Sunday, 19 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Nadia Khairunnisa XI IPA 4


Gelora Bung Karno – Hasil Semangat Menggelora yang Tak Lekang Oleh Zaman


Mendengar kata Gelora Bung Karno, atau yang lebih akrab dikenal oleh kalangan masyarakat kini GBK, tentu sudah tidak asing lagi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Yang terlintas di pikiran mayoritas orang pasti adalah sebuah stadion sepak bola besar dimana pertandingan kelas nasional maupun internasional  dilaksanakan di Indonesia.
Suatu perkomplekan untuk tempat dilaksanakannya berbagai pertandingan olahraga dengan luas total sekitar 284,2 hektar yang terletak di lokasi yang strategis di ibu kota Jakarta, tepatnya di bilangan Senayan. Sebuah perkomplekan perolahragaan yang didalamnya terdapat seluruh fasilitas yang sangat memadai untuk pertandingan-pertandingan kelas Internasional atau bahkan hanya sejenak menyegarkan tubuh dengan berolahraga. Kawasan ini dikenal dengan kawasan Gelora Bung Karno.

Saya di depan patung memanah di kawasan Gelora Bung Karno


Gelora Bung Karno bukanlah hanya suatu tempat dengan 1 jenis fasilitas olahraga. Gelora Bung Karno ini memiliki fasilitas olahraga yang dapat mendukung kegiatan olahraga bertaraf nasional, regional maupun international. Sudah banyak kegiatan olahraga yang bertaraf Internasional yang digelar di area Gelora Bung Karno Senayan ini, diantaranya Sea Games, Asian Games, Sepakbola Piala Asia, Thomas Cup dan Uber Cup serta kegiatan olahraga International lainnya.
Selain untuk sarana / prasarana kegiatan berolahraga bagi seluruh masyarakat yang datang, area Gelora Bung Karno ini juga dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau yang merupakan paru-paru kota. Hal ini sangat efektif, karena Gelora Bung Karno ini terletak strategis di pusat kota dengan dikelilingi gedung-gedung pencakar langit disekitarnya. Maka sangat beruntung jika ditengah suatu kawasan berpolusi, ada lahan luas yang bisa menjadi pembawa kesegaran di Sabtu atau Minggu pagi. Dan tidak jarang area ini menjadi tempat diselenggarakannya berbagai jenis pameran, tempat bertemunya berbagai perkumpulan, tempat konser, berbagai jenis keramaian-keramaian yang marak dilaksanakan di Ibu Kota. Tidak hanya itu, ada beberapa area Gelora Bung Karno yang menjadi tempat konferensi Internasional, perhotelan, hingga pusat bisnis.
Fasilitas dari Gelora Bung Karno antara lain ISTORA (Istana Olahraga) yang multifungsi, GEDORA (Gedung Olahraga) untuk basket, volley, menembak, dan bulu tangkis. Stadion Tenis, Gedung Serbaguna, Gelanggang Renang yang memiliki standar internasional dengan tempat yang memadai untuk polo air dan loncat indah. Lapangan Baseball/Softball, lapangan Golf yang banyak dikunjungi hanya sekedar untuk Driving, dan yang paling terkenal dari area Gelora Bung Karno ini adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno yang merupakan stadion terbesar di Indonesia.
ISTORA yang merupakan singkatan dari Istana Olahraga ini memiliki bagian-bagian. Yang pertama adalah Gedung ISTORA Indoor yang berukuran 25 x 50 m2 dengan kapasitas tribune kurang lebih sekitar 9.500 orang yang dilengkapi dengan pendingin ruangan. Didalam Gedung ISTORA ini terdapat ruangan-ruangan pendukung, (ruang VIP, ruang ganti, ruang Office, ruang kesehatan, musholla, toilet), dan dilengkapi oleh lapangan parkir yang lumayan luas. Kemudian ada Ruang Kenanga dan Cempaka yang dapat digunakan untuk acara rapat, seminar, dan lain sebagainya. Kedua ruangan ini berukuran 7 x 15 m2. Dan satu tempat rapat yang berukuran lebih lebar, Ruang Anggrek yang berukuran 12 x 35,5 m2
ISTORA tidak hanya merupakan bangunan indoor saja, di sekitar gedung ISTORA terdapat bagian ISTORA yang outdoor. Plaza selatan yang berlantaikan keramik seluas 122 x 20 m2, Parkir selatan yang berlantaikan asphalt 320 x 20 m2, Lapangan Softball III Cemara dengan arena rumput dan gravel yang luasnya 80 x 80 m2 dengan kapasitas tribune 628 orang, dan Lapangan Softball pintu I yang sama-sama memiliki arena rumput dan gravel tetapi ukurannya lebih luas, 100 x 110 m2 dengan kapasitas tribune 503 orang yang berfungsi sebagai lapangan latihan dan dilengkapi dengan musholla. Masing-masing lapangan ini dilengkapi dengan ruang ganti, toilet, dan tempat parkir.   
GEDORA atau Gedung Olahraga yang memiliki fasilitas hall basket, yang berukuran 38 x 28 m2  dengan lantai yang berlapiskan pulastic yang berkapasitas tribune 2.920 orang. Gedung Olahraga Hall A dan B yang berlantaikan kayu jati dengan luas 30 x 24 m2 dan terdiri dari 3 lapangan dengan tribune 720 seat yang dijadikan arena latihan dan pertandingan bulu tangkis. Gedung Olahraga Hall C dengan luas 63 x 19 m2 berlantaikan beton dengan tribune 240 seat yang berfungsi untuk pertandingan ataupun latihan bulu tangkis. Selain itu ada fasilitas seperti Hall Bulu tangkis indoor, Hall Volley indoor, Lapangan Sepak Bola A dan B outdoor, Lapangan Sepak Bola dan Atletik D dengan jumlah 4 lintasan outdoor, Lapangan Hockey outdoor dan Lapangan Panahan outdoor.
Gelanggang Renang atau Stadion Renang di Gelora Bung Karno adalah tempat yang memenuhi standar internasional untuk berbagai kejuaraan renang. Gelanggang Renang ini memiliki Kolam Tanding outdoor dengan ukuran 50 x 23 m2 dengan kedalaman 2,5 m. Kolam Loncat Indah outdoor 25 x 21 m2 dengan kedalaman 5 m dengan 5 buah papan loncar dengan tinggi dari mulai 1,5 m hingga 10 m. Kolam Pemanasan outdoor 25 x 7 m2 dengan kedalaman 1,8 m. Kolam Latihan outdoor 50 x 25 m2 dengan kedalamn 1,5 m dan 8 lintasan renang. Taman Parkir Timur untuk parkir, Kridaloka yang merupakan taman berluaskan 4 ha untuk jogging track ataupun outbond. Dan juga ruang aerobic dan fitness indoor.
Dan yang paling dikenal di seluruh kawasan Gelora Bung Karno ini adalah Stadion Utama GBK. Stadion Utama Gelora Bung Karno memiliki hal istimewa yang menjadi ciri khasnya. Atap stadion ini, yang dinamakan dengan ‘Atap Temu Gelang’ berbentuk oval dengan sumbu panjang bangunan (utara – selatan) dengan panjang 354 meter dan sumbu pendeknya (timur – barat) dengan panjang 325 meter. Stadion ini dikelilingi oleh athletic track sepanjang 920 meter. Tribun di Stadion ini dapat menampung sebanyak maksimal 120.000 orang. Serta panjang lapangan bola 110 meter dan lebar lapangan 70 meter yang dilengkapi dengan lintasan atletik di pinggirnya sepanjang 400 meter dengan 8 jalur. Dan dibawah tribune stadion utama, terdapat fasilitas ruang indoor (Ruang VIP barat, Ruang Timur, Ruang Latihan tennis meja, Ruang Latihan Wushu, Ruang Latihan angkat beban, Ruang Latihan Squash, Ruang Latihan Billyard, Ruang Latihan Gulat, dan Ruang Latihan Tinju). Terdapat juga di bagian luar Stadion utama, Ring Road Stadion yaitu jalan asphalt yang melingkari stadion utama. Serta Plaza Barat dan Plaza Timur yang berlantaikan keramik yang biasanya digunakan untuk tempat pameran/festival.

Tampak luar Stadion Utama Gelora Bung Karno
Banyak orang yang berolah raga di sekitar Ring Road  Stadion

Denah Stadion Utama GBK yang dipasang di depan Stadion Utama

Dimulai pada tahun 1958. Pada saat itu, Asian Games Federation menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah dan penyelenggara Asian Games ke IV pada tahun 1962. Maka saat itu, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno, memutuskan untuk membangun sarana / prasarana olahraga yang memadai untuk event tersebut. Dengan melihat letak geografis kota Jakarta, maka diputuskanlah bilangan Senayan yang menjadi tempat pembuatan sarana / prasarana olahraga tersebut dikarenakan Senayan paling strategis karena merupakan batas antara Jakarta Kota dan Satelit Kebayoran Baru.
Pembangunan Gelora Bung Karno ini mengorbankan sekitar 4 desa. Hal ini menyebabkan sebanyak 60.000 penduduk pada saat itu harus pindah dari kampung halamannya. Pembangunan ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Membutuhkan sekitar $ 12.500.000 USD. Proyek ini didanai oleh Uni Soviet yang dahulu merupakan kerabat bangsa Indonesia. Uni Soviet membantu Indonesia mendirikan Perkomplekan Olahraga Gelora Bung Karno ini dengan memberikan Kredit Lunak yang diperoleh Indonesia pada 23 Desember 1958.
Pada 8 Februari 1960, Bung Karno menancapkan tiang pancang Stadion Utama sebagai pencanangan pembangunan perkomplekan olahraga Asian Games IV. Penancapan tiang pancang pertama ini disaksikan oleh wakil perdana menteri Uni Soviet pada saat itu, Anastas Mikoyan. Dan akhirnya pada 21 Juli 1962, Stadion Utama tersebut telah selesai dengan sempurna dibangun.
Pada tahun 1962, upacara pembukaan Asian Games ke IV dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan dihadiri oleh lebih dari 110.000 orang. Pada pidatonya, Presiden RI pertama, Ir.Soekarno mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan tonggak sejarah bagi Bangsa Indonesia khususnya dalam bidang olahraga. Kegiatan ini merupakan bagian dari Nation and Character Building dan dalam rangka pergaulan dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Dan setahun kemudian, dilaksanakanlah GANEFO (Games of The New Emergencing Forces) pada tahun 1963. Saat itu juga adalah selesainya pembangunan Gelanggang Olahtaga Bung Karno. Hal itu membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu membangun sebuah komplek olahraga yang bertaraf Internasional dan yang pada masa itu belum banyak dimiliki oleh Negara-negara maju sekalipun.


Sumber :

No comments:

Post a Comment