Thursday, 30 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Athira Presialia XI IPA 3



            Pada tanggal 26 Mei 2013, seusai mengikuti lomba, saya bersama Shafiera, Syahla, Galavia, Melati, dan Dhanti berkesempatan untuk mengerjakan tugas muatan lokal yaitu mengunjungi museum. Tujuan kami untuk mengerjakan tugas ini awalnya mengunjungi Kota Tua, karena di Kota Tua terdapat banyak museum dan bangunan bersejarah Jakarta yang menarikseperti Museum Fatahillah, Museum Bank Mandiri, Stasiun Jakarta Kota, Museum Bank Indonesia, dan lain-lain. Namun, akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Museum Bank Indonesia.

            Museum Bank Indonesia terletak di kawasan Kota Tua, letaknya berseberangan dengan Museum Bank Mandiri dan depan Beos Kota, tepatnya di Jl. Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat. Museum ini menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal. Bangunan ini pertama kali dibangun pada tahun 1828.

            Museum Bank Indonesia menyajikan informasi tentang peranan Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953, serta latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.

            Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui 2 (dua) tahap, yaitu peresmian tahap I dan mulai dibuka untuk masyarakat pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Burhanuddin Abdullah, Gubernur Bank Indonesia pada saat itu. Peresmian tahap II dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2009 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

            Pertama kali kami menginjakan kaki di depan museum ini, pada bayangan saya adalah museum ini masih bergaya Belanda karena model bangunannya. Setelah itu, kami masuk ke dalam, dan ternyata image yang saya dapatkan di luar berbeda dengan yang saya lihat di dalam. Setelah masuk museum, kami menaiki tangga dan sampai ke lobby museum. Lobby museum ini sangat unik, karena didesain seperti loket bank pada zaman dahulu. Kami pun menuju ke loket, dan kami selaku pelajar diberi kertas yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar Bank Indonesia yang informasinya bisa kita dapatkan di dalam museum.

            Memasuki ruangan pertama museum, kami memasuki sebuah ruang teater, namun pada saat itu tidak ada pertunjukan film yang ditayangkan. Setelah itu, kami memasuki ruangan yang dihiasi alunan ombak dan kicau burung. Ruangan itu merupakan diorama kehidupan perekonomian Nusantara di pelabuhan zaman Belanda. Di sini juga terdapat display rempah-rempah yang menjadi bahan ekonomi pada saat itu. Selanjutnya terdapat ruangan penuh diorama yang menjelaskan tentang sejarah berdirinya Bank Indonesia, yang dimulai dengan nama De Javasche Bank, yang kemudian menjadi Bank Indonesia.
Lalu terdapat perkembangan logo Bank Indonesia, nama-nama Gubernur Bank Indonesia, dll. Di ruangan lain, terdapat diorama yaitu keadaan Bank Indonesia saat mengalami inflasi, di mana telepon-telepon tidak berhenti berbunyi di Bank Indonesia. Sound effect dan lighting dalam ruangan ini membuat suasana yang ditampilkan pada diorama terasa nyata. Pada ruangan sejarah Bank Indonesia ini, saya menemukan diorama yang menarik yaitu tentang ‘De Javasche Bank: ‘Bank Jawa Buka Cabang di Belanda’. Saya pun memberikan penjelasan singkat tentang diorama ini kepada salah satu pengunjung yang bernama Cynthia, yang videonya dapat dilihat pada
link berikut.


            Setelah ruangan-ruangan tentang sejarah Bank Indonesia, kami ke luar melewati balkon Museum Bank Indonesia untuk masuk ke ruangan tentang koleksi uang kertas dan koin dari zaman dahulu, hingga uang yang merupakan alat pembayaran sah pada masa kini. Selain itu, terdapat koleksi uang ‘Gunting Syafruddin’, uang bersambung, koleksi uang dari penjuru dunia, dll.  Terakhir, terdapat ruangan yang berisi foto-foto cabang De Javasche Bank di beberapa daerah Indonesia.  Dengan demikian, selesailah kunjungan saya dan teman-teman ke Museum Bank Indonesia.

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Bank_Indonesia 
http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Museum/Tentang+Museum/Latar+Belakang/

No comments:

Post a Comment