Friday, 31 May 2013

Tugas-2 Biografi Nadhira Melati Putri XI IPS 3


Conny Riouwskina Semiawan Stamboel
Rektor Perempuan Pertama di Indonesia Dalam Sejarah Universitas Negeri

 Saya dan Oma Conny


Oma Conny di Labschool


Conny Riouwskina Semiawan Stamboel, atau yang biasa dikenal dengan Conny, lahir pada tahun 1930 di kota Madiun, Jawa Timur. Pada masa pendudukan Belanda, oma Conny masih mengemban pendidikan di sekolah Dasar Belanda, ELS (Europeesche Lagere School), oma conny merupakan satu satunya orang Indonesia tulen yang ada di sekolah khusus orang Belanda tersebut. Oma tidak bersekolah di sekolah biasa seperti HIS (Hollandsch Inlandsche School), yaitu sekolah yang boleh diduduki oleh orang pribumi/Indonesia karena jabatan ayahnya yang pada saat itu cukup tinggi dan cukup berperan (salah satu dokter di organisasi Boedi Oetomo). Oma juga menyebutkan bahwa ada sekolah jenis lain seperti Hollandsch Chineesche School (Sekolah Cina Belanda), dan Sekolah Ongkoloro (sekolah desa). Sekolah ELS yang oma duduki saat itu taraf pendidikannya paling tinggi maka dari itu hanya orang Belanda yang boleh belajar disana. Oma yg tadinya belum bisa lancar ber-bahasa belanda halus karena masih kecil, sempat tidak boleh masuk sekolah, sampai pada akhirnya berhasil lancar bahasa belanda halus  dalam waktu yang sangat cepat. Oma masuk sekolah pada umur 5 ½ tahun. Semenjak saat itu sampai kelas 6 dan seterusnya oma paling pintar pelajaran bahasa belanda karena pengalaman sakit hati dusir dari sekolah. Satu lagi yang menjadi ciri khas sekolah Belanda, siswa siswinya harus rapi saat ke sekolah, memakai pita besar di kepala (bagi yang perempuan) harus memakai kaos kaki, sepatu, baju bagus, dan harus wangi. Bangsa Indonesia yang saat itu sangat miskin tentuya tidak akan bisa bersekolah bila persyaratannya seperti itu. Jadi oma beruntung dapat menjadi satu satunya anak Indonesia yang bisa mendapatkan pendidikan Belanda yang baik. Tapi oma juga merasa kikuk terkadang, karena semua yang ada di sekitar oma orang Belanda, ada anak china yang oma ingat tetapi dia juga gayanya kebelanda belandaan.

Saat jepang masuk tidak ada sekolah berkasta-kasta, semua menjadi sekolah rakyat. Total masyarakat Indonesia yang masuk dan semua masyarakat boleh bersekolah. Teman-teman oma menjadi anak-anak yang miskin, tidak pakai sepatu  ke sekolah, bau, rambutnya ber-kutu, bajunya jelek dan tidak rapi. Tapi di sekolah rakyat oma dikucilkan, karena oma satu-satunya yang berkecukupan, dengan penampilan yang kebelanda-belandaan. Oma diteriaki “Odho Londo ngaku Jowo” yang artinya, ada Belanda mengaku sebagai orang Jawa. Dihari itu oma menangis dan langsung pulang, sampai di rumah oma mengatakan pada ayahnya “aku engga mau sekolah sama anak kampung” tapi ayah dari oma conny malah mamarahi oma “jangan seperti itu, itu bangsa kamu sendiri”. Oma conny saat itu ketakutan untuk ke sekolah, namun setelah dimarahi ayahnya, oma berusaha untuk berbaur dengan masyarakat biasa dengan belajar bahasa Jawa.
Dirumah juga oma conny mengajari pembantu-pembantunya baca,tulis, dan bahasa Belanda yang baik. Pada saat itu oma biasa berbicara bahasa Belanda diluar maupun didalam rumah karena latar belakang orangtua yang berpendidikan Belanda. Lulus SD, oma sudah lancar berbahasa Jawa juga bahasa Jepang.

Saat awal masuk SMP, oma sekolahnya tidak teratur karena sudah masuk zaman perlawanan terhadap Jepang. Pulang sekolah oma biasa membantu di desa-desa. Bahkan sekolah pada saat itu yang hanya senin-kamis masih sangat sering diliburkan karena siswa-siswi maupun gurunya dibutuhkan untuk perang melawan Jepang. Jepang hanya bertahan kurang lebih 3 tahun, karena masyarakat Indonesia sudah lelah dijajah Belanda selama 350 tahun. Pada masa itu, pengalaman yang oma paling ingat adalah saat oma harus bersembunyi masuk ke shelter/persembunyian bawah tanah untuk menghindari bom ditengah aktivitas belajar. Hal tersebut oma alami dari tahun 1942-1944.

Pada tahun 1945, berbarengan dengan kemerdekaan Indonesia, oma conny memasuki jenjang SMA. Dari SD, SMP, sampai SMA, oma conny bersekolah di Malang. Namun saat agresi militer, keluarga oma conny dipaksa pindah dari Malang ke Jogja, karena memilih menjadi Republikeen/ orang yang tidak mau bekerja sama dengan Belanda.  Rahasia kecil Oma, pada saat umur 17 tahun oma punya pacar yang merupakan seorang pilot, namun naas pacar Oma hilang dalam tugas karena pesawatnya jatuh di Bukit Barisan. Itu yang menyebabkan sampai umur 22 oma masih berharap pacarnya akan kembali, bahkan oma sampai tidak mau bersekolah lagi. Sampai pada akhirnya saat di Bandung, oma bertemu dengan almarhum suaminya yang sekarang, opa Mil. Oma jatuh hati pada opa Mil karena beliau menjanjikan kepada oma bahwa bila pacar oma yang hilang itu kembali, oma boleh meninggalkan opa Mil. Tapi pacar oma itu tidak pernah kembali. Kemudian pada umur 22 tersebut oma conny menikah dengan opa Mil.

Sedikit kembali ke masa sebelum bertemu opa Mil, saat itu oma sempat tinggal di Surabaya, baru kemudian ke Bandung. Pada saat di Bandung, oma mendirikan taman kanak-kanak karena oma tidak mau bersekolah lagi. Tapi ayah dari oma conny mempertanyakan tentang rencana hidup oma conny yang pada saat itu masih 20 tahun, bila beliau tidak sekolah lagi, dan ayah oma conny menyarankan oma conny untuk menjadi guru. Akhirnya oma conny masuk UnPad/ Universitas Padjadjaran, kemudian bekerja menjadi pegawai di Lembaga Penelitian UnPad. Lalu pada umur 21 tahun bertemu dengan almarhum opa Mil, kemudian menikah. Setelah menikah, oma conny dan suaminya pindah ke Jakarta karena suaminya bekerja di PLN sebagai Insinyur. Selagi suaminya bekerja, oma conny melanjutkan studinya di UI/ Universitas Indonesia fakultas pendidikan. Setelah lulus dari UI, oma conny menjadi dosen. Setelah menjadi dosen, oma conny menjadi ketua jurusan, lalu oma sempat pindah-pindah ke Padang, Medan, dan saat balik ke Jakarta kemudian oma mendapat gelar doktor. Namun tiba-tiba oma disuruh menjadi rektor, oma pada awalnya menolak karena tidak tertarik untuk menjadi rektor. Menurut oma jabatan oma dan tugas oma yang saat itu adalah membuat konsep-konsep kurikulum se-Indonesia di kementrian lebih menarik dibandingkan dengan harus mengurus mahasiswa dan menjadi rektor. Namun karena oma pegawai negeri dan tidak bisa menolak, maka jadilah oma rektor IKIP, sekaligus sebagai Rektor Perempuan Pertama dalam sejarah universitas negeri di Indonesia.

Selama 2 periode, oma menjabat sebagai rektor IKIP. Oma dipercaya menjadi rektor karena sebelumnya saat di kementrian pendidikan oma sangat aktif. Salah satunya dengan membuat program khusus untuk anak-anak berbakat/ kecerdasan diatas rata-rata yang sampai sekarang disebut kelas akselerasi. Pada tahun 2000 oma conny membuat aksel menjadi suatu sub sistem dari keseluruhan sistem pendidikan di Indonesia. Dan kurang lebih sudah 35 tahun oma mengajar sebagai Guru Besar Luar Biasa di Universitas Indonesia jurusan fakultas Psikologi. Oma conny juga menjadi pencetus dibangunnya LABSCHOOL. Bapak Arief Rahman yang sebelumnya merupakan salah satu mahasiswa didikan oma conny pun diutus oma conny untuk menjadi kepala sekolah. Awal mula dibentuknya labschool adalah untuk menciptakan sekolah dengan sistem pembelajaran yang menyenangkan dan menjaring anak-anak yang berkemampuan intelektual tinggi atau berbakat. Setelah oma conny pensiun dari tugasnya sebagai rektor, oma sudah tidak terjun langsung kelapangan, tapi oma masih mengajar psikologi  occasionally sampai sekarang.

Wawancara ini saya lakukan untuk memenuhi tugas sejarah akhir semester 2 kelas XI IPS. Untuk tugas ini saya mewawancarai besan dari oma saya yaitu oma conny. Saya mewawancara oma conny karena menurut saya beliau memiliki peran cukup besar terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. Menurut saya jika ingin memajukan suatu bangsa, maka yang pertama harus ditingkatkan adalah taraf pendidikannya. Maka dari itu oma conny menurut saya adalah pejuang dalam bidang pendidikan bagi Indonesia.


No comments:

Post a Comment