Thursday, 30 May 2013

Tugas 2 Biografi Muhammad Rafi Helmi Mubarrak XI IPS 3

Kakek Nawawi Bunawar, Berjasa di Tanah Tapis Berseri

Di kelas XI semester 2 (dua) ini saya mendapatkan tugas sejarah untuk mewancarai orang yang seumuran kakek atau nenek saya dan boleh juga kakek dan nenek saya sendiri, setelah mendapatkan tugas ini saya sedikit bingung untuk mewancarai siapa karena kakek dan nenek saya sudah tidak ada kecuali 1 (satu) orang saja ibu dari mama saya sendiri. Namun nenek saya itu tinggal dari surabaya dan sudah berumur 85 (delapan puluh lima) tahun mungkin sudah sedikit susah untuk mewancarinya lewat telepon genggam itu sendiri. Saya sudah mencoba untuk mencari Korps Veteran yang ada disekitar Jakarta bersama 3 (tiga) teman saya namun hasilnya nihil. Kita berputar – putar sampai Jakarta Timur dan tidak menemukan Korps Veteran yang tercantum di internet dan akhirnya kamu memutuskan pulang kerumah masing – masing dengan tangan kosong.
                Saya sudah mulai bingung untuk mewancarai siapa lagi dan akhirnya saya bertemu teman saya yang bernama Muhammad Rifqi Fauzan bunawar dan menanyakan “Bun nenek lu ada berapa?” dan menjawab “masih ada 2” lalu saya akhirnya memutuskan untuk mewancari neneknya yang satu lagi dan bertanya tentang suaminya apakah suaminya itu memiliki saksi atau jasa atas kejadian di negara ini. Nenek bernama Nenek Sulastri dan Beliau menjawab bahwa suaminya adalah orang yang membuat gedung bangunan di daerah lampung yang bernama KODAM ( Komandan Daerah Militer) Sriwijaya, menurut saya ini adalah orang yang tepat karena membangun sebuah bangunan Komandan Daerah Militer untuk Indonesia adalah suatu jasa yang besar. Orang yang berjasa untuk Indonesia pada zaman dahulu bukan hanya orang yang membantu negara lewat jalan perang saja.
                Akhirnya Beliau pun menceritakan tentang kisah suaminya yang bernama kakek Nawawi Bunawar.        

BIOGRAFI                                       

Beliau bernama kakek Nawawi Bunawar dia merupakan anak kedua dari 9 bersaudara, dia memiliki 9 (sembilan) saudara 5 (lima) perempuan dan 4 (empat) laki – laki. Beliau lahir di daerah lampung pada tanggal 15 Desember 1935 (seribu sembilan ratus tiga putuh lima), beliau lahir sebagai anak kedua dari 9 bersaudara. Kakaknya adalah seorang laki – laki yang pemberani kakaknya menjadi tentara di usia yang sangat muda, namun beliau tidak meneruskan apa yang dilakukan kakaknya itu. Kakaknya bernama kakek Zaelani Bunawar.
Beliau lebih memilih untuk tetap melanjutkan sekolahnya beliau bersekolah dasar di SR atau yang lebih dikenal dengan nama Sekolah Rakyat dia bersekolah selama 6 tahun seperti layaknya anak – anak sekolah dasar biasa. Lalu melanjutkan ke jenjang selanjutnya yaitu Sekolah Menengah Pertama yang bernama Methodes Mation School sekolah ini adalah sekolah yang didirikan oleh Inggris jadi yang bisa masuk ke sekolah ini adalah anak – anak yang memang bisa berbahasa inggris dengan lancar, Beliau ini termasuk kedalam anak – anak yang dapat berbahasa asing dengan lancar oleh sebab itu Beliau dapat bersekolah disekolahan itu, dia bersekolah di Sekolah Menengah Pertama selama 3 (tiga) tahun.
Beliau lalu melanjutkan ke tingkat Sekolah Menengah pertama disekolah yang sama Methodes Mation School. Namun saat di SMA ini Beliau terkena sanksi dari sekolah yaitu dikeluarkan karena tidak masuk sekolah selama 3 (tiga) hari, bukan karena Beliau adalah anak yang nakal atau bagimana melainkan Beliau pergi ke Jakarta untuk menjemput sang kakak kembali ke lampung, dia menjemput kakaknya karena kakaknya itu akan kawin dengan orang dari Jakarta dan kedua orang tuanya tidak setuju dan akhirnya memilih untuk membawa kembali sang kakak kembali ke Lampung dan menikah dengan orang Lampung. Karena sebab inilah Beliau tidak bersekolah selama 3 (tiga) hari  dan akhirnya pihak sekolahpun memutuskan mengeluarkannya dari sekolah. Beliau dikeluarkan dari sekolah saat berada dikelas 12 (dua belas).
Setelah keluar dari sekolah itu Beliau memutuskan untuk langsung bekerja diperusahaan yang bernama Poster Weiller. setelah bekerja selama bertahun – tahun akhirnya Beliau bekerja sebagai asisten manajer perusahaan tersebut. Saat bekerja disinilah Beliau Nawawi bunawar ini berjasa membangun sebuah bangunan yang berada dipalembang yaitu KODAM( Komandan Daerah Militer) Srwijaya bangunan ini berada didaerah Lampung.
Beliau berhenti saat bekerja di perusahaan yang bernama Poster Weiller, Beliau berhenti bekerja karena masa kontrak kerjanya dengan perusahaan itu memang sudah habis. Setelah berhenti bekerja dari sana Beliau tidak bekerja apa – apa. Beliau tidak mau bekerja bersama perusahaan nasional mungkin Beliau tidak mau bekerja bersama perusahaan nasional mungkin karena masalah perbedaan gaji dengan perusahaanya dulu. Tentu saja bekerja diperusahaan asing milik inggris yang bernama Poster Weiller dan menjabat sebagai asisten manajer diperusahaan tersebut pasti mendapatkan gaji yang besar, berbeda jika bekerja dengan perusahaan – perusahaan nasional, mungkin tidak kecil gaji yang diterima tapi tidak sebesar apa yang diterimanya dulu saat masih bekerja di perusahaan asing yang bernama Poster Weiller.
Beliau sempat berpikir untuk pergi berlayar ke luar negeri menggunakan kapal, namun keluarganya tidak setuju, kakaknya menentang hal itu karena pergi keluar negeri dan menggunakan kapal sangat – sangat beresiko dan juga memakan waktu yang sangat lama.
Akhirnya kakaknya membuatkan sebuah perusahaan untuk dikelolanya sendiri, perusahaan tersebut bernama “OVIYUYAL” namanya memiliki arti sendiri yaitu singkatan nama – nama “Oke Vivi Yulias Yandi Aldo”itu adalah nama anak – anak dari kakaknya. Perusahaan ini dibuat oleh kakaknya yang bernama Zaenal Bunawar, namun dikelola oleh adiknya sendiri. Perusahaan ini adalah perusahaan transportasi seperti taxi, bus dan lain lain. Beliau menikah dengan orang solo yaitu nenek sulastri pada tahun 1969 dan dikharuniai 5 orang anak terdiri dari 2 orang laki – laki dan 3 orang perempuan.
Kakek Nawawi Bunawar juga mendapat berberapa kenangan buruk, salah satu contohnya adalah saat melihat kakaknya kakek Zaelani Bunawar dikejar – kejar oleh Belanda saat sesekali ingin pulang kerumah untuk menjumpai keluarganya. Sudah lama saat itu kakaknya kakek Zaelani Bunawar tidak pulang ke rumah dan pada suatu hari saat daerah rumah sedang agak banjir kakaknya yaitu kakek Zaelani Bunawar pulang kerumah namun kakaknya itu tidak menyadari bahwa disekitar rumahnya itu sudah dikepung oleh pasukan – pasukan Belanda. Pasukan – pasukan Belanda tahu bahwa kakek Zaelani Bunawar akan pulang saat itu setelah diberitahu oleh mata – mata Belanda yang bertugas untuk memata – matai kakek Zaelani Bunawar sendiri. Wajar saja kakaknya itu kakek Zaelani Bunawar dikejar – kejar oleh tentara Belanda karena kakek Zaelani Bunawar adalah kepala perlengkapan perang pada saat itu, kakek Zaelani Bunawar pun dapat lolos dari kejaran pasukan – pasukan Belanda setelah berenang melewati sungai Musi dan akhirnya dapat kembali ke pasukannya. Kakek Nawawi Bunawar melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri.

PERANAN
Komando Daerah Militer atau yang biasa dikenal sebagai KODAM adalah komando utama pembinaan dan operasional kewilayahan TNI Angkatan Darat. Kodam merupakan kompartemen strategis yang memiliki tugas pokok menyelenggarakan pembinaan kesiapan operasional atas segenap komandonya dan operasi pertahanan aktif di darat sesuai kebijakan Palima Tentara Nasional Indonesia. Sebuah Kodam dipimpin oleh seorang Panglima Kodam atau disingkat Pangdam
Kekuatan Kodam terdiri dari KomandoResortMoliter (Korem), Komando Distrik Militer (Kodim), Komando Rayon Militer (Koramil) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa). Kodam sendiri juga mengemban tugas dalam penyelenggaraan pendidikan pembentukan dan pengembangan untuk tingkat Tamtama dan Bintara yang operasionalnya dilaksanakan oleh Resimen Induk Daerah Militer.
KODAM DI INDONESIA
Ada 13 Komando Kewilayahan sekarang ini yang terdiri dari:
1.     Kodam Iskandar Muda berkedudukan di Banda Aceh
2.     Kodam I/Bukit Barisan berkedudukan di Medan
3.     Kodam II/Sriwijaya berkedudukan di Palembang
4.     Kodam Jaya berkedudukan di Jakarta
5.     Kodam III/Siliwangi berkedudukan di Bandung
6.     Kodam IV/Diponogoro berkedudukan di Semarang
7.     Kodam V/Brawijaya berkedudukan di Surabaya
8.     Kodam VI/Mulawarman berkedudukan di Balikpapan
9.     Kodam VII/Wirabuana berkedudukan di Makassar
10.  Kodam IX/Udayana berkedudukan di Denpasar
11.  Kodam XII/Tanjung Pura berkedudukan di Pontianak
12.  Kodam XVI/Pattimura berkedudukan di Ambon
13.  Kodam XVII/Cendrawasih berkedudukan di Jayapura

Diantara 13 Komando Daerah Militer inilah kakek Nawawi Bunawar membantu proses pembuatan Komando Daerah Militer (KODAM) Sriwijaya yang berkedudukan di Palembang.
SEJARAH
Diawali dari adanya berbagai organisasi bersenjata yang pernah ada di wilayah Sumatera Selatan seperti Badan Penjaga Keamanan Rakyat (BPKR), kemudian berubah menjadi Badan Keamanan Rakyat (TKR) merupakan jejak langkah sejarah berdirinya KODAM II/SRIWIJAYA.
Penggantian nama 
·          1 Januari 1946, bernama Sub Komandemen Sumatera Selatan
·          10 Januari 1946, bernama Divisi VIl/Garuda
·                     1 Juli 1946, kembali menjadi Sub Komandemen Sumatera Selatan yang membawahi 4 Teritorium yaitu Palembang, Jambi, Bengkulu dan Lampung
·                     29 Juli 1950, berdasarkan keputusan KASAD Nomor :83/KSAD/Pati/1950 menjadi, Tentara dan Teritorium (TT) II/Sriwijaya
·          1 Februari 1961, menjadi Komando Daerah Militer IV/Sriwijaya
·                     12 Februari 1985 s/d sekarang, menjadi Komando Daerah Militer II/Sriwijaya melalui Surat Keputusan KASAD Nomor : Skep/346/II/1985

Demikian tugas sejarah saya tentang kakek Nawawi Bunawar, hanya sedikit memang informasi yang bisa saya berikan disini karena memang hanya sedikit saja yang dijelaskan oleh nenek Sulastri saat saya mewancarai Beliau.

Saya Bersama Nenek Sulastri istri dari Kakek Nawawi Bunawar

No comments:

Post a Comment