Friday, 31 May 2013

TUGAS 2 (BIOGRAFI) - Muhammad Ilham Pratomo



“Bandung lautan api dalam kenangan almarhum sang kakek “

Menurut cerita nenek saya yang bernama Nyi.Mas Hj.Entin Surtini,bahwa Kakek saya yang bernama : almarhum. H yoyo Wiharya adalah seorang purnawirawan polisi di Jawa Barat. Beliau lahir di kota kecil di Sumedang, 05 maret 1930, saya mengenal beliau sampai kelas 6 SD. Karena beliau wafat di Bandung tanggal 11 Desember 2006. Pada saat kejadian Bandung Lautan Api kakek bertugas di Jawa Barat. kakek bertugas di jawa barat beliau ikut menjadi pejuang di mana pada saat kejadian sempat terjebak di atas bunker dekat rel kereta api yang menghubungkan Bandung – Pangalengan, begitulah menurut cerita dari nenek saya, kakek selamat dari kepungan musuh NICA Belanda,tapi banyak di antara para pejuang yang tertembak terluka dan menjadi cacat seumur hidup itulah perjuangan dari pahlawan kita yang dengan ikhlas ikut berjuang mempertahankan tanah air yang di cintai. Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran terbesar yang terjadi di Kota Bandung Provinsi Jawa Barat,Indonesia pada tanggal 24 Maret 1946. Nenek saya berkata bahwa Bandung sekitar 200.000 penduduk membakar rumahnya dan meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam perang kemerdekaan Indonesia.
Menurut cerita nenek saya,latar belakang pasukan Inggris bagian dari MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 oktober 1945,sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang, mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan Polisi , di serahkan kepada mereka. Orang- orang Belanda yang baru di bebaskan dari Kampung tawanan mulai melakukan tindakan- tindakan yang mulai mengganggu keamanan.

Akibatnya , bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat di hindari, malam tanggal 24 november 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas . tiga hari kemudian , MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara di kosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata.
Ultimatum Tentara Sekutu agar tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi”bumihangus” .  Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Kota Bandung di manfaatkan oleh pihak sekutu dandan NICA.  Keputusan untuk membumihanguskan Bandung di ambil  melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia,  pada tanggal 24 maret 1946.

Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi kota Bandung,  Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan Kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung,  Bandung sengaja d bakar TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas srategis militer. Di mana-mana asap hitam mengepul membungbung tinggi di udara dan semua listrik mati.

Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan kota  Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik tentara sekutu.   Dalam pertempuran ini muhamad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI ( Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk  menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya.

Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota,  tetapi demi keselamatan mereka, maka pada pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI.  Tetapi api masih membungbung membkar kota , sehingga Bandung pun menjadi lautan api.
Pembumihanguskan Bandung tersebut di anggap merupakan strategi yang tetap dalam Perang kemerdekaan Indonesia karena kekutan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak sekutu dan NICA yang berjumlah besar   Setelah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung.

Peristiwa ini mengilhami lagu Halo,  Halo Bandung yang nama penciptanya masih jadi bahan perdebatan.  Beberapa tahun kemudian , lagu “Halo, Halo Bandung “secara resmi di tulis, menjadi kenangan akan emosi yang para  pejuang kemerdekaan Republik Indonesia alami saat itu, menunggu untuk kembali ke kota tercinta mereka yang telah menjadi lautan api.

Nenek bercerita asal istilah Bandung Lautan Api menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembumihangusan tersebut. Jenderal A.H. Nasution adalah jenderal TRI yang dalam pertemuan Regentweg (sekarang jalan Dewi Sartika ), setelah kembali dari pertemuannya dengan sutan Sjahrir di Jakarta ,  memutuskan strategi yang akan di lakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ulimatum Inggris tersebut.
“Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentweg,  di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, di situ timbul pendapat dari RUKANA, komandan Polisi Militer di Bandung.  Dia berpendapat, “ Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api, tetapi  . Seorang wartawan muda saati itu menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik  di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu wartawan tsb melihat bandung yang memerah dari cicadas sampai dengan cimindi. Setelah tiba di Tasikmalaya, dengan bersemangat wartawan tersebut segera manulis berita dan memberi judul “Bandoeng djadi Laoetan Api”. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan tersebut , maka judul berita diperpndek menjadi “ Bandoeng Laoetan Api “.

Lagu Halo, Halo Bandung menjadi sangat terkenal dan menjadi symbol perjuangan bangsa Indonesia, sampai hari ini sebagian masyarakat Indonesia meyakini bahwa lagu tersebut di ciptakan oleh salah satu maestro musik Indonesia ,Ismail Marzuki ,namun sebagian kalangan juga masih meragukan hal . tersebut, karena sumber informasi yang tak jelas mengenai lagu tersebut, di tambah dengan kondisi musik kita yang kurang memprioritaskan perlindungan hak cipta.
Nama pencipta resmi dari lagu Halo, Halo Bandung masih di ragukan  sebagian masyarakat Indonesia, Perbedaan tentang siapa pencipta lagu Halo-Halo Bandung sebenarnya sudah lama terjadi. Di dalam buku saya pilih mengungsi : pengorbanan rakyat bandung  untuk kedaulatan yang di tulis ratnayu Sutaresmi, Pestaraja HS Marpaung menyebutkan bahwa polemik itu mulai terjadi pada 1995. Pestaraja marpaung adalah salah seorang pejuang yang sempet bergabung ke dalam pasukan Istimewa (PI) Indonesia dan turut terlibat langsung dalam peristiwa Bandung Lautan Api.
Komponis senior Indinesia , AT Mahmud< membenarkan adanya polemik tersebut, dengan menyebutkan bahwa lagu tersebut tidak di ketahui siapa  penciptanya, menurut kutipan dari surat kabar Pikiran Rakyat edisi 23 Maret 2007. “ Informasi yang saya dengar, lagu tersebut, seharusnya NN (No name : Pencipta tak di ketahui) saya sendiri tak tahu bagaimana kemudian lagu itu jadi ciptaan Ismail Marzuki’ ungkapnya, ketika d hubungi.

Sejauh ini, masyarakat Indonesia menganggap bahwa lagu perjuangan tersebut merupakan ciptaan Ismail marzuki< akan tetapi, banyak orang meragukannya . Hal ini karena berkecendurangan Ismail untuk mencipta lagu-lagu berirama lambat dan romantis. Sementara Halo-Halo Bandung dimasukan dalam kategori lagu mars yang berirama cepat dan heroik. Keraguan ini di tentang oleh pengamat musik Indonesia yang mengatakan  bahwa Ismail Marzuki adalah pencipta lagu yang dinamis,karena terdapat sisi romantisme yang adalah cirri khas ismail Marzuki dalam lagu tersebut.
Menurut cerita orang jaman dahulu yang hidup di kota bandung ada cerita Bangunan pertama yang d bakar yaitu banguanan Indishe restaurant yang sekarang lokasinya sekitar Bank BRI jalan Asia-Afrika sekitar pukul 21.00 malam. di lanjutkan dengan pembakaran gedung-gedung penting disekitarnya termasuk juga rumah-rumah rakyat,malam itu kobaran api memanaskan kota Bandung, dari puncak bukit terlihat Bandung memerah. Dari cimahi di barat sampai ujung berung di timur Bandung, namun seberapa hangusnya kota bandung,masih belum pasti, di beberapa tulisan dsebutkan gedung-gedung yang di bakar tidak begitu rusak dan masih bisa di pakai bahkan di jadikan tempat pertemuan penting penting serta konferensi internasional beberapa tahun kemudian (keluarga nenek yg mengungsi ke pangalengan  malah rumahnya tidak terbakar sama sekali karena rumah- rumah yg di bakar hanya yang di pinggir jalan raya saja).     
Agar BLA tidak lupakan dan tetap di kenang oleh masyarakat Bandung, maka  di buatlah stilasi atau monument BLA oleh Bandung Heritage dengan bantuan dari maerican express. Stolasi ini berbentuk prisma segitiga, tinggi kuang lebih 50 cm, seperti monumen berukuran kecil. Di ketiga sisinya terdapat bunga patrakomala yang terbuat dari besi.
10 titik di wilayah bandung yang mewakili peristiwa-peristiwa penting Bandung lautan api :
1.     Titik pertama adalah stilasi di jalan Dago tepatnya belokan dago-sultan agung,depan banguan Drikleur (Bank BTPN sekarang). Bangunan bekas kantor berita Domel ini dijadikan lokasi pembacan teks proklamasi untuk pertama kalinya oleh rakyat.
2.     Titik ke-dua, stilasi di depan Bank jabar Banten jalan Braga. Dulu adalah Gedung DENIS Bank. Di atas gedung ini adalah tempat terjadinya perobekan bendera merah-putih-biru menjadi merah-putih oleh pemuda bandung.
3.     Titik ke –tiga ,stilasi depan kantor asuransi Jiwas Raya. Kantor yang dulu dikenal nama NILMIJ ini sempat dijadikan markasResimen 8.
4.     Titik ke-empat,stilasi di rumah tepatnyadi jalan Simpang,tempat perumusan dan diputperkuskannya pembumihangusan bandung.
5.     Titik ke-lima, stilasi di jalan kautamaan istri,mengacu pada bangunan di sekitarnya yang sempat dijadikan gedung  perkumpulan para pejuang dan menggambarkan kondisi bandung yang sudah sangat gawat.
6.     Titik ke-enam, stilasi di jalan dewi Sartika, Rumah yang ada di belakang stilasi ini adalah rumah sekaligus markas kol, A.H. Nasution.
7.     Titik ke- tujuh,stilasi di pertigaan lengkong dalam-lengkong tengah merupakan pemukiman Belanda, Wilayah yang dibombardur Inggris pada 6 Desember 1945
8.     Titike ke-delapan,Stilasi di jalan jembatan Baru, batas garis pertahanan pemuda pejuang saat pertempuran lengkong.
9.     Titik ke- Sembilan,Stilasi di komplek SD Asmi. Bangunan ini adalah markas bagi pemuda pejuang sebelum Bandung Lautan Api.
10. Titi ke- sepuluh, Stilasi di jalan moh.toha depan gereja sebelumnya adalah gedung pemancar NIROM.

Sekian cerita dari hasil wawancara saya dengan Nenek saya tentang  Bandung Lautan Api dan para pejuangnya termasuk kakek saya sendiri.



1 comment: