Saturday, 11 May 2013

Tugas 2 - Mulok - Annisa Pratita Maharani XI IPA 1

Museum Nasional - Saksi Bisu Keragaman Budaya Indonesia

Museum Nasional
          Jakarta adalah ibu kota Republik Indonesia yang merupakan satu dari banyak kota yang terpadat dan tersibuk di Indonesia. Tetapi dari kesibukan-kesibukan yang memadati keseharian warga Jakarta, ternyata masih banyak tempat-tempat yang menarik yang bisa di kunjungi keluarga dan para wisatawan.
Bersama Andin di depan Museum Nasional



           Museum Nasional yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat no. 12 Jakarta Pusat, adalah salah satu dari banyak tempat yang wajib di kunjungi oleh wisatawan Jakarta. Bahkan mungkin banyak penduduk Jakarta yang belum mengunjungi Museum ini. Museum ini merupakan salah satu peninggalan belanda yang didirikan pada tanggal 24 April 1778 dan baru di buka untuk umum pada tahun 1868.  Museum ini memiliki areal yang cukup luas, saat ini Museum memiliki dua gedung utama yaitu gedung A dan gedung B. Gedung A merupakan gedung lama yang gaya arsitekturnya masih mengikuti gaya Belanda. Sedangkan gedung B adalah gedung baru yang terletak di samping kiri gedung A. Gedung B sendiri baru diresmikan beberapa waktu lalu oleh Presiden Susilo Bambang Yodhoyono. Museum Nasional memiliki banyak koleksi mulai dari koleksi peninggalan zaman Purba, Kerajaan Hindu Budha, Kerjaan Islam, sampai kesenian dan benda-benda khas dari daerah-daerah yang ada di Indonesia.

Patung Gajah di halaman depan
           Di halaman depan Museum ini kita akan melihat sebuah tugu yang ada patung gajahnya di bagian atas. Patung Gajah yang terbuat dari perunggu ini merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn dari Thailand yang berkunjung ke museum ini pada tahun 1871. Tugu ini memiliki 4 tulisan di bagian badan tugunya dengan 4 bahasa yang berbeda. bahasa-bahasa ini adalah Belanda, Arab, Sansekerta, dan Melayu. Masyarakat yang mengunjungi Museum Nasional ini juga sering menyebut Museum ini dengan sebutan Museum Gajah, dikarenakan adanya tugu gajah di halam depan dari museum ini.
           Museum Nasional dibagi kedalam beberapa ruangan. Pembagian ruangan ini bertujuan untuk memudahkan pengunjung untuk membedakan koleksi yang ada di dalamnya.

Tathagata Ratnasambhawa, waramurta(anugrah)

Tathagata Amitabha, dhyanamudra (meditasi)

Tathagata Aksobhya, bumisparsamudra (saksi bumi)

Tathagata Amogasiddhi, abhyamudra (tidak ada bahaya)
         Pertama-tama kita akan disuguhkan dengan 4 patung budha yang merupakan simbol-simbol mata angin. Tathagata Ratnasambhawa (selatan), Tathagata Amitabha (barat), Tathagata Aksobhya (timur), dan Tathagata Amoghasiddhi (utara). Pembeda dari patung-patung ini adalah posisi tangan mereka yang memiliki arti tersendiri. Kemudian ada ruangan yang menyapa kita pertama kali. Ruangan ini disebut Rotunda, Rotunda berisi arca-arca dan prasasti peninggalan zaman Hindu Budha di Indonesia.
Pintu masuk menuju Rotunda





          Saat memasuki Rotunda kita akan melihat patung Ganesha yang merupakan simbol dewa ilmu pengetahuan. Ganesha adalah dewa yang memiliki kepala Gajah tetapi berbadan manusia. Di tangan kanannya terdapat tasbih dan di tangan kiri terdapat mangkuk yang konon menyimbolkan ilmu pengetahuan.
Ganesha, dewa ilmu pengetahuan
 Ganesha adalah anak dari Parwati dan Siwa (dewa penghancur), dan ada kisah yang dapat menjelaskan mengapa kepala Ganesha adalah kepala Gajah.
Arca Siwa dan Parwati
Masih banyak lagi arca-arca yang tersimpan di ruang Rotunda ini. Ada arca Siwa Mahaguru yang konon merupakan guru dari dewa Siwa. Ada juga Arca Brahma, Arca Wisnu dan Arca Siwa yang merupakan 3 dewa tertinggi menurut ajaran agama Hindu.
Siwa Mahaguru

Dewa Siwa

Dewa Wisnu

Dewa Brahma
            Kemudian di ujung Rotunda ada arca yang tingginya 4,14 meter. Arca ini adalah arca Bhairawa Budha, yg merupakan arca percampuran hindu dan budha, karena bagian kepala arca ini seperti memakai sanggul yang merupakan ciri khas arca budha dan bagian pinggang ada ikat pinggang yang merupakan simbol arca khas hindu. Arca ini adalah arca terbesar yg dimiliki oleh Museum Nasional. Bairawa Budha adalah dewa kematian. Itulah sebabnya di bagian bawah arca ini ada tengkorak-tengkorak, dan tangan arca ini juga memegang tengkorak yang konon berisi darah.


  
Bhairawa Budha
          Setelah ruang rotunda kita akan melihat taman dalam yang memiliki banyak koleksi arca dari berbagai daerah juga.
Taman dalam





          Kemudian kalau kita berjalan lebih ke dalam lagi, kita akan menemukan ruangan yang berisi banyak benda khas suku bangsa di Indonesia. Ruangan-ruangan ini dibagi berdasarkan daerah-daerah di Indonesia. Ada ruangan Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Makassar, Papua, NTT dan masih banyak lagi.
          Ini adalah beberapa benda-benda dan kesenian khas daerah-daerah di indonesia yg terdapat di Museum Nasional.
Satu set Gamelan khas Bali





 Ciri-ciri dari gamelan khas bali adalah adanya kain berwarna hitam putih yang merupakan simbol baik dan buruk.
Satu set Gamelan khas Banjar

 Ciri-ciri dari gamelan khas Banjar adalah adanya corak burung di ukiran kayu-kayu gamelan
Replika Pura di Bali
 Ini merupakan replika pura yang menjadi tempat peribadatan masyarakat Bali yang umumnya beragama Hindu.
Perahu Asmat
 Perahu khas suku Asmat di Papua merupakan alat transportasi dan alat untuk mencari ikan secara tradisional. perahu ini biasanya mencapai panjang 4 sampai 6 meter dan bisa di isi oleh 5 sampai maksimal 10 orang. perahu ini biasanya dibuat dari satu pohon. dan di pinggirannya terdapat ukiran khas asmat.
Barong dan Rangda
 Barong dan Rangda ini adalah salah satu kesenian dan simbol antara yang baik dan yang jahat di daerah bali. Barong di sini berperan sebagai yang baik dan Rangda membela yg jahat.
Ukiran menyerupai huruf S khas suku asmat

Patung Mbis
 Patung Mbis merupakan patung sebagai simbol pemujaan terhadap leluhur masyarakat di Papua. Nenek moyang sendiri selalu di tempatkan di paling atas patung ini karena akan disembah-sembah.
Gendang khas NTT

Sasando
 Sasando dan gendang adalah salah satu alat musik khas NTT yang merupakan kesenian yang di banggakan oleh daerah NTT. Sasando juga sekarang telah mejadi simbol selamat datang bandara di NTT.
satu set Gamelan khas Jawa
 Gamelan khas jawa ini memiliki ciri khsus yaitu adanya gunungan, (terlihat di gambar di paling kanan yang bagian atasnya lancip).
Pasren, Ranjang Dewi Sri
 Ranjang Dewi Sri ini konon katanya jika kita menaruh padi di atasnya maka panen akan melimpah. Tetapi itu hanya sebuah mitos masyarakat terdahulu.
Wayang Golek khas Jawa barat

Patung Kanjeng Ratu Kidul dan tunggangannya

          Selain ruangan-ruangan yg ada berisi benda-benda khas daerah di Nusantara, ada juga ruangan yang berisi emas dan keramik peninggalan kerajaan Hindu Budha dan Islam. Namun demi keamanan dan keaslian museum maka khusus ruangan tersebut pengunjung tidak diperbolehkan memotret/ mengambil gambar. terus terang saja, ruangan emas sangat menarik karena banyak benda yang mengagumkan seperti piring ramayana yg di pinggirnya terdapat ukiran yg mengisahkan cerita ramayana. ada juga mahkota raja-raja dari berbagai daerah. bahkan di gedung B ada mahkota bagi penari bali yang sangat menakjubkan. 
          Museum yang memiliki koleksi sangat banyak ini dapat dikunjungi dari pukul 8.30 - 17.00, akan tetapi hari Senin museum ini libur. Untuk dapat melihat-lihat koleksi di museum ini pun pengunjung tidak perlu merojok kocek dalam-dalam, karena dengan 5000 rupiah saja pengunjung bisa menikmati seisi museum. Jika pengunjung membutuhkan tour guide pun tersedia, mereka siap membantu menjelaskan benda-benda seisi museum. 
          Untuk itu bagi para wisatawan dan penduduk Jakarta yang ingin mengisi liburannya dapat berkunjung ke Museum Nasional.

No comments:

Post a Comment