Sunday, 26 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Andi Adelia Putri Sesaria XI IPA 4

Arca Parvati, Museum Nasional Republik Indonesia


Pada hari Sabtu, 18 Mei 2013, saya dan teman saya, Abdurahman Faiz, pergi ke Museum Gajah untuk memenuhi tugas Mulok dengan menjelaskan artefak di dalam museum tersebut. Hari itu pula merupakan Hari Museum Internasional, sehingga museum tampak ramai.
Museum Nasional atau Museum Gajah sendiri merupakan museum di Jakarta Pusat persisnya di Jalan Merdeka Barat 12. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara.
Museum ini lahir pada tanggal 24 April 1778, pada saat pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Radermacher, ketua perkumpulan, menyumbang gedung di Jalan Kalibesar yang berisi koleksi buku dan benda-benda budaya yang nanti menjadi dasar untuk pendirian museum.
Sir Thomas Stamford Raffles merupakan direktur Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen di masa pemerintahan Inggris. Ia memerintahkan pembangunan gedung baru di Jalan Majapahit no. 3, yang akan digunakan sebagai museum dan ruang pertemuan untuk Literary Society. Kini, gedung tersebut menjadi bagian dari kompleks Sekretariat Negara.
Setelah kemerdekaan RI, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelola menyerahkan museum tersebut kepada pemerintah Republik Indonesia, pada 17 September 1962. Pengelolaan museum pun dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan. Sejak tahun 2005, Museum Nasional pun berada di bawah pengelolaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Mengapa disebut Museum Gajah? Ini karena dihadiahkannya patung gaja berbahan perunggu oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871 yang kemudian dipasang di halaman depan museum. Namun sejak 28 Mei 1979, nama resmi lembaga ini adalah Museum Nasional RI.
Museum Nasional RI ini mengoleksi banyak benda-benda kuno dari seluruh nusantara, seperti arca-arca kuno, prasasti, dan benda kuno lainnya.
Catatan di website Museum Nasional Republik Indonesia pada tahun 2001 menunjukkan bahwa koleksi telah mencapai 109.342 buah. Jumlah koleksi itulah yang membuat museum ini dikenal sebagai yang terlengkap di Indonesia. Pada tahun 2006 jumlah koleksi museum sudah melebihi 140.000 buah, meskipun hanya sepertiganya yang dapat diperlihatkan kepada khalayak.
Memasuki Museum Nasional, anda bisa melihat halaman dalam yang dikelilingi koleksi-koleksi masa Hindu-Buddha, seperti arca Ganesha, arca Adityawarman, dll. Sementara di arah Barat, bisa ditemukan arca bernama Parvati. Arca ini cukup menarik karena figurnya sebagai wanita dan lumayan besar, sehingga saya memutuskan menjelaskan arca tersebut pada teman saya, Faiz.
Parvati atau dikenal sebagai Gauri, merupakan Dewi Hindu. Ia merupakan permaisuri kedua dari Siwa, dewa kehancuran. Ia merupakan ibu dari Ganesha dan Skanda. Ia juga dipercaya menjadi adik dari Wisnu.
Saat digambarkan dengan Siwa, ia umumnya muncul dengan dua lengan, tetapi ketika sendirian, ia digambarkan memiliki empat atau delapan lengan, dan menunggang harimau atau singa.


Source:
wikipedia.org

No comments:

Post a Comment