Wednesday, 29 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Azhar Rhozaq A. XI IPA 1

Pada pagi hari, (hari/tanggal)  kita ke Museum Nasional atau sebutan lokal nya Museum Gajah, yang berada di depan monas, tepatnya di Jl. Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Bersama Putri Khalisha S., Alvian Putra Adhitama, Savanna Berlian Segara, serta ayah dan adik dari Putri Khalisha S., kita menuju ke Museum Gajah. 





Dan di Museum Gajah tersebut saya berkesempatan untuk menjelaskan sebuah koleksi dari Museum Gajah, yaitu patung Bhairawa.

Patung Bhairawa adalah sebuah patung tertinggi di museum tersebut, dengan ketinggian 4 meter lebih tepatnya 4,14 meter. Patung ini merupakan manifestasi dari Dewa Lokeswara atau Awalokiteswara, dan patung ini merupakan jelmaan dari Adityawarman, dan Adityawarman sendiri merupakan salah seorang putra majapahit keturunan melayu yaitu putra dari raden wijaya dan dara jingga. Sebelum menjadi raja melayu dia berhasil mengembangkan kekuasaannya dengan menguasai daerah Pagaruyung. Patung tersebut di temukan di Padang Roco, Sumatera Barat, Dan di perkirakan berasal dari abad 14 Masehi.

Sekilas sejarah tentang museum ini. Museum Nasional ini mulai berdiri dari tanggal 24 April 1778. J.C.M. Radermacher menyumbang sebuah gedung pada saat pembangunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, juga buku-buku dan benda benda budaya yang akhirnya menjadi dasar dari Museum Nasional ini.

Pada tahun 1862, dan setelah koleksi memenuhi museum di Jalan Majapahit, pemerintah Hindia-Belanda mendirikan gedung yang hingga kini masih ditempati. Gedung museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1868.




Museum Nasional juga sering di kenal sebagai Museum Gajah karena dihadiahkannya patung gajah yang terbuat dari perunggu dari seorang raja di Thailand bernama Raja Chulalongkorn pada tahun 1871. Namun tetap di panggil Museum Nasional Republik Nasional sejak 28 Mei 1979.

Link Video:

No comments:

Post a Comment