Thursday, 2 May 2013

Tugas 2(Mulok) - Adilla Nityasari N


Patung Kartini di Monas


Pada hari Jumat, tanggal 17 Mei 2013, sekita pukul tiga sore, saya sampai di Monumen Nasional (Monas) yang terletak di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Di sana saya bertemu dengan seorang anak yang bernama Tian yang sedang menunggu ayahnya, saya berkesempatan untuk menjelaskan tentang salah satu patung yang berada di Monas sektor Timur yaitu Patung Kartini.
Patung yang terbuat dari tembaga itu berdiri di lahan seluas 7×48 meter persegi, dengan tatakan patung berukuran 7×3,25 meter persegi. Patung Kartini pertama setinggi 1,40 meter, sementara yang kedua setinggi 1,37 meter. Salah satu alasan patung tersebut ditaruh di sisi timur Monas adalah, karena kawasan tersebut dikunjungi banyak warga dan wisatawan.
Patung tersebut menggambarkan 3 pose Kartini yang berbeda: sedang berjalan, menyusui, dan menari. Patung ini adalah pemberian dari Jepang sebagai lambang persahabatan untuk Indonesia.
Patung Kartini adalah sebuah patung bentuk dari persahabatan antara kedua negara yakni Indonesia dan Jepang, meskipun di masa sebelum kemerdekaan kita pernah mengalami permasalahan selama kurang lebih tiga setengah tahun di jajah oleh Jepang. Sebelum saya menyampaikan cerita tentang patung tersebut, saya akan menjelaskan sedikit sejarah hubungan Jepang-Indonesia dan tentang R.A Kartini.
Jepang menjajah Indonesia selama kurang lebih tiga setengah tahun. Sebagai negara fasis-militerisme di Asia, Jepang sangat kuat, sehingga meresahkan kaum pergerakan nasional di Indonesia. Dengan pecahnya Perang Dunia II, Jepang terjun ke dalam peperangan itu. Pada tanggal 8 Desember 1941 pecah perang di Lautan Pasifik yang melibatkan Jepang. Melihat keadaan yang semakin gawat di Asia, maka penjajah Belanda harus dapat menentukan sikap berha-hati dalam menghadapi Jepang.
Angkatan perang Jepang begitu kuat, sehingga Hindia Belanda yang merupakan benteng kebanggaan Inggris di daerah Asia Tenggara akhirnya jatuh ke tangan pasukan Jepang. Peperangan yang dilakukan oleh Jepang di Asia Tenggara dan di Lautan Pasifik ini diberi nama Perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik. Dalam waktu yang sangat singkat, Jepang telah dapat menguasai daerah Asia Tenggara seperti Indochina, Muangthai, Birma (Myanmar), Malaysia, Filipina, dan Indonesia. Jatuhnya Singapura ke tangan Jepang pada tanggal 15 Pebruari 1941, yaitu dengan ditenggelamkannya kapal induk Inggris yang bernama Prince of Wales dan HMS Repulse, sangat mengguncangkan pertahanan Sekutu di Asia. Begitu pula satu persatu komandan Sekutu meninggalkan Indonesia, sampai terdesaknya Belanda dan jatuhnya Indonesia ke tangan pasukan Jepang. Namun pasukan sekutu yang tersisa di bawah pimpinan Karel Doorman, dapat mengadakan perlawanan dengan pertempuran di Laut Jawa, walaupun pada akhirnya dapat ditundukkan oleh Jepang.
Secara kronologis serangan-serangan pasukan Jepang di Indonesia diawali dengan menduduki Tarakan pada tanggal 10 Januari 1942, kemudian Minahasa, Sulawesi, Balikpapan, dan Arnbon. Kemudian pada bulan Februari 1942 pasukan Jepang menduduki Pontianak, Makasar, Banjarmasin, Palembang, dan Bali.
Pendudukan terhadap Palembang lebih dulu oleh Jepang mempunyai arti yang sangat penting dan strategis, yaitu untuk memisahkan antara Batavia yang menjadi pusat kedudukan Belanda di Indonesia dengan Singapura sebagai pusat kedudukan Inggris. Kemudian pasukan Jepang melakukan serangan ke Jawa dengan mendarat di daerah Banten, Indramayu, Kragan. Selanjutnya menyerang pusat kekuasaan Belanda di Batavia pada tanggal 5 Maret 1942, Bandung pada tanggal 8 Maret 1942 dan akhirnya pasukan Belanda di Jawa menyerah kepada Panglima Bala Tentara Jepang Imamura di Kalijati, Subang pada tanggal 8 Maret 1942. Dengan demikian, seluruh wilayah Indonesia telah menjadi bagian dari kekuasaan penjajahan Jepang.
Pasukan Jepang selalu berusaha untuk dapat memikat hati rakyat Indonesia. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bangsa Indonesia memberi bantuan kepada pasukan Jepang. Untuk menarik simpati bangsa Indonesia maka dibentuklah orgunisasi resmi seperti Gerakan Tiga A, Putera, dan PETA.
Gerakan Tiga A, yaitu Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia, Nippon Pemimpin Asia. Gerakan ini dipimpin oleh Syamsuddin SH. Namun dalam perkembangan selanjutnya gerakan ini tidak dapat menarik simpati rakyat, sehingga pada tahun 1943 Gerakan Tiga A dibubarkan dan diganti dengan Putera.
Pembela Tanah Air (PETA) PETA merupakan organisasi bentukan Jepang dengan keanggotaannya terdiri atas pemuda-pemuda Indonesia. Dalam organisasi PETA ini para pemuda bangsa Indonesia dididik atau dilatih kemiliteran oleh pasukan Jepang. Pemuda-pemuda inilah yang menjadi tiang utama perjuangan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia.
Tujuan awalnya pembentukan organisasi PETA ini adalah untuk memenuhi kepentingan peperangan Jepang di Lautan Pasifik. Dalam perkembangan berikutnya, ternyata PETA justru sangat besar manfaatnya bagi bangsa Indone¬sia untuk meraih kemerdekaan melalui perjuangan fisik. Misalnya, Jenderal Sudirman dan Jenderal A.H. Nasution adalah dua orang tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi pemimpin pasukan PETA pada zaman Jepang. Namun karena PETA terlalu bersifat nasional dan dianggap sangat membahayakan kedudukan Jepang atas wilayah Indonesia
Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai memperoleh penghormatan dari Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.
Pada Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, Soepomomembicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan; sementara itu Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.
Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta dan Radjiman Widjodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.
Mendengar kabar bahwa Jepang tidak lagi mempunyai kekuatan untuk membuat keputusan seperti itu pada 16 Agustus, Soekarno membacakan "Proklamasi" pada hari berikutnya. Kabar mengenai proklamasi menyebar melalui radio dan selebaran sementara pasukan militer Indonesia pada masa perang, Pasukan Pembela Tanah Air(PETA), para pemuda, dan lainnya langsung berangkat mempertahankan kediaman Soekarno. Dan Indonesia berhasil mengucapkan proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.
Patung tersebut menggambarkan 3 pose Kartini yang berbeda: sedang berjalan, menyusui, dan menari. Patung ini adalah pemberian dari Jepang sebagai lambang persahabatan untuk Indonesia. Upacara peletakkan Patung Kartini digelar pada 20 Desember 2005 oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yutaka Himura kepada Gubernur Jakarta Sutiyoso.
Patung yang terbuat dari tembaga itu berdiri di lahan seluas 7×48 meter persegi, dengan tatakan patung berukuran 7×3,25 meter persegi. Patung Kartini pertama setinggi 1,40 meter, sementara yang kedua setinggi 1,37 meter. 





No comments:

Post a Comment