Saturday, 25 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Andina Zahra Nabilla XI IPA 4

Patung Mbis, Museum Nasional Republik Indonesia

Pada hari Minggu, 12 Mei 2013, saya bersama keluarga pergi untuk berkunjung ke Museum Gajah atau lebih sering dikenal juga sebagai Museum Nasional Republik Indonesia. Museum ini terletak di Jl. Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Barat dan memiliki jumlah koleksi  yang mencapai 141.899 buah.

Ketika kami memasuki wilayah museum kami disambut oleh patung gajah yang terpampang di halaman depan sebagai ikon dari museum tersebut. Patung tersebut berbahan perunggu dan merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871. Museum ini sendiri dibentuk pada tahun 1778 bersamaan dengan pembentukannya Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Ketua perkumpulan tersebut menyumbang sebuah gedung di Jalan Kalibesar yang akhirnya menjadi dasar pendirian museum ini. Di masa pemerintahan Inggris, Sir Thomas Stamford Raffles membangun gedung baru di Jalan Majapahit no 3 untuk menjadi gedung museum dan kini menjadi kompleks Sekretariat Negara. Akhirnya, pada tahun 1862, pemerintahan Hindia-Belanda membangun gedung museum di Jalan Medan Merdeka Barat dan koleksi-koleksi pun dipindahkan lagi. Gedung ini pun hingga kini menyimpan ratusan ribu koleksi dan menjadi Museum Nasional Republik Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka, Lembaga Kebudayaan Indonesia menyerahkan museum tersebut kepada pemerintah Republik Indonesia pada 17 September 1962. Sejak saat itu, museum ini dikelola oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hingga tahun 2005 saat Museum Nasional diambil alih oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Karena kami datang pada pagi hari, sekitar pukul sembilan, museum pun masih sunyi. Hanya segelintir orang yang sudah terlihat. Namun, setelah beberapa lama mengitari museum, kami bertemu seseorang kebangsaan Perancis yang sedang melihat-melihat prasasti bersama dengan tour guidenya. Kami pun menghampiri dan bercakap-cakap dengannya beberapa lama. Dari sana mengetahui bahwa ia sangat menikmati kunjungan ke museum tersebut. Kami pun berpamitan untuk kembali mengelilingi museum.


Saya pun sampai ke ruang ujung dari ruangan yang namanya saya jujur tidak ingat. Di sana saya melihat patung tinggi yang ukiran dan warnanya menarik perhatian saya. Saya pun memutuskan untuk menjelaskannya sebagai pemenuhan tugas mulok saya. Berikut videonya:

No comments:

Post a Comment