Friday, 31 May 2013

Tugas Mulok Sandhia Mahardhika XI IPA 4

Patung Tau Tau Toraja

Tau Tau adalah replika atau  tiruan dari orang Toraja  yang sudah meninggal. Biasanya diletakkan di sekitar tempat jenasahnya dimakamkan.

Berasal  dari kata Tau yang berarti orang atau manusia, dan disertai  pengulangan Tau yang bermakna menyerupai, Tau Tau secara harafiah berarti orang-orangan. Dalam kepercayaan Alu’  To Dolo, -paham animisme sebelum agama Kristen, Katolik dan Islam masuk-, Tau Tau bukan melambangkan badan atau raga almarhum, melainkan simbol roh atau spirit sang almarhum yang tidak ikut mati, tetapi melanjutkan kehidupan lain di alam berikutnya sesudah kematian.

Ada tiga jenis kayu sebagai bahan dasar pembuatan Tau Tau berdasarkan status sosial orang yang meninggal.

1. Bilah bambu, untuk membuat Tau Tau almarhum dari  strata status sosial terendah.

2. Kayu randu (kayu kapok dalam bahasa setempat) untuk membuat Tau Tau almarhum dari strata status sosial menengah.

3. Kayu Nangka, untuk membuat Tau Tau almarhum dengan strata sosial paling tinggi/bangsawan.

biaya pembuatan Tau Tau sangatlah besar. Proses pembuatan sendiri memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Khusus untuk pembuatan Tau Tau dari kayu nangka, ada beberapa tahap yang harus dilakukan.

Dimulai dengan pemilihan pohon nangka yang sesuai untuk pembuatan Tau Tau ini. Hanya kayu pohon nangka yang digunakan untuk bangsawan dan masyarakat dengan status sosial tinggi lainnya. Pohon nangka yang terpilih, haruslah berasal dari hutan, yang dipilih oleh orang khusus, didoakan disertai dengan penyembelihan seekor babi dewasa. Setelah pohon ini ditebang, barulah batang nangka ini dibawa ke rumah  pengrajin Tau Tau yang telah ditentukan oleh keluarga.

Untuk jasanya membuat satu Tau Tau, si pengrajin mendapat imbalan satu ekor kerbau dewasa. Bisa juga ditambah barang-barang lain tergantung dari keluarga pemesan.

Sebelum mulai membuat Tau Tau, satu ekor babi dewasa dipotong lagi. Proses pembuatan dimulai dari kepala, leher, badan dan tangan. pada saat membuat alat kelamin sang Tau Tau, harus didahului lagi dengan penyembelihan seekor lagi babi dewasa.

Inilah yang menyebabkan biaya yang sangat tinggi. Di Toraja kematian merupakan sesuatu yang harus benar-benar diritualkan. Tetapi biasanya yang bisa diritualkan dengan upacara rambu solo yang lengkap membutuhkan biaya dan mahal sehingga hanya kalangan bangsawan maupun pengusaha-pengusaha kaya toraja yang bisa menyelenggarakan upacara ini. 

Berikut ini adalah link tentang penjelasan patung Tau Tau dari Toraja lebih lanjut :

https://vimeo.com/66984192

No comments:

Post a Comment