Wednesday, 22 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Savanna Segara XI IPA 1


Pada hari Minggu, 19 Mei 2013, saya dan beberapa teman saya pergi ke Museum Nasional dalam rangka memenuhi tugas Mulok kami yaitu datang dan menjelaskan artefak museum ke orang-orang lain. Saya datang ke museum bersama dengan Putri Khalisha, Azhar Rhozaq, dan Alvian Putra. Kami juga mengajak adek dari Uti yaitu Bagas.



Museum Nasional Republik Indonesia atau Museum Gajah, adalah sebuah museum yang terletak di Jakarta Pusat dan persisnya di Jalan Merdeka Barat 12. Museum ini merupakan museum pertama dan terbesar di Asia Tenggara.

Cikal bakal museum ini lahir tahun 1778, tepatnya tanggal 24 April, pada saat pembentukan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. J.C.M. Radermacher, ketua perkumpulan, menyumbang sebuah gedung yang bertempat di Jalan Kalibesar beserta dengan koleksi buku dan benda-benda budaya yang nanti menjadi dasar untuk pendirian museum.

Di masa pemerintahan Inggris (1811-1816), Sir Thomas Stamford Raffles yang juga merupakan direktur dari Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen memerintahkan pembangunan gedung baru yang terletak di Jalan Majapahit No. 3. Gedung ini digunakan sebagai museum dan ruang pertemuan untuk Literary Society (dahulu bernama "Societeit de Harmonie".) Lokasi gedung ini sekarang menjadi bagian dari kompleks Sekretariat Negara.

Pada tahun 1862, setelah koleksi memenuhi museum di Jalan Majapahit, pemerintah Hindia-Belanda mendirikan gedung yang hingga kini masih ditempati. Gedung museum ini dibuka untuk umum pada tahun 1868.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Lembaga Kebudayaan Indonesia yang mengelola menyerahkan museum tersebut kepada pemerintah Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 September 1962. Sejak itu pengelolaan museum dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mulai tahun 2005, Museum Nasional berada di bawah pengelolaan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sehubungan dengan dipindahnya Direktorat Jenderal Kebudayaan ke lingkungan kementerian tersebut.

Museum Nasional juga dikenal sebagai Museum Gajah karena dihadiahkannya patung gajah berbahan perunggu oleh Raja Chulalongkorn dari Thailand pada tahun 1871 yang kemudian dipasang di halaman depan museum. Meskipun demikian, sejak 28 Mei 1979, nama resmi lembaga ini adalah Museum Nasional Republik Indonesia.

Saat kami datang ke lokasi, terlihat banyak papan dan tiang. Ternyata Museum Gajah sedang mengalami pemugaran. Tetapi hal itu tidak membuat pengunjung kurang nyaman. Hanya saja ruang keramik yang ingin kami lihat ditutup, juga patung yang di depan Museum tidak terlihat dengan jelas.

Beberapa artefak yang saya jelaskan adalah artefak logam pada masa Jawa. Saya menjelaskan artefak ini kepada Bagas.



Artefak lain yang saya jelaskan adalah Gamelan, kepada seorang wisatawan asing.

No comments:

Post a Comment