Thursday, 30 May 2013

Tugas 2 Mulok - Tara Annisa XI IPA 2

Pada hari Selasa, 28 Mei 2013 saya dan temanteman pergi ke museum Joang '45 yang terletak di Jalan Menteng Raya no. 31 cikini. Gedung yang dibangun pada sekitar tahun 1920-an yang saat ini dipergunakan sebagai Museum Joang 45 ini pada mulanya adalah hotel yang dikelola oleh keluarga “L.C. Schomper”, seorang berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia. Hotel ini diberi nama Schomper sesuai nama pemiliknya. Hotel tersebut saat itu termasuk yang cukup baik dan terkenal di kawasan pinggiran Selatan Batavia, dengan bangunan utama yang berdiri megah di tengah dan diapit deretan bangunan kamar-kamar penginapan di sisi kiri dan kanannya untuk menginap para tamu. Bangunan kamar penginapan yang tersisa saat ini tinggal beberapa yang ada di sisi utara gedung utama, saat ini dipergunakan sebagai ruang perpustakaan, ruang kreativitas anak (children room)dan kantor Wirawati Catur Panca.


 Ketika Jepang masuk ke Indonesia (1942-1945) dan menguasai Batavia, hotel tersebut diambil alih oleh para pemuda Indonesia dan beralih fungsi sebagai kantor yang dikelola Ganseikanbu Sendenbu (Jawatan Propaganda Jepang) yang dikepalai oleh seorang Jepang, “Simizu”. Di kantor inilah kemudian diadakan program pendidikan politik yang dimulai pada tahun 1942 untuk mendidik pemuda-pemuda Indonesia dan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Jepang. Pada museum ini saya menjelaskan tentang artefak peninggalan Chaerul Saleh.

Chaerul saleh merupakan salah satu dari 11 orang yang menculik sukarno demi mempercepat kemerdekaan indonesia. Setelah merdeka, beliau merupakan :
 - Menteri Negara Urusan Veteran, Kabinet Djuanda (1957)
 - Menteri Muda Perindustrian Dasar dan Pertambangan, Kabinet Kerja I (1959-1960)
 - Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan, Kabinet Kerja II dan Kabinet Kerja III (1960-1963)
 - Wakil Perdana Menteri III, Kabinet Kerja IV dan Kabinet Dwikora I (1963-1966)
 - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (1960-1965)

 

No comments:

Post a Comment