Friday, 24 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Kristal Amalia XI IPA 1


Jakarta, sebagai ibu kota Republik Indonesia, mengabadikan banyak bukti-bukti sejarah negara ini. Salah satu tempat pengabadian tersebut adalah di museum. Kebanyakan museum di Jakarta berada di daerah Jakarta Pusat, namun kali ini saya mencoba untuk mengunjungi Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia yang terletak di daerah Jakarta Selatan, yaitu di Jl. Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110. Museum ini dapat dikenali dengan helikopter yang terdapat di depan museum tersebut. Saya pergi mengunjungi museum ini bersama Kanisha Delaras Zahrah.
 
 
Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang sering disingkat dengan Museum Polri, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Rabu, 1 Juli 2009, yakni di HUT Kepolisisan Negara Republik Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan hari Bhayangkara. Pada peresmian tersebut juga hadir Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, serta para pejabat tinggi Kepolisian Negara RI dan para undangan lainnya. Museum ini memiliki situs web, yaitu www.museum.polri.go.id.

Staf-staf museum ini sangatlah ramah. Pengunjung diperbolehkan menitipkan tas dan barang bawaannya di loker-loker yang tersedia dengan gratis. Kemudian, saya mulai memasuki daerah museum. Sebelum melihat bukti-bukti sejarah, saya menemukan papan kayu berisi TRIBRATA dan Catur Prasetya, yang berisi:


TRIBRATA

KAMI POLISI INDONESIA

1.   BERBAKTI  KEPADA  NUSA  DAN  BANGSA  DENGAN  PENUH  KETAQWAAN 
TERHADAP  TUHAN  YANG MAHA  ESA

2.  MENJUNJUNG  TINGGI  KEBENARAN,  KEADILAN,  DAN  KEMANUSIAAN 
DALAM  MENEGAKKAN HUKUM  NEGARA  KESATUAN  REPUBLIK  INDONESIA  YANG 
BERDASARKAN  PANCASILA  DAN UNDANG - UNDANG 1945

3.  SENANTIASA  MELINDUNGI  MENGAYOMI  DAN  MELAYANI,  MASYARAKAT 
 DENGAN  KEIKHLASAN  UNTUK  MEWUJUDKAN  KEAMANAN  DAN 
KETERTIBAN


CATUR PRASETYA

SEBAGAI INSAN BHAYANGKARA, KEHORMATAN SAYA ADALAH BERKORBAN DEMI MASYARAKAT, BANGSA DAN NEGARA, UNTUK :
 

1.      MENIADAKAN SEGALA BENTUK GANGGUAN KEAMANAN

2.      MENJAGA KESELAMATAN JIWA RAGA, HARTA BENDA DAN HAK ASASI MANUSIA

3.      MENJAMIN KEPASTIAN BERDASARKAN HUKUM

4.      MEMELIHARA PERASAAN TENTRAM DAN DAMAI

Museum Polri menampilkan ribuan foto dan berbagai benda bersejarah, seperti senjata-senjata yang digunakan saat perang. Senjata tersebut dapat dilihat di lantai 1 museum. Di lantai tersebut juga terdapat maket penjelasan proses pembuatan SIM, serta foto tokoh-tokoh kepolisian. Di akhir lantai 1, sekitar tangga menuju ke lantai 2, dapat terlihat perlengkapan polisi, seperti pin dan lencana-lencana.



Tangga menuju ke lantai 2 dihiasi dengan lukisan dinding yang indah, dengan lambang polisi berada di tengah-tengahnya. Beranjak ke lantai 2, terdapat kids corner yang sangat menarik dan mendidik, terutama bagi anak kecil. Di sana, terdapat permainan yang berhubungan dengan penyelidikan kepolisian. Kemudian di sebelah kids corner tersebut, terdapat ruangan yang berisi hasil razia polisi seperti DVD bajakan dan uang palsu. Terdapat juga lukisan-lukisan pelaku tindakan kriminal, seperti peledakan Bom Marriott dan Bom Bali. Di lantai yang sama, dapat dilihat sepeda yang digunakan pada zaman G30S PKI dan bukti-bukti sejarah lainnya.
 

Kemudian saya pun naik ke lantai paling atas, yakni lantai 3, yang berisi bukti-bukti dari peledakan-peledakan yang terjadi di Indonesia, seperti Bom Bali I, Bom Bali II, dan Bom Marriott, seperti paspor pelaku peledakan, telepon genggam pemicu bom, sisa bagian mobil pengangkut bom, bagian rakitan bom, dan serpihan-serpihan bom. Kejadian peledakan juga dijelaskan dengan teks yang dihiasi dengan foto-foto berwarna dan maket tempat kejadian.
 
 
Di lantai ini juga, saya bertemu dengan Ibu Baby Manuhutu. Kepada Beliau, saya menjelaskan beberapa bukti-bukti peledakan yang terjadi di Indonesia, yang dapat dilihat dalam video berikut ini:


No comments:

Post a Comment