Friday, 31 May 2013

Tugas 2 Biografi Ramzy Rayhan XI IPA 2

Limonu Katili, Saksi Masa Orde Lama

   Pada semester 2 kelas 11 ini, saya mendapatkan tugas sejarah untuk mewawancarai seseorang yang pernah menjadi pelaku sejarah indonesia atau pun seorang saksi sejarah indonesia. Pada awalnya saya merasa kesulitan dan bingung untuk menemukan orang untuk diwawancarai, karena nenek dan kakek dari ibu saya sudah meninggal, sedangkan nenek dari bapak saya sudah diwawancari oleh saudara saya. Kakek dari bapak saya juga sudah meninggal. 

   Saya pun mencoba mencari orang untuk diwawancarai dari panti jompo veteran, namun sayangnya pelajar SMA tidak diizinkan oleh petugasnya untuk mewawancarai karena mereka sudah sulit untuk berbicara dan umurnya yang sudah sangat tua, sehingga sangat sulit / tidak memungkinkan untuk diwawancarai. Setelah disibuki oleh ulangan - ulangan di sekolah saya pun mencoba untuk mencari lagi, namun hasilnya tetap sama yakni nihil. 

   Ketika saya kembali kesekolah, saya pun teringat akan guru pencak silat saya. Saya memiliki 3 guru pencak silat, dan saya pun memilih guru saya yang tertua dan terbijak, bapak Limonu Katili. Setelah itu saya memutuskan untuk mewawancarainya pada tanggal 30 mei 2013. Guru saya tersebut merupakan saksi pada masa orde lama.


Saya bersama bapak Monu Katili

Biografi

   Guru silat saya yang bernama lengkap Limonu Katili, biasa dipanggil pak Monu lahir di Jakarta 25 April tahun 1951. Beliau menikah dengan ibu Enny Irwanny Hulu pada tanggal 14 Februari 1986, dan dianugerahi dengan 2 anak perempuan Dara Katili dan Kachi Katili. Beliau memiliki dua orang kakak, mereka memulai latihan silat bersama - sama pada tahun 1984, namun sayang diantara mereka bertiga hanya pak Monu saja yang melanjutkannya sampai sekarang. 

   Saat ini pak Monu sudah mencapai tingkat kemahiran pendekar, yakni tingkat kemahir tertinggi pada pencak silat. Perlu diketahui pada pencak silat terdapat secara ringkasnya 4 tingkat kemahiran, yakni:

1. Pemula : Merupakan tingkat paling dasar, pada tahap ini diajari semua tahap dasar, seperti kuda-kuda, teknik    tendangan, pukulan, tangkisan, elakan,tangkapan, bantingan, olah tubuh, maupun rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI.

2. Menengah : Ditahap ini, pesilat lebih difokuskan pada aplikasi semua gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan disini akan mulai terlihat minat dan bakat pesilat, dan akan disalurkan kepada masing-masing cabang, misalnya Olahraga & Seni Budaya.

3. Pelatih : Hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan pengalaman di tahap pemula, dan menengah akan membuat pesilat melangkah ke tahap selanjutnya, dimana mereka akan diberikan teknik - teknik beladiri perguruan, dimana teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang dipercaya, dan mampu secara teknik maupun moral, karena biasanya teknik beladiri merupakan teknik tempur yang sangat efektif dalam melumpuhkan lawan / sangat mematikan.

4. Pendekar : merupakan pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh perguruan, mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.

   Karena bapak Monu sudah mencapai tingkat Pendekar, bapak Monu sudah mendapatkan izin untuk mengajar, dan ia pun penanggung jawab tertinggi di daerah Senayan. Tidak berhenti disitu saja pak Monu sempat mendirikan perguruan Pencak Silat di Swiss selama beberapa bulan. Tidak untuk melatih saja tapi juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia yang luas ini.

   Pada masa mudanya ia berkuliah di Universitas Indonesia jurusan psikologi, namun sayang berhenti pada tingkat tiga. Oleh karena itu ia pun sempat memiliki kesulitan untuk mencari kerja, hingga pada suatu saat ia ditawari untuk bekerja sebagai guru silat di SMP Labschool Kebayoran oleh bapak Masribi. Karena ia sebelumnya pernah bekerja sebagai penulis pada kolom olah raga di sebuah koran lokal, bapak Monu pun bisa melaksanakan proses wawancara dengan baik. Menurut bapak Masribi, pak Monu mempunyai visi dan misi yang sama dengan visi dan misi Labschool, sehingga ia pun diterima untuk menjadi pelatih silat di SMP Labschool Kebayoran. Pada dasarnya tujuan dari SMP Labschool memasukan Pencak Silat sebagai kurikulum, tidak hanya untuk mengajarkan budaya Indonesia, namun juga untuk mengajarkan 4 aspek penting yang terdapat pada pencak silat, yakni: 

1. Aspek Mental Spiritual : Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.

2. Aspek Seni Budaya : Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.

3. Aspek Bela Diri : Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.

4. Aspek Olah Raga : Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.

   Dan sejak saat itu hingga sekarang pak Monu menjadi guru Pencak Silat di SMP Labschool Kebayoran, bersama 2 orang rekannya (yang merupakan muridnya juga) pak Agung dan pak Kasno.

Kesaksian Sejarah

   Pak Monu merupakan saksi sejarah pada masa Orde Lama, pada saat masa tersebut berlangsung, pak Monu sedang menginjak masa SMPnya. Pada saat tersebut sedang terjadi pergolakan sehingga pak Monu dan angkatannya tidak dapat bersekolah selama 6 bulan. Karena pada masa tersebut sedang terjadinya demonstrasi besar - besaran karena adanya kejadi G30S/PKI, turunkan presiden Soekarno, dan turunkan harga. Pada saat itu pula tingkat senioritas masih tinggi, dimana SMP harus mengikuti anak SMA, dan anak SMA harus mengikuti perintah mahasiswa. Sehingga mau tidak mau ia pun harus ikut - ikutan demo karena disuruh dan diatur oleh mahasiswanya. Pada saat pak Monu dan kawan - kawannya berdemo mereka pun ditembaki oleh tentara - tentara yang berjaga. Namun tembakan tersebut bukanlah tembakan untuk membunuh, akan tetapi tembakan peringatan. Karena masih anak kecil, pak Monu dan teman - teman angkatannya langsung tiarap, takut terkena tembak. Mereka berdemo di Lapangan Menteng Pak Monu masuk SMP pada tahun 1964 namun karena ada kejadian tersebut ia pun baru lulus pada tahun 1967. 

   Pada masa tersebut sedang berlangsung masa sistem Demokrasi Terpimpin berlangsung. Sistem Demokrasi Terpimpin berlangsung dari tahun 1959 hingga 1966. Demokrasi terpimpin ini dicetuskan oleh presiden Soekarno, diawalin dengan anjuran Soekarno agar Undang - Undang UUDS 1950 digantikan dengan UUD 1945. usulan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan anggota konstituante. Sebagai tindak lanjut usulannya, diadakan pemungutan suara yang diikuti oleh seluruh anggota konstituante.

  Pada masa ini pula presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang berisi 
1. Tidak berlakunya UUDS 1950
2. Berlaku kembalinya UUD 1945
3. Dibubarkannya Konstituante
4. Pembentukan MPRS dan DPAS/DPRS

  Pada masa Orde Lama pak Monu mengalami kerasnya hidup. Untuk menggantikan beras sebagai makanan utama, pak Monu dan keluarganya pun memakan bulgur. Menurutnya keluarga yang menengah kebawah, pasti setidaknya mengalami hal yang serupa. Kata pak Monu, mencari uang ibu pak Monu sampai harus mengkilokan majalah - majalah lama, untuk membeli bahan makanan demi keluarganya.

  Menurut beliau masa Orde Lama terlalu keras, anti amerika,dan sempat berkonfrontasi dengan malaysia disebabkan karena gengsi Soekarno yang sangat tinggi sekali, yang sebenarnya Indonesia sedang menghadapi masa yang sangat kritis. 

  Dan juga pada masa Orde Lama indonesia mengalami krisis perekonomia yang sangat parah. Ekonomi Indonesia yang bercorak agraris ini terjerat dengan tingkat kemiskinan di Indonesia yang sangat tinggi. Ini semua disebabkan karena begitu tingginya hasrat konsumsi pada rakyat, akan tetapi rendahnya pendapatan negara ditambah dengan kemampuan menabung yang masih sangat amat kurang, dan juga investasi yang kurang.

  Pada sisi politiknya juga sangat berdampak besar. PKI atau Partai Komunis Indonesia sangat senang dengan sistem Demokrasi Terpimpin tersebut. Mereka memiliki anggapan bahwa mereka mempunyai mandat untuk mengakomodasi persekutuan konsepsi yang sedang marak di Indonesia kala itu, yakni Nasionalis, Agamis, dan Komunis yang dinamakan dengan NASAKOM.

  Pada era ini PKI berkolaborasi dengan kaum borjuis untuk menekan kaum buruh dan petani, demi memecahkan masalah politis dan ekonomi di Indonesia pada masa tersebut. Usaha tersebut masih gagal menyebabkan pendapatan ekspor menurun, cadangan devisa menurun, inflasi semakin tinggi, dan korupsi - korupsi dari kaum birokrat yang semakin mewabah. Hal inilah yang menyebabkan begitu banyaknya demonstrasi  - demonstrasi yang sempat diikuti oleh pak Monu pada masa SMPnya dari kaum buruh, petani, dan mahasiswa.

Penutup

Berdasarkan dari apa yang saya dengar dari kisah dan pendapat pak Monu mengenai masa Orde Lama yang sempat ia lewati, dapat saya simpulkan bahwa, untuk hidup di masa tersebut sangatlah sulit. Dapat dilihat dari kisah diatas, untuk mendapati uang untuk makan tidaklah mudah dengan masa sekarang. Semua itu disebabkan  karena Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi yang sangat parah. Pada sisi politiknya terlihat besarnya peranan PKI dalam politik di Indonesia. Dan ada pula keterlibatan dari Amerika Serikat, dimana mereka memberikan 64 juta dolar dalam bentuk bantuan militer untuk jendral - jendral militer di Indonesia antara tahun 1959 hingga 1965. Sebelum akhir tahun 1960 sekitar 43 batalyon angkatan bersenjata Indonesia telah dilengkapi oleh Amerika Serikat. Di antara tahun 1956 dan 1959, lebih dari 200 perwira tingkat tinggi dikirim ke Amerika Serikat untuk dilatih dan ratusan perwira tingkat rendah dikirim tiap tahunnya. Tentu saja bantuan tersebut bukan lah untuk mendukung Soekarno, akan tetapi untuk membantu angkatan bersenjata Indonesia dan orang sipil agar mau membentuk kesatuan militer baru agar membuat Indonesia sebagai negara yang bebas.

Sekian penjelasan dari saya. Mohon maaf jika ada kekurangan dan kesalahan.

No comments:

Post a Comment