen IPA, Fakultas Pertanian dibentuk oleh beliau.  Setelah beliau menjabat sebagai Dekan, tahun 1971 beliau diangkat menjadi Direktur Pendidikan Sarjana IPB.  Di pertengahan masa jabatannya tepatnya pada tahun 1972 beliau membentuk Departemen Statistika dan Komputasi pada Fakultas Pertanian IPB.  Pada tahun 1978 beliau mulai diangkat sebagai Rektor IPB.  Jabatan ini beliau pegang hingga tahun 1987.  Kala beliau menjabat sebagai rektor, tahun 1980 beliau membentuk Fakultas Sains dan Matematika.  Sepuluh tahun lebih kemudian, tepatnya pada tahun 1991, beliau terpilih sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam(FMIPA) IPB.

Beliau pernah berbohong untuk memasukkan siswa berprestasi.  Diceritakan bahwa ada anak yang telat mendaftar untuk masuk Fakultas Pertanian IPB.  Pada zaman itu ada sistem rekomendasi.  Tiap-tiap provinsi berhak mengirimkan siswa terbaiknya untuk mendaftarkan diri di IPB.  Siswa yang telat mendaftar ini ternyata akibat dari bupati tempat ia tinggal keliru merekomendasikan siswa.  Andi Hakim Nasution kemudian menyuruh siswa itu berbohong dengan cara menuliskan tanggal sebelum penutupan di formulir pendaftarannya dan menyuruh anak itu agar mengotori formulir pendaftarannya sehingga diterima dalam keadaan rusak.  Dan sekarang anak itu menjadi guru besar Kelautan di Universitas Diponegoro, Semarang.
Selain di IPB, beliau juga mempunyai pengalaman di luar IPB.  Kebanyakan pengalaman itu beliau dapatkan tahun 1990an.  Beliau pernah menjadi anggota Dewan Penyantun Universitas Sumatera Utara pada tahun 1996.  Beliau juga pernah menjadi Pembina P3G Matematika Depdikbud Yogyakarta pada tahun 1997.  Selama 4 tahun dari 1997 sampai 2001 beliau pernah menjadi Ketua STT Telkom Bandung.

Andi Hakim Nasution suka sekali menulis. Beliau membuat buku pertamanya ketika masih berada di bangku SMA.  Buku tersebut diberi judul Anak-Anak Bintang Pari.  Buku itu berisi cerita yang dibuat oleh beliau sendiri yang bertemakan kepanduan atau sekarang yang lebih dikenal dengan Pramuka.  Buku itu berhasil memenangkan hadiah Pekan Buku Indonesia tahun 1954 untuk bacaan anak-anak 12 sampai 15 tahun. 
Buku pertama yang beliau buat


Beliau mulai menulis buku teks Matematika Mutakhir pada tahun 1965 hingga 1968 dengan menggunakan ejaan baru(Ejaan Yang Disempurnakan) meskipun ejaan tersebut baru resmi dipakai pada tahun 1972.  Saking gemarnya beliau menulis, beliau punya catatan sendiri tentang hal apa yang akan ia tulis.  Topiknya pun bermacam-macam, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, sampai filsafat dan agama.  Banyak sekali buku dan artikel di koran-koran yang beliau terbitkan.  Bahkan saking banyaknya artikel yang beliau buat, ketika sebagian dari artikel-artikel tersebut dibukukan dalam satu buku, yang dihasilkan adalah satu buku yang tebal berisi pandangan-pandangannya tentang bermacam-macam topik, terutama yang ada hubungannya dengan pendidikan.  Buku tersebut diberi judul Daun-Daun Berserakan: Percikan Pemikiran Mengenai Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan yang terbit pada tahun 1981.
Daun-Daun Berserakan
 
Buku yang berisi kumpulan tulisan yang beliau buat dimuat pada tahun 2002 untuk memperingati hari ulang tahunnya ke 70 yang berjudul Pola Induksi Seorang Eksperimentalis.
Pola Induksi Seorang Eksperimentalis
 
Bukan hanya menulis artikel, beliau pernah ikut dalam pembuatan buku cetak(text book) untuk pelajaran matematika untuk SD, SMP, dan SMA dan juga IPA untuk SD.  Selain itu, beliau pernah menulis buku yang bertemakan agama.  Ada yang berisi tentang kumpulan khutbah dan ceramah yang pernah ia buat dan hubungan antara Al Qur’an dan lingkungan hidup.  Buku tentang Al Qur’an dan lingkungan hidup yang telah disebutkan tadi ditulis oleh beliau dan salah satu muridnya.

Selain suka menulis, Andi Hakim Nasution sangat tertarik dengan berbagai macam ilmu pengetahuan.  Hal ini dapat dibuktikan dari koleksi bukunya yang sangat melimpah bahkan ada satu ruangan khusus di rumahnya khusus untuk menaruh koleksi buku-bukunya.  Buku-buku yang dikoleksi beliau bermacam-macam temanya.  Ada yang tentang statistika, pertanian, pendidikan, sampai ke agama sekalipun.  Menurut cerita eyang saya, buku-buku yang jumlahnya bisa mencapai ratusan itu kebanyakan sudah habis dibaca oleh beliau.  Beliau mempunyai ketertarikan dalam psikologi.  Akibat ketertarikan dengan ilmu tersebut, beliau mempunyai hubungan ilmu dengan Saparina Sadly dan Tika Bisono.  Beliau membimbing mereka dalam membantu pengolahan data bidang non statistika, dalam hal ini psikologi.
Sebagian dari koleksi buku Andi Hakim Nasution

Menurut eyang saya, Andi Hakim Nasution merupakan seorang yang visioner.  Beliau pernah  membahas jalan tol jauh sebelum jalan tol dibangun.  Selain itu, beliau pernah memprediksikan bahwa lahan pertanian di Pulau Jawa akan tinggal 30% saja pada abad 21.  Hal ini membuat beliau khawatir sehingga beliau menggagas untuk mereklamasi Pulau Jawa untuk lahan pertanian dan bertani sayuran dengan cara hidroponik.

Sebelum meninggal, Andi Hakim Nasution mendapatkan penghargaan Fok Ying Tung dari Taiwan.  Penghargaan tersebut merupakan penghargaan bagi orang Asia Tenggara yang mempunyai pencapaian dan kontribusi untuk pengembangan budaya dan masyarakat.  Penghargaan ini diberikan oleh Fok Ying Tung Commitee.
Piagam Fok Ying Tung


Foto Para Penerima Penghargaan Fok Ying Tung.  Andi Hakim Nasution berada di  barisan depan paling kanan

Andi Hakim Nasution meninggal pada 4 Maret 2002 akibat kanker prostat yang dideritanya.  Dan sekarang namanya diabadikan sebagai Gedung Andi Hakim Nasution yang dulunya bernama Gedung Rektorat IPB dan berada di Kampus IPB Dramaga.  Eyang saya bercerita bahwa sebenarnya Andi Hakim Nasution akan dibuatkan patungnya untuk menghormatinya, tetapi eyang saya menolak hal tersebut terjadi.  Andi Hakim Nasution meninggalkan 1 orang istri, 3 orang anak yang sudah mendapatkan pendidikan tinggi, dan 3 orang cucu.  Dan pada tahun 2008, sebuah buku tentang testimonial orang-orang yang mengenal Andi Hakim Nasution tentang beliau diterbitkan dengan judul 7 Warisan Andi Hakim Nasution: Ilmiah, Pendidik, Pemimpin, Visioner, Integritas, Moralis, dan Humanis.  
Kenang-kenangan pendirian Gedung Andi Hakim Nasution
Buku yang berisi testimonial orang-orang dekat Andi Hakim Nasution

PERANAN
Andi Hakim Nasution mempunyai banyak peranan untuk negeri ini, terutama di bidang pendidikan.  Beliau adalah pelopor dan penggagas Sistem Panduan Bakat dalam penerimaan mahasiswa baru di IPB.   Sistem ini merupakan sistem perekrutan mahasiswa baru menggunakan nilai siswa ketika berada di sekolah menengah dan kegiatan ekstrakurikuler, bukan dengan ujian seperti UMPTN atau sekarang yang lebih dikenal dengan SNMPTN.  Sistem ini memudahkan bagi siswa yang berprestasi tetapi tidak mampu dan menurutnya sistem ini lebih efektif daripada menggunakan ujian yang tidak sepenuhnya mewakili siswa tersebut.  Karena bisa jadi ketika saat ujian siswa tersebut sakit dan tidak bisa mengerjakan ujian dengan baik.  Sistem ini akhirnya diadopsi dan dilaksanakan oleh perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia.  Sistem Panduan Bakat sekarang lebih dikenal dengan sebutan Penelusuran Minat dan Kemampuan atau PMDK.  Selain sistem penerimaan mahasiswa baru, beliau juga membuat sistem yang dinamakan sekolah pasca sarjana yang mengadopsi dari pendidikan tinggi di Amerika Serikat.

Andi Hakim Nasution dikenal sebagai pendiri Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) di Institut Pertanian Bogor(IPB).  Beliau juga mendirikan Departemen Statistika dan Komputasi di IPB.  Sebelum adanya departemen ini, fakultas dan departemen yang tersedia di IPB kebanyakan hanya yang berhubungan dengan pertanian, misalnya hama dan tanah.  Tapi menurut Andi Hakim Nasution, statistika itu penting dalam pertanian misalnya untuk mengetahui berapa banyak tanah yang dapat ditanami pada suatu wilayah dll.

Andi Hakim Nasution merupakan pelopor sistem kuliah 4 tahun di Indonesia dengan Sistem Kredit Semester atau yang dikenal dengan SKS.  Sebelumnya program kuliah diselesaikan dalam kurun waktu 6 tahun.  Sistem kuliah 6 tahun ini dinamakan sistem Kontinental.

Beliau aktif sekali dalam menyemangati siswa-siswi di Indonesia untuk tertarik dalam riset dan ilmu pengetahuan.  Beliau merupakan ketua dewan juri dalam Lomba Ilmiah Untuk Remaja sejak diselenggarakan pertama kali lomba tersebut pada tahun 1976.  Selain itu juga beliau pernah menjadi pemimpin Tim Olimpiade Matematika Indonesia.  Dalam tulisannya “Dicari Bapak Angkat Untuk Anak Berbakat” beliau mencetuskan ide orang tua asuh.  Orang tua asuh itu membiayai biaya pendidikan siswa yang pintar dan berbakat tetapi tidak mampu.  Dan sekarang ide beliau diaplikasikan dalam bentuk gerakan GNOTA(Gerakan Nasional Orang Tua Asuh).

Andi Hakim Nasution mempunyai banyak keanggotaan dalam banyak organisasi yang bergerak di bidang statistika.  Beliau pernah menjadi anggota American Statistical Association, menjadi anggota terpilih International Statictical Institute, dan pernah menjadi ketua dari Ikatan Statistikawan Indonesia.  Beliau juga pernah menjadi anggota Komisi Pendidikan Nasional pada masa Menteri Daoed Joesoef.


Ketika saya mewawancarai eyang saya, eyang saya berkata bahwa eyang saya sendiri pun tidak tahu mengapa orang betul-betul mengapresiasi Andi Hakim Nasution.  Memang terkadang orang tidak menyadari betapa berharganya dan berperannya mereka untuk nusa dan bangsa.  Dan tugas kita sebagai generasi muda adalah teruslah mencari ilmu karena sebetulnya kita adalah seorang pembelajar sampai kita meninggalkan dunia ini.
Foto Andi Hakim Nasution selama beliau hidup

No comments:

Post a Comment