Tuesday, 28 May 2013

Tugas 2 (Mulok) - Sekar Anglila Hapsari XI IPA 3

Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat (depan stasiun Beos Kota). Museum ini dibangun pertama kali pada tahun 1828. Museum Bank Indonesia menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal. 


Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953. Selain itu, museum ini juga memuat kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005. Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan secara menarik.

Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap, yaitu peresmian tahap I dan mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah, dan peresmian tahap II (grand opening) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 Juli 2009.


Pada hari Minggu tanggal 26 Mei 2013, saya dan beberapa teman saya berkunjung ke Museum Bank Indonesia untuk mengerjakan tugas sejarah. Itu adalah pertama kalinya saya berkunjung ke museum tersebut.

Saat masuk, bisa dilihat 12 loket zaman dahulu berjejer. Loket-loket tersebut langsung menarik perhatian saya, sehingga saya memilih loket tersebut untuk saya jelaskan kepada salah satu pengunjung museum bernama Pak Sofyan. Berikut adalah link videonya.

http://www.youtube.com/watch?v=SWc5zV5LL2g&feature=youtu.be

Setelah loket-loket tersebut, kami masuk ke ruangan yang menampilkan berbagai macam rempah-rempah hasil kekayaan Indonesia seperti kayu manis. Ruangan selanjutnya menjelaskan tentang sejarah berdirinya Bank Indonesia. Dimulai dari nama De Javasche Bank hingga akhirnya menjadi Bank Indoensia, revolusi logo Bank Indonesia, denah gedung museum, nama-nama gubernur terdahulu, hingga perjuangan para pejabat dan petinggi untuk mempertahankan perekonomian Indonesia. Ada juga miniatur yang menggambarkan denasionalisasi De Javasche Bank.

Ruangan selanjutnya menjelaskan tentang uang kertas dan koin yang beredar pada zaman dahulu. Dari yang pertama kali beredar hingga yang sekarang masih berlaku. Juga ada tampilan mata uang asing pada ruangan ini.

Penyajian informasi pada museum ini dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia. Sungguh kunjungan yang menarik.







No comments:

Post a Comment