Friday, 31 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Alvinka Vianissa Putri XI IPA 2

Pada hari Rabu tanggal 29 Mei 2013, saya izin 2 jam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah untuk pergi ke Museum Polri bersama teman-teman saya dengan maksud menyelesaikan tugas muatan lokal. Museum Polri beralamat di Jalan Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Alasan saya mengunjungi museum ini karena letaknya yang dekat dengan sekolah saya dan museum ini merupakan museum yang baru berdiri sehingga saya tertarik untuk mengunjunginya.

Museum Polri diresmikan pada tanggal 1 Juli 2009 bertepatan dengan HUT Kepolisian Negara Republik Indonesia atau lebih dikenal dengan Hari Bhayangkara. Museum ini memiliki desain modern dengan 3 lantai pameran koleksi. Museum Polri terbagi menjadi 7 ruang, yaitu: Ruang Senjata, ruang koleksi dan peristiwa, Hall of Fame, ruang sejarah, ruang kepahlawanan, ruang penegakan hukum, serta ruang simbol dan kesatuan.

Museum Polri adalah museum yang bersih dan modern. Namun sayang, masih sedikit pengunjung yang datang. Peminat museum di masa sekarang ini pun mulai berkurang. Saat saya berkunjung ke museum tersebut, hanya ada sedikit pengunjung selain kami di museum tersebut. Sehingga saya mengalami kesulitan untuk menemukan seorang turis yang akan saya guide di museum tersebut. Pada akhirnya, saya menjadi guide 4 teman saya yaitu Dissa, Nadhiv, Ega, dan Alen.

Saya berkeliling untuk mencari koleksi museum tersebut yang akan saya jelaskan ke teman-teman saya. Setelah menjelajahi museum 3 lantai tersebut, pilihan saya jatuh kepada koleksi senjata. Senjata yang saya pilih adalah senapan laras panjang "Bren Cheko" yang digunakan pada saat pemberontakan PRRI di daerah Sumatera Barat. Berikut adalah link video saat saya menjadi guide mereka:

http://www.youtube.com/watch?v=sWrOro1vn-Q&feature=youtu.be

No comments:

Post a Comment