Friday, 31 May 2013

Tugas-2 Biografi Muhammad Zaki Zahirsyah XI IPA 4


PERJALANAN PANJANG SEORANG WANITA BERNAMA
HJ. SYAFRIDA DANNY (ANDUNG IDA)

            Sejarah atau riwayat dapat diartikan sebagai kejadian atau peristiwa masa lampau atau asal usul serta keturunan silsilah. Pembelajaran mengenai sejarah dapat dikategorikan sebagai dari ilmu budaya atau humaniora. Sejarah sangat penting dalam kehidupan kita semua karena dengan mempelajari sejarah, kita dapat mengetahui peristiwa dan kehidupan masyarakat di masa lampau. Hal tersebutlah yang dapat dijadikan sebagai pedoman di masa kini dan masa yang akan datang. Jarang sekali terlintas dipikiran saya untuk menanyakan peristiwa di masa lalu khususnya yang terjadi pada masa penjajahan hingga kemerdekaan. Kakek dan nenek sering bercerita tentang masa lalu mereka tetapi hanya bagaikan angin lalu dan tidak menceritakannya secara lengkap dan runut.  

     Seringkali kita menanyakan kepada orang tua tentang silsilah keluarga. Bagaimana mereka dapat melampaui masa – masa sulit penjajahan hingga saat ini. Tidak mudah membayangkan bagaimana orang dahulu dapat berjuang membesarkan anak, bagaimana mereka ke sekolah, apakah mereka ada tempat bermain seperti Mall saat ini? Siswa-Siswi SMA Labschool Kebayorang kelas sebelas baik IPA maupun IPS mendapatkan tugas sejarah dari bapak Moh. Shobirienur Rasyid untuk menulis biografi seorang pahlawan. “Pahlawan”, apa yang langsung terlintas di otak kalian apabila mendengar kata Pahlawan? Banyak yang langsung memikirkan sosok lelaki/wanita yang menggunakan senjata untuk bertempur di medan perang. Namun, saya langsung teringat tentang nenek saya. Saat masih muda, nenek saya sangat aktif di berbagai organisasi. Selain itu, nenek saya juga merupakan  Delegasi International Council of Women bersama Menteri UPW – Ibu Sulasikin Moerpratomo di Kopenhagen, New Zealand, Korea, Nairobi dan Washington DC, dan juga  ketua umum temu tokoh 100 wajah wanita dibawah menteri negara peranan wanita. Saya sangat tertarik untuk mengerjakan tugas sejarah ini. Karena menurut saya, tugas seperti ini sangatlah mengingatkan kita tentang bagaimana makna “Pahlawan” yang sebenarnya. Bahwa sebenarnya pahlawan tidaklah harus bertempur di hutan ataupun medan perang yang lain seperti laut maupun udara. Tetapi pahlawan merupakan siapapun yang berperan dalam kesuksesan negara, dan memperjuangkan suatu hal demi kepentingan negara baik secara fisik maupun non fisk.

Untuk itu, saya pergi mewawancarai nenek saya. Saya memanggilnya dengan sebutan “Andung”. Nama panggilannya adalah Andung Ida, beliau adalah nama nenek kesayanganku.

Suatu hari saya menelpon andung dan mengatakan ingin berjumpa untuk melakukan interview berkaitan dengan tugas sekolah. Dengan senangnya andung menyediakan waktu untuk saya
Ketika bercerita, tampak diwajah andung wajah semangat bergelora walau  terkadang muncul guratan sedih yang mengalir pada wajahnya.  Andung teringat Angku ( Kakek) karena andung hidup bersama angku   selama 55 tahun.    4 tahun yang lalu  Andung dipisahkan Angku karena angku sakit. . Angku  pergi mendahului Andung  dalam usia 81 tahun karena sakit.
    
 Andung Ida dilahirkan pada tanggal 19 September 1940 di Padang pada saat  jaman penjajahan Belanda.  Kemudian Beliau dinikahi oleh Bapak Dani, seorang militer yang dijamannya gigih memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

     Jika berbicara masa lalu, Andung tampak sangat antusias  menceritakan kembali tentang masa kecilnya. Andung  terlahir sebagai anak ke – 3 dari pasangan Rekna Dalima dan Marah Syarifuddin. Andung dibesarkan oleh kakeknya Sultan Abdul Hamid. Kakek Hamid   dikenal sebagai seorang Demang. Dahulu, seorang Demang adalah orang yang sangat berpengaruh dan sangat dihormati. Menurut cerita Andung, banyak orang yang ingin bertemu dengan Demang (Kakek Sultan Abdul Hamid) dan setiap kali masyarakat bertemu dengan Demang maka mereka akan mengangguk dan mencium tangannya sebagai tanda penghormatan.

   
 Andung menghabiskan sekolahnya di elementary school atau Holland Inlands School, kemudian dilanjutkan di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs). Menurut Andung, saat itu beliau selalu menggunakana bahasa Belanda di sekolahnya dan bahkan sangat jarang menggunakan bahasa Indonesia. Saya pun tahu mengapa andung seringkali menggunakan bahasa Belanda ketika berbicara dengan ibu saya.  Untuk memperdalam agama, sehabis sekolah Andung dikirim kakeknya ke pesantren agar dapat belajar Al-Quran, bahkan andung didatangi guru khusus untuk belajar bahasa Indonesia.  Lucu juga ya, orang Indonesia tapi belajar bahasa Indonesia.  Kata beliau, memang saat itu mereka wajib berbahasa Belanda, karena para guru-guru disekolah semua menggunakan bahasa Belanda

     Menurut Andung, Salah satu hobi kakek adalah bermain biola, sehingga untuk melepas lelah sering kakek mengajak Andung untuk bernyanyi menggunakan bahasa Belanda dengan bermain biola, alat musik kegemarannya.

     Satu hal yang diingat dan tidak terlupakan Andung adalaah saat Andung disimpan di bawah tanah ketika terjadi perang hebat. Andung berdiam cukup lama dibawah tanah, dan sering mendengar suara tembakan dan bom. Sungguh menakutkan.  Saat itu kakek berperang dan andung lama tidak bertemu kakek. Andung hanya bersama nenek dan anggota keluarga lainnya.  Sering terlihat oleh andung, Nenek menangis dan berdoa. Makanan pun tidak banyak tersedia sehingga harus berbagi dengan yang lain.  

Suatu saat ketika bertemu kakek, Andung menangis memeluk kakek dan kakek sujud selama 3 kali. Dan setelah  itu Andung menyadari, ternyata hari itu merupakan Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945. Pada saat itu, Andung belum mengerti arti dari sebuah kemerdekaan, namun Andung dapat merasakan kebahagiaan semua orang pada saat itu khususnya kakek dan nenek tercinta.

     Selepas penjajahan  Belanda, keadaan Indonesia mulai kembali stabil. Andung pindah ke kota Palembang, dan sampai akhirnya bertemu dengan pasangan hidupnya Angku Dhany.
Selama Andung masih muda, beliau meraih beberapa prestasi yang tentunya sangat membanggakan, baik bagi keluarga maupun Indonesia. Beberapa prestasi berikut antara lain:

1.     Delegasi International Council of Women bersama Menteri UPW – Ibu Sulasikin Moerpratomo di Kopenhagen, New Zealand, Korea, Nairobi dan Washington DC.
2.     Wakil Pemerintah Indonesia menghadiri World Congress of Philosophy di Polandia
3.     Ketua Umum Temu Tokoh 1000 wajah wanita  di bawah Menteri Negara Peranan Wanita
4.     Pakar Internasional oleh Majelis Ilmuwan Muslimat sedunia
5.     Perkembangan dan prospek ilmu pemerintahan menyongsong th 2003 bersama Prof DR. H.R. Sri Sumantri M. SH
6.     Guru Kehormatan oleh Duta Besar Malaysia
 
Saya bersama beliau
            Andung merupakan sosok wanita yang memiliki kepribadian baik. Beliau sangatlah rajin dan tidak pernah mengeluh. Karena watak beliau yang baik, sejak beliau masih remaja beliau sudah sering diajak untuk mengikuti organisasi kewanitaan remaja yang ada di lingkungannya. Beliau juga sangat peduli dengan lingkungan. Baik lingkungan alam, maupun linkgungan sosial. Andung sempat menjadi ketua organisasi penolong rakyat kurang mampu jenjang TK-Lanjut usia. Andung memiliki banyak teman, hal ini sangat membantu andung dalam berorganisasi.
           
            Andung Ida juga gemar berorganisasi. Beliau sudah pernah menjadi bagian dari banyak organisasi. Mulai dari organisasi kewanitaan, hingga organisasi muslimat di Indonesia. Andung merupakan orang yang sangat gigih dan tidak pernah menyerah. Hal ini menyebabkan banyak sekali orang yang ingin bekerja sama dengan Andung Ida. Andung ida pernah menjadi pakar internasional oleh Majelis Ilmuwan Muslimat sedunia. Menjadi pakar internasional merupakan prestasi yang sangat andung kagumi hingga sekarang. Beliau bercerita bahwa untuk mencapai prestasi seperti itu, Andung ida bekerja sangat keras dan giat dalam organisasi muslimat. Andung ida sudah silih berganti jabatan dalam organisasi-organisasi. Bayangkan saja, di organisasi muslimat saja, Andung sudah pernah menjabat sebagai bendahara, sekretaris, hingga koordinator grup wanita dalam masa jabatan 3 tahun berturut-turut. Orang-orang yang berada di organisasi ini sangat menghargai andung, apapun itu posisinya. Menurut beliau, beliau sangat dihormati rekan kerjanya yang lain karena beliau selalu membantu apabila orang lain tidak dapat mengerjakan pekerjaannya.
            Selain itu, Andung ida juga gemar berbisnis. Sejak muda, Andung sudah pernah melakukan bisnis menjual kue-kue. Walaupun andung mengakui bahwa kegiatan bisnis ini hanya sebuah hobi, tapi dengan berjualan kue Andung menjadi banyak mengenal orang. Tak menjual kue, tapi andung juga senang berkreasi di dapur. Dulu, peralatan masak adalah sahabat andung ketika beliau masih muda.

            Suatu hari, ketika Andung Ida masih muda, pernah terjadi sebuah kerusuhan di sekitar area tempat tinggal Andung. Saat itu, andunglah yang langsung bergegas untuk mengumpulkan anak-anak kecil di sebuah masjid. Hal ini tentu ditujukan untuk melindungi anak-anak dari bahaya yang diakibatkan kerusuhan ini. Karena hal ini, andung menjadi sangat disayang anak-anak. Selain itu, andung juga sangat menyayangi anak-anak kecil. Beliau sering membuatkan kue untuk dimakan bersama-sama dengan anak-anak kecil di sekitar rumah Andung.

     Setelah mewawancarai Andung, tak lama mulai tampak kelelahan di wajahnya dan Andung memeluk saya serta sempat berpesan kepada saya, “Kalian harus bersyukur sudah hidup di zaman kini, yang semuanya telah tersedia. Tetaplah pertahankan nilai – nilai para pejuang di masa lalu dan banggalah menjadi bangsa Indonesia.”

            Andung sangat kagum akan kelakuan saya yang mau mewawaancarai kehidupan beliau dari muda hingga sekarang. Andung berpesan bahwa kita semua harus terus meraih cita-cita setinggi burung garuda.  Setelah melakukan wawancara dengan Andung, banyak sekali hikmah yang bisa saya ambil. Selama kita masih muda, kita harus terus melakukan semua yang kita mampu tanpa terkecuali. Terima kasih Andung, engkau telah memberi saya pencerahan untuk menjadikan generasi bangsa lebih baik lagi.                                                                                                                                                                                              


No comments:

Post a Comment