Friday, 31 May 2013

Tugas 2 Biografi - Nadia Rahmadiani Nugrahadi

Pada kesempatan kali ini, saya akan memaparkan hasil dari wawancara saya dengan kakek saya, Amin Sudradjat. Beliau adalah mantan atlet gulat nasional, dan sekarang masih aktif dalam kepengurusannya di KONI serta menjadi dosen olahraga serta pelatih bagi atlet-atlet gulat yang berkompetisi di SEA Games.

A.      Biografi
Kakekku, Amin Sudradjat, lahir pada tanggal 18 Februari 1939 di Rumah Sakit Bayu Asih, rumah sakit satu-satunya yang ada di Purwakarta pada saat itu dari pasangan Dalem Bintan R.A.A. Sastradiningrat dan Nyi Raden Soetarsin Bin Singasubrata. Beliau merupakan anak ke-tujuh dari sembilan bersaudara. Kakaknya yang paling tua –Hermen- adalah seorang tentara dari kesatuan Angkatan Darat. Karir kemiliterannya diawali pada tahun 1943, ketka Jepang masih berkuasa. Beliau bergabung dengan kesatuan HEIHO. Setelah mengalami pendidikan singkat di Purwakarta, beliau dikirim ke Surabaya, kemudian di Surabaya ditempatkan di Angkatan Udara Jepang. Karena tidak mendapat pelatihan yang jelas, beliau kabur karena kesal dan bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia. Selama karirnya di TNI-AD pangkat dan jabatan yang pernah disandangnya adalah sebagai Komandan Kompi keamanan Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta, Komandan Batalyon, Komandan KODIM Garut, Anggota Staff KODAM VI Siliwangi, dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel. Paska karirnya di kemiliteran, beliau menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta.
       Karena keaktifan Aki Hermen dalam dunia militer, kakekku tidak begitu mengenalnya. Bahkan disaat Aki Hermen datang ke rumah di Purwakarta, setelah Jepang meninggalkan Indonesia, kakekku tidak mengenal siapa tamu berseragam tentara yang datang dengan Jeep tersebut. Baru setelah ia menanyakan kepada ibunya, diketahui bahwa pria tersebut merupakan kakaknya. Satu lagi kakak yang tidak begitu dikenal adalah kakaknya yang ketiga –Abdurahman- atau biasa dipanggil olehnya dengan sebutan “Kang Bay”. Kakaknya tersebut baru muncul di rumah setelah ayah dari kakekku meninggal. Aki Bay lama meninggalkan rumah karena sejak kelas dua SMP bergabung dengan tentara pelajar dengan pangkat Kopral. Ibu dari kakekku akhirnya mencarinya untuk pulang agar bisa membantu membesarkan adik-adiknya yang masih kecil.

Masa Sekolah

                Saat berusia tujuh tahun, ibu dari kakekku membawanya ke Sekolah Rakyat yang letaknya tidak jauh dari rumahnya di kawasan Pasar Rebo Desa Negeri Kidul (Selatan). Pada saat beliau kelas tiga Sekolah Rakyat, kakekku harus berpindah sekolah ke SR lain, setahun keuadian setelah naik kelas empat, beliau harus pindah sekolah lagi sebanyak dua kali dan pada akhirnya bersekolah di Sekolah Rakyat latihan di SGB (Sekolah Guru Bawah) yang letaknya lima kilometer dari rumahnya di Pasar Rebo. Pada tahun 1952, beliau tamat SR dan masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP I), satu-satunya SMP di Purwakarta. Karena belum ada sekolah setingkat SLA di Purwakarta pada waktu itu, beliau melanjutkan sekolahnnya di S.G.A PARKI Bandung. Beliau tinggal di rumah pamannya; dr.Kornel Singawinata, yang merupakan seorang dokter TNI-AD dengan pangkat Kolonel. Selama tinggal di rumah pamannya, kakekku tidur sekamar dengan saudaranya, Hadian, yang merupakan psikiater pertama di kota Bandung. Tamat SGA, beliau melanjutkan pendidikannya di PTPG (Perguruan Tinggi Pendidikan Guru) di Jl. Setiabudi yang sekarang dikenal dengan IKIP kemudian UPI. PTPG berubah menjadi FKIP (Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan) Universitas Padjajaran (UNPAD). Beiau mengambil jurusan pendidikan jasmani, selain FKIP Pendidikan Jasmani ada juga B1, B2 Penjas dan Akademi Pendidikan Jasmani (APD). Setelah itu beliau melanjutkan pendidikannya di Berlin, Jerman. Salah satu peristiwa yang sangat beliau ingat sewaktu bersekolah disana adalah sebagai berikut; “Pada suatu hari Aku bersama teman-teman tiba ditempat latihan, akan mengikuti pelatihan atletik di komplek olahraga Berlin. Suasana tidak seperti biasanya, sepi dan tidak terlihat orang bekerja di lapangan olahraga maupun di halaman gedung. Begitu pula suasana sepi terasa di kamar ganti pakaian. Biasanya di tempat ganti pakaian, para pegawai sibuk membersihan lantai, kursi, dan meja. Setelah berganti pakaian, Aki memasuki ruangan tempat biasa menerima pelajaran, yaitu ruang sebesar dua lapangan basket. Di lapangan olahraga indoor itu, pada pegawai sedang berkumpul. Rupanya mereka sedang berdoa. “Berdoa untuk siapa?”, Aki bertanya. Rupanya mereka sembahyang untuk mendiang Ir. Soekarno, Presiden RI yang meninggal tadi malam. Bahkan mereka balik bertanya, “Apa kalian tidak tahu bahwa Presidenmu telah meninggal?” Yang menjadi pertanyaan bagi kami adalah mengapa mereka begitu peduli terhadap meninggalnya Bung Karno. Mereka menjelaskan bahwa Ir. Soekarno pernah berkunjung ke Berlin tahun enam puluhan dan berpidato di depan tembok Berlin dengan menggunakan bahasa Jerman yang fasih. Pidato Bung Karno saat itu membakar semangat untuk berjuang dapat bersatu kembali dengan sanak-saudaranya yang dipisahkan oleh tembok Berlin yang memisahkan Berlin Barat dan Berlin Timur. Berlin Barat menjadi bagian dari Republik Federasi Jerman. Berlin Timur menjadi Republik Demokrasi Jerman. Belakangan ternyata pidato Bung Karno jadi kenyataan dan Bangsa Jerman pun bersatu kembali.” Mendengar cerita Aki, saya menjadi sangat bangga dengan Presiden Soekarno. 




A.      Perannya Untuk Negara
Atlet Gulat
Memiliki latar belakang beruniversitas di jurusan olahraga, kakekku berlatih menjadi atlet gulat. Ia berlatih kepada Meneer Ong. Beliau adalah dosen kakekku di perguruan tinggi FKIP UNPAD Jurusan Pendidikan Jasmani dan mengajar mata kuliah Bela Diri. Kakekku pertama merasa tertarik kepada gulat dan berguru kepada Meneer Ong saat ia membaca salah satu surat kabar yang menyatakan bahwa di Bandung aka segera digelar suatu pertandingan gulat bayaran antara Mohammad Kunyu dari Pakistan melawan Batling Ong Hong Lion (Meneer Ong) dari Bandung Indonesia. Walaupun sangat tertarik, kakekku tidak menonton pertandingannya karena tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli karcis tersebut. Namun seminggu setelah pertandingan itu, ia beserta salah satu temannya berupaya bertemu dengan Meneer Ong di kediamannya di Jl. Lombok 22 Bandung. Beliau menghuni paviliun rumah itu karena rumah utamanya digunakan untuk berlatih ilmu bela diri Jujitsu. Pada muridnya cukup banyak dan terdiri dari berbagai tingkatan usia dan golongan. Dari anak-anak hingga anggota polisi dan militer. Tempat berlatih bela diri it menamakan dirinya School of Self Defence Indonesia. Atau secara singkat SOSI. Setelah melalui berbagai pelatihan, akhirnya kakekku berhasil dipilih mewakili Indonesia dalam berbagai kejuaraan Gulat. Baik sebagai atlet, pelatih maupun wasit. Pertandingan pertama beliau adalah mengikuti kejuaraan gulat dunia di Yokohama-Jepang. Contoh pertandingan lainnya adalah saat Asian Games 1962. Selain itu, ia juga melatih banyak atlit di berbagai ASEAN games.

KONI
Kelahiran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) –salah satu komite olahraga tertinggi yang membina olahraga secara nasional- melalui proses yang cukup panjang. Pada zaman Belanda organisasi olahraga bersifat kebangasaan adalah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang lahir pada 19 April 1930 di Yogyakarta. Sejak saat itu PSSI mengadakan kompetisi tahunan. Pada tahun 1935 lahir pula persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) di Semarang disusul oleh Ikatan Sport Indonesia (ISI) tahun 1938. Tahun 1940 lahir Persatuan Bola Keranjang Seluruh Indonesia (PBKSI). Pada zaman pendudukan Jepang kegiatan ISI hampir tidak ada karena Jepang mengambil alih peran ISI dengan membentuk organisasi Gerakan Latihan Olahraga (GELORA). Selama kurun waktu tiga setengah tahun kegiatan GELORA tidak cukup berarti. Hal ini disebabkan situasi di Indonesia kurang memungkinkan untuk diadakan kegiatan olahraga secara teratur. Apalagi kegiatan Olahraga seperti yang dilakukan oleh ISI.
        Setelah Jepang meninggalkan Indonesia, maka KONGRES OLAHRAGA PERTAMA berlangsung 1946. Salah satu keputusannya adalah terbentuknya organisasi yang disebut PERSATUAN OLAHRRAGA REPUBLIK INDONESIA (PORI). Pengurus Besar PORI yang berkedudukan di Solo bertugas sebagai koordinatir kegiatan olahraga nasional di dalam negeri. Kegiatan olahraga ke luar negeri diserahkan kepada KOMITE OLYMPIADE REPUBLIK INDONESIA (KORI) yang diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwon IX berkedudukan di Yogyakarta.
Kegiatan pertama dari KORI adalah keikutsertaan Indonesia dalam olympiade di London tahun 1948 tapi gagal karena Indonesia belum menjadi anggota International Olympic Committee (IOC) dan paspor RI belum diakui oleh dunia internasional. Upaya Indonesia untuk ikut serta pada olimpiade di Helsinki Finlandia ternyata berhasil. Satu tahun sebelumnya, Indonesia ikut serta dalam Asean Games I 1951 di New Delhi India.
Setiap empat tahun sekali, KONI wajib mengadakan musyawarah Olahraa Nasional (MUSORNAS) bagi KONI PUSAT, MUSORDA atau MUSORPROV bagi KONI Provinsi atau MUSORKAB/KOT bagi KONI kabupaten atau kota. Utusan yang hadir di MUSORNAS adalah dari induk organisasi olahraga dan Badan Fungsional dari KONI Provinsi. KONI KAB/KOT di Musorpov. Di MUSORNAS atau MUSORPROV atau MUSORKAB/KOT dibahas tentang evaluasi kegiatan empat tahun sebelumnya dan program empat tahun kedepan, serta kepengurusan KONI sebelumnya dinyatakn demisioner sampai kepengurusan empat tahun kedepan terbentuk. Pemilihan Ketua Umum KONI sebelumnya dilakukan secara tidak langsung yaitu melalui Tim Formatur. Namun belakangan ini pemilihan Ketua Umum KONI dilakukan secara langsung.
Pada musyawarah tahun 1978, Aki Adjat terpilih menjadi formatur pendamping ketua umum untuk KONI. Periode itu berlangsung dari 1978-1982, dilanjutkan pada tahun 1982-1986, dan diakhiri dengan periode 1986-1990. Pada periode 1990-1993 dan 1993-1997, beliau ditempatkan untuk menjadi anggota penasihat. Pada tahun 2002-2006, beliau dipercaya oleh Ketua Umum terpilih atau mandataris MUSORPROV Jabar 2002 untuk menjabat sebagai Sekretaris Umum. 

2 comments:

  1. KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


    ReplyDelete
  2. Apakah tokoh yang anda ceritakan di atas alm bapak Drs. H. Sudrajat Prawirasaputra, M.Pd.? Dosen FPOK UPI?

    ReplyDelete