Monday, 27 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Melati Wijayanti XI IPA 3

Museum Bank Indonesia merupakan salah satu museum yang terletak di Jakarta tepatnya di Jl. Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat. Museum ini terletak di kawasan Kota Tua dekat dengan Stasiun Kota dan bersebrangan dengan museum Bank Mandiri.

Gedung museum ini merupakan area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal. Gedung ini dibangun pertama kali pada tahun 1828. Museum ini menyajikan informasi mengenai peran Bank Indonesia yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953, kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005.
Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap yaitu peresmian tahap I (soft opening) pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia pada saat itu, Burhanuddin Abdullah, dan peresmian tahap II (grand opening) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 Juli 2009.

Perubahan Logo Bank Indonesia
Pada hari Minggu tanggal 26 Mei 2013, saya berkesempatan untuk mengunjungi Museum Bank Indonesia guna mencari tahu lebih lanjut mengenai sejarah dan koleksi dari museum tersebut. Ketika pertama kali memasuki museum setelah menaiki anak tangga, terdapat sebuah lobby dan dapat langsung terlihat sebuah tempat yang mirip seperti loket atau kasir yang sempat digunakan pada zaman dahulu. Kemudian diseberang loket akan terlihat beberapa kaca patri yang masing-masing memiliki motif dan artinya sendiri. Setelah dari lobby saya mulai memasuki ruangan sejarah Bank Indonesia. Di ruangan tersebut dipajang beberapa rempah-rempah hasil kekayaan Indonesia seperti lada dan kayu manis. Di ruangan itu juga terdapat miniatur orang yang terlihat sedang bekerja memanggul karung berisi rempah-rempah tersebut. Disebelahnya terdapat ruangan yang menjelaskan tentang cikal bakal berdirinya Bank Indonesia. Dimulai dari nama De Javasche Bank hingga akhirnya menjadi Bank Indonesia, revolusi logo Bank Indonesia, denah gedung Museum Bank Indonesia, nama-nama Gubernur terdahulu, serta perjuangan para petinggi dan pejabat untuk mempertahankan kestabilan perekonomian di Indonesia.

Di ruangan tersebut ada satu tempat yang menarik perhatian saya yaitu sebuah miniatur yang menggambarkan tentang nasionalisasi De Javasche Bank. Berikut video penjelasan singkat saya tentang nasionalisasi De Javasche Bank kepada salah satu pengunjung museum Bank Indonesia. Video link

Contoh Uang Bersambung Senilai Rp 400.000
Setelah selesai pembahasan tentang sejarah berdirinya Bank Indonesia, akan ada sebuah ruangan lagi yang menjelaskan tentang uang kertas dan koin yang beredar pada zaman dahulu. Dimulai dari uang kertas dan koin yang pertama kali beredar hingga yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah pada hari ini. Diruangan tersebut juga dipajang mata uang zaman dahulu dari beberapa negara asing. Terdapat juga pajangan tentang uang bersambung atau uang yang menyatu dengan nominal yang sama. Uang ini sengaja dicetak untuk para kolektor namun uang ini tetap dapat dijadikan sebagai alat tukar atau alat pembayaran yang sah sesuai dengan jumlah uang ada. Biasanya uang yang bersambung memiliki nominal yang sama. Penjelasan di Museum Bank Indonesia pun berakhir.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Bank_Indonesia

No comments:

Post a Comment