Friday, 31 May 2013

Tugas-2 Biografi Muhammad Azis Ridwansyah

Hamzah Denin-Pahlawan Bukan Hanya di Medan Tempur

Hello hello apakah ini labschool kebayoran yng memberikan tugas begitu banyaj? Oh, bukan ini bukan sma labschool kebayoran atau labsky dalam bahasa gaul. Tapi ini adalah sebuah sekolah yang memrikan tugas untuk mendidik siswa-siswa di sekolah ini. Banyak mata pelajaran yang memberikan tugas dengan sangat banyak, sejarah salah satu contohnya. Apa guna nya kita belajar sejarah? Pelajaran UAN saja tidak masuk, dan itu adalah sebuah masa lalu, tampak tak berguna. Ya seperti prajurit berbentuk pion dalam permainan catur, itulah pelajaran sejarah. Ups daritadi nampaknya kita hanya menghina terus tentang pelajaran sejarah memang tidak ada positifnya kita belajar sejarah? Weits tentu banyak manfaat positif yang dapat kita ambil ketika kita belajar sejarah. Kita jadi mengetahui tentang masa lalu yang dapat kita jadikan pedoman hidup di kemudian hari, sepert kakek saya. Loh? Ternyata daritadi kita berbicara saya belum memperkenalkan diri. Baiklah saya perkenalkan diri saya, nama saya adalah Muhammad Azis Ridwansyah, yaps saya masih cukup belia untuk dapat merasakan kerasnya hidup. Tenang, ini bukan sebuah kisah tentang hidup saya yang baru berusia 17 tahun. Ini adalah sebuah kisah tentang seorang yang saya jadikan panutan selain Nabi Muhammad SAW dan orang tua saya.
           
            Perkenalkan nama beliau adalah Hamzah Denin. Beliau lahir di sebuah desa nan jauh disana, dan berada di pedalaman. Beliau lahir dan besar di lubuk ula. Pernah mendengar namanya? Rasanya belum. Itu adalah sebuah desa di sumatera selatan dimana kehidupan cukup keras. Tusuk maka seseorang akan tusuk beneran. Sangat menakutkan. Tapi di balik semua ketakutan itu sebenernya itu adalah sebuah desa yang nyaman dengan orang yang tentunya membuat orang di sekitarnya hangat. Desa ini berada di bawah kaki gunung dempo sumatera selatan. Cukup jauh, cukup lelah, cukup membosankan ketika kita harus kesana, melwato beragama jalan, beragam desa dan tentunya melwati banyak orang. sekitar 1000 km perjalanan darat dari Jakarta. Sekitar 280 km perjalanan darat dri Palembang. Ketika kita kesana apa kita dapat? Tidak ada. Bukan anda bukan salah baca tapi memang disana tidak ada apa-apa. Okey saya ulang perkataan jika anda masih ragu dengan yang saya katakana barusa. Tidak ada apa-apa disana. Listrik? Sangat redup. Motor? Ya mungkin memang ada motor tapi kebanyakan motor curian. Lucu bukan? Ya tapi memang inilah salah satu potret kehidupan di desa yang ada di sumatera selatan. Bayangkan ini baru dari satu desa ada banyak desa di sumatera selatan, bayangkan ada berapa provinsi di Indonesia? Banyak bukan yang pasti kita membutuhkan  10 jari tidak akan cukup untuk menghitung semua desa-desa ini
           
            Baiklah rasanya cukup untuk memperkenalkan desa-desa, kita tadi lagi cerita apa? Oh iya tentang seorang panutan saya yaitu kakek saya sendiri Hamzah Denin. Seperti yang saya bilang beliau berasal dari lubuk linggau sumatera selatan. Beliau mempunyai 5 orang anak dan bapak saya yang penggemar Manchester united itu adalah anak ke 4. Edi Lukman, Elysah Hamzah, Ida hamzah, Muhammad Taufiq yaitu bapak saya, dan Arif. Kakek saya lahir hamper 78 tahun yang lalu tapi kini kakek saya telah kembali kepada-Nya. Kakek saya telah meninggal pada usia 73 tahun. Tepatnya ia pergi untung menghadap sang khalik 2009 silam, 14 november 2009.

 a. biografi
Goresan tinta kehidupan kakek saya di mulai ketika seorang anak keturunan kikin dan lintang yang lahir kedunia di sebuah desa di sumatere selatan, sebuah desa bernama lubuk ula. Dengan nama hamzah denin bin denin. Akhirnya tiba waktunya pada usia balita, di usia ini tidak banyak yang saya bisa gali informasi dari narasumber yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayah saya sendiri. Ya saya mewawancari langsung keturunan pertama dari generasi kakek saya. Kakek saya sd di kampung lubuk ula, smp begitu pula sma. Tapi kakek saya kuliah ber imigrasi ke pulau jawa untuk kuliah di universitas 17 agustus. Pernah dengar namanya? Ya itu adaah satu universitas yang paling terkenal. Universitas 17 agustus adalah sebuah perguruan tinggi swasta yang berada di Jakarta, Indonesia. Universitas ini berdiri di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Jakarta.

Universitas 17 Agustus, didirikan 2 tahun setelah Universitas Indonesia diserahkan oleh Pemerintah Belanda kepada Pemerintah Indonesia, oleh beberapa tokoh beraliran kebangsaan. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta kontemporer atau lebih dikenal dengan singkatan UNTAG ’45 Jakarta kontemporer, didirikan pada tanggal 14 Juli 1952 oleh beberapa tokoh nasionalis yang beraliran kebangsaan dan bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Tinggi 17 Agustus 1945.Nama 17 Agustus 1945 digunakan disamping untuk mengabadikan peristiwa bersejarah Proklamasi Kemerdekaan, juga merupakan komitmen dan tujuan Yayasan terhadap Universitas, untuk mewujudkan salah satu cita-cita kemerdekaan.




Kakek saya disini mengambil jurusan ekonomi untuk memperkaya ilmu penngetahuan dia. Kakek saya adalah orang yang sangat baik tapi dia juga sangat tegas santai jika di ajak bicara tapi juga serius jika sedang di butuhkah, kakek saya lalu menikah dengan nenek saya, yang bernama aisyah hamzah. Kata ayah saya mereka menikah karena di jodohkan. Ya memang dalam budaya Indonesia di jodohkan seperti ini cuku pterkenal dan cukup marak. Dan yang paling mecengangkan adalah bahwa yang di jodohkan seperti ini menikah di usia muda. Sangat hebat bukan? Kakek dan nenek saya juga menikah pada usia muda. Tapi narasmber saya lupa saat di Tanya tepatnya kapan kakek dan nenek saya menikah. Setelah menikah kakek dan nenek saya memiliki 5 orang anak, yang tentu saja sekarang mereka semua sudah pada dewasa. Anak yang pertama bernama eddy lukman. Eddy lukman ini orangnya cukup keras, kalo kata papa saya dia adalah kakaknya papa saya yang paling keras kepala. Perlu di ketahui bagi saya papa saya juga sudah cukup keras kepala. Eddy lukman lahir sumatera selatan, yang lagi-lagi narasumber lupa tepatya di daerah mana eddy lukman lahir. Anak yang kedua adalah elysah. Orang ini cukup cerewet, bawel, tapi berhati baik. Elysah merupakn salah satu pekerja di bank swasta yang ada di ibu kota.  Kalo kata papa saya elysah adalah orang yang baik sekalipun kalo berbicara terkadang tidak di ayak terlebih dahulu.yang ketiga adalah ida hamzah, dia adalah anak ketika, beliau lahir di Jakarta hamper 50 tahun yang lalu, beliau tinggal di gandaria, cukup dekat dengan sma labschool kebayoran. Yang ke empat adalah papa saya sendiri, si tampan yang terkadang berisik kalau lagi berbicara ataua menonton klub bola kesukaan dia yaitu Manchester United.

kiri, papa saya. orang yang saya wawancari
            Anak yang terakhir adalah arief fahmi, seorang anak yang paling di manja kalo kata papa saya. Dia sangat di manja oleh almarhum nenek saya. Entah kenapa. Mungkin karena dia adalah anak terakhir. Atau anak bontot. Ya ke 5 anak itu adalah anak dari kakek dan nenek saya yang dari ke lima anak itu telah menghasilkan lebih dari 10 orang cucu. Termasuk saya salah satunya, seorang cucu yang terganteng. Daritadi saya cerita kayaknnya belok kanan dan belok kiri baiklah mari sekarang saya sedikit lebih serius. Kita kembali lagi ke cerita awal. Kakek saya setelah menikah, beliau bekerjadi sebuah perusahaan Negara. Yaitu pertamina. Beliau cukup berjasa dalam Indonesia terlhiat dari banyaknya piagam yang di pajang di rumahnya. Beliau sangat bangga jita kita berbicara tentang pertamnia atau tentang suatu hal yang menyangkut tentang pertamina.
Pertamina adalah sebuah perusahaan sebuah BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.

Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada tahun 2001. Perusahaan ini juga mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun.

Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957. Penggabungan ini terjadi pada 1968.[1] Direktur utama (Dirut) yang menjabat saat ini adalah Karen Agustiawan yang dilantik oleh Menneg BUMN Syofan Djalil pada 5 Februari 2009 menggantikan Dirut yang lama Ari Hernanto Soemarno. Pelantikan Karen Agustiawan ini mencatat sejarah penting karena ia menjadi wanita pertama yang berhasil menduduki posisi puncak di perusahaan BUMN terbesar milik Indonesia itu.

Kegiatan Pertamina dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia, terbagi ke dalam sektor Hulu dan Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak-anak perusahaan dan perusahaan patungan.
 b. peranan

piagam

Karir beliau dimulai dari sangat bawah, benar-benar dari seorang posisi yang sangat tak di pandang orang. sampai jadi seorang dirut pertamina pada saat itu. Kata papa saya jika saja ingin bermain sedikit nakal mungkin bisa dapat sedikit lebih. Papa aku teringat sebuah mobil sedan pertama yang beli oleh kakek aku yaitu charade. Dia dulu sangat senang dengan mobilnya itu. Kalo kata papa saya saking senangnya sampe seolah-olah dia ingin tidur di dalam mobil itu. Kakek saya mungkin adalah seorang yang menganut prinsip “banyak anak banyak rejeki” karena menurut kakek saya, seorang lelaki harus mempunyai anak setidaknya lebih dari dua.makanya tidak heran anak dia lumayan banyak yang itu lima. Ini sangat bertentangan dengan progam yang di galakkan oleh pemerintah kita yaitu progam kb, progam kb adalah

Motivasi yang menuntun kakek saya sampai menjadi orang seperti ini adalah  lebh karena prinsip hidup dia yang selalu ingin membuat seluruh orang yang ada di sekelilingnya termotivasi. Dan dia selalu ingin membuat anak dan seluruh keluarganya bahagia. Perlu di ketahui di rumah kakek saya selalu saja ada sanak saudara dari lubuk ula sana datang untuk menginap d rumah kakek nenek saya. Selalu kalo kata papa saya. Dan mereka tidak akan pulang kalau tidak beri maaf, “uang saku” kakek saya tidak pernah menolak untuk  memberi, bahkan beras juga selalu mudah habis di rumah.  Karena ya memang banyak sanak keluarga yang menginap di rumah seperti yang saya ceritakan tadi.

            Perkataan tentang kakek saya yang selalu saya ingat adalah “bismillah jangan lupa” dalam bahasa Palembang. Ya kakek saya selalu mengajarkan pada kami semua bahwa segala sesuatunya harus di mulai dengan bismillah karena dengan bismillah semuanya pasti akan di mudahkan oleh Allah SWT.

            Ketika kita banyak berbicara mengenai kisah kesuksesan kakek, pasti ada juga dimana masa kelam masa sunyi masa dimana saat kakek saya jatuh tapi demi keamanan, lebih baik hal hal buruk seperti itu hanya kami para internal keluarga yang mengetahui dan bukan konsumsi public

            “loh zis kenapa kayak gitu? Daritadi lagi asik baca cerita kok malah di cut di tengah jalan ginii” bukannya gitu.. tapi memang ada hal hal yang lebih baik kita simpan daripada kita keluarkan untuk konsumsi public.

            Saat kita berbicara mengenai kelahiran pasti ada kematian, saat kita berbicara mengenai pertmuan pasti ada perisahaan saat ada api pasti ada asap. Kakek saya meninggal pada usia ke 73 tahun dan di makamkan di tanah kusir.
Tanah kusir adalah sebuah makam yang berada di Jakarta selatan. Mungkin kakek saya bukan pahlawan, tapi kakek saya telah membuat salahh satu perusahaan, yaitu pertamina jauh lebih baik. Maka dia adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Saat saya berbicara mengenai suatu hal, saya memahami tentang hal itu, saat saya berbicara mengenai kakek saya saya dapat mengambil hikmah yang ada di kehidupan kakek saya itu, hikmah itu pula yang ingin saya bagikan kepada kita semua yang membaca tulisan saya. Saat saya berjuang saya akan berjuang, ingat, peperangan hebat tak akan meninggalkan prajurit pengecut, saat saya bertempur saya akan bertempur dalam peperangan saya, bukan berperang dalam peperangan orang lain. Maksudnya adalah kita harus berjuang untuk memperjuangkan nasib kita dan tidak ikut orang. lain dalam perjuangan nasib orang lain. Saya, Muhammad Azis Ridwansyah
           





No comments:

Post a Comment