Friday, 31 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Muhammad Nur Alif



Museum, berdasarkan definisi yang diberikan International Council of Museums disingkat ICOM, adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studipendidikan, dan kesenangan. Karena itu ia bisa menjadi bahan studi oleh kalangan akademis, dokumentasi kekhasan masyarakat tertentu, ataupun dokumentasi dan pemikiran imajinatif pada masa depan dan sejak tahun 1977 tiap tanggal 18 Mei diperingati sebagai hari Hari Museum Internasional. (wikipedia.org).

Nah, itu merupakan penjelasan dari museum. Di Jakarta terdapat sekitar 68 museum. Tetapi masih banyak orang yang masih belum mengenal museum-museum di Jakarta ini. Dari survei kompas 28 Mei 2013, masyarakat hanya mengenal 23 museum dari 68 museum yang ada. Museum yang dikenal dan mampu disebutkan namanya dengan tepat di antaranya adalah Museum Satria Mandala dan Lubang Buaya. Sementara masih ada masyarakat yang tidak tahu Museum Bank Indonesia. Nama Museum Tekstil masih sering disebut Museum Batik. Padahal, Museum Batik ada di Yogyakarta. Keadaan ini sebenarnya membahayakan warga Jakarta dalam pelestarian museum-museum besar di Jakarta atau Indonesia.


Di tugas mulok ini membuat saya mengenal 1 museum lagi dari museum-museum yang sudah saya kunjungi. Pada tanggal 30 Mei 2013 saya mengunjungi Museum Kehutanan yang berlokasi di Jl. Jend. Gatot Subroto, Kel. Gelora, Kec. Tanah Abang, Kota Administrasi Jakarta Pusat. Meskipun begitu, pintu masuk ke kompleks ini bukanlah di jalan utama Gatot Subroto, melainkan di persimpangan jalan ke arah Jl. Gelora VII. Museum ini memang lumayan sulit untuk di temukan. Karena museum ini bersatu dengan gedung Manggala Wanabakti, dan letak museum ini cukup sulit terlihat. Saya menemukan museum ini juga pada saat browsing di internet, dan ternyata Manggala Wanabakti yang sering saya kunjungi memiliki sebuah museum, dan sayamemilih mengunjungi museum ini karena paling dekat dari rumah.

Ketika memasuki Museum Kehutanan ini, yang pertama kali terlihat adalah pohon jati yang berumur sekitar 100 tahun-an dan menjulang sangat tinggi di dalam bangunan tersebut. Di sana juga ada penjelasan mengenai perkembangan pohon jati tersebut dari mulai tumbuh. Memasuki museum ini tidak dipungut biaya alias gratis. Hanya cukup mengisi buku tamu dan boleh melihat-lihat maupun melakukan rekaman. Ketika pertama berkeliling, saya melihat artefak yang bernamakan Awig-awig. Awig-awig merupakan aturan adat yang harus dipenuhi setiap warga masyarakat di Lombok Barat dan Bali, dan sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak terutama dalam berinteraksi dan mengelola sumberdaya alam & lingkungan . Karena terlihat menarik, akhirnya saya memilih untuk menjelaskan artefak ini. Saya menjelaskan kepada seorang ibu yang bernama Tanti, yang kebetulan berada di Museum Kehutanan Manggala Wanabakti

Berikut video penjalasannya: http://www.youtube.com/watch?v=Et_288QOaww


No comments:

Post a Comment