Sunday, 26 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Jasmine Tiara Iqbal XI IPA 1


VIDEO MUSEUM SEJARAH NASIONAL

             Pada siang hari yang cerah sepulang sekolah tepatnya tanggal 17 Mei 2013, saya bersama dengan ketiga teman saya, Bilqis, Ghina dan Nillam bertekad menyelesaikan tugas muatan lokal yaitu kunjungan ke museum dan menjelaskan salah satu artefaknya. Perjuangan kami diawali dengan kunjungan ke museum polri. Saat itu pukul 13.00 WIB sedangkan kami mendengar kabar bahwa museum tersebut tutup jam 14.00 WIB, kamipun bergegas kesana dan tiba sekitar 15 menit sebelum jam tutup loket tersebut. Sesampainya disana kami yang sudah sangat bahagia karna berhasil mengejar waktu tetapi ternyata sesampainya di depan pintu, kami diberitahukan bahwa museum tersebut sedang tutup karena besoknya akan diadakan pameran museum. 

            Dengan kecewa kamipun akhirnya kembali ke sekolah, tetapi karna kami berambisi untuk segera menyelesaikan tugas kami segera berangkat lagi tanpa tujuan. Sepanjang perjalanan kami menelpon seluruh museum menanyakan jam tutup. Akhirnya pilihan kami jatuh pada Museum Sejarah Nasional yang ada di basement Monumen Nasional. Kami sampai disana pukul 14.30 WIB dan kami pun bergegas berlari ke loket pembelian tiket yang nun jauh dan berputar-putar. Akhirnya kami berhasil mencapai Museum Sejarah Nasional dimana terdapat puluhan diorama.

MUSEUM SEJARAH NASIONAL
             
Di bagian dasar monumen  nasional pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, terdapat Museum Sejarah Nasional Indonesia. Ruang besar museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80 x 80 meter, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang. Ruangan besar berlapis marmer ini terdapat 48 diorama pada keempat sisinya dan 3 diorama di tengah, sehingga menjadi total 51 diorama. Diorama ini menampilkan sejarah Indonesia sejak masa pra sejarah hingga masa Orde Baru. Diorama ini dimula dari sudut timur laut bergerak searah jarum jam menelusuri perjalanan sejarah Indonesia; mulai masa pra sejarah, masa kemaharajaan kuno seperti Sriwijaya dan Majapahit, disusul masa penjajahan bangsa Eropa yang disusul perlawanan para pahlawan nasional pra kemerdekaan melawan VOC dan pemerintah Hindia Belanda. Diorama berlangsung terus hingga masa pergerakan nasional Indonesia awal abad ke-20, pendudukan Jepang, perang kemerdekaan dan masa revolusi, hingga masa Orde Baru pada masa pemerintahan Suharto.

PROKLAMASI KEMERDEKAAN
            
 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (Jumat, 17 Agustus 1945 M atau 17 Ramadan 1365 H) dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Muhammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat.
            Mengetahui bahwa proklamasi tanpa pertumpahan darah telah tidak mungkin lagi, Soekarno, Hatta dan anggota PPKI lainnya malam itu juga rapat dan menyiapkan teks Proklamasi yang kemudian dibacakan pada pagi hari tanggal 17 Agustus 1945.
            Sebelumnya para pemuda mengusulkan agar naskah proklamasi menyatakan semua aparat pemerintahan harus dikuasai oleh rakyat dari pihak asing yang masih menguasainya. Tetapi mayoritas anggota PPKI menolaknya dan disetujuilah naskah proklamasi seperti adanya hingga sekarang. Para pemuda juga menuntut enam pemuda turut menandatangani proklamasi bersama Soekarno dan Hatta dan bukan para anggota PPKI. Para pemuda menganggap PPKI mewakili Jepang. Kompromi pun terwujud dengan membubuhkan anak kalimat “atas nama Bangsa Indonesia” Soekarno-Hatta. Rancangan naskah proklamasi ini kemudian diketik oleh Sayuti Melik.
Isi Teks Proklamasi
Isi teks proklamasi kemerdekaan yang singkat ini adalah:
Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta

Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan tahun Jepang yang kala itu adalah tahun 2605.

Teks diatas merupakan hasil ketikan dari Sayuti Melik (atau Sajoeti Melik), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan proklamasi.

Sementara naskah yang sebenarnya hasil gubahan Muh.Hatta, A.Soebardjo, dan dibantu oleh Ir.Soekarno sebagai pencatat. Adapun bunyi teks naskah otentik itu sebagai berikut:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17 – 8 – ’45

Wakil2 bangsa Indonesia.

sumber:
http://andyestc.blogspot.com/2012/08/sejarah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional

No comments:

Post a Comment