Thursday, 30 May 2013

Tugasa 2 (Mulok) - Muhammad Zaki Zahirsyah XI IPA 4


 MUSEUM GAJAH, lambang nilai sejarah negara.  

Pada hari sabtu, tanggal 4 mei 2013, saya dengan beberapa teman pergi mengunjungi museum Gajah. Museum gajah disebut juga museum nasional, terletak di Jl. Medan merdeka Jakarta Pusat. Museum ini terletak persis di samping monument nasional (Monas).

         Saat saya datang, di museum gajah sedang ada suatu pameran arsitektur yang diselenggarakan oleh Mahasiswa jurusan arsitektur Universitas tarumanegara. Jadi kondisi museum sedang ramai pada saat itu. Selain dipenuhi pengunjung pameran arsitektur, banyak juga keluarga yang pergi mengunjungi mesum gajah untuk mengisi hari liburnya. Anak-anak dan remaja juga banyak dijumpai. Kebanyakan dari mereka melihat-lihat artefak yang terdapat di gedung baru museum gajah

         Saat saya tiba di museum gajah, saya langsung bergegas ke gedung baru untuk melihat artefak tentang zaman prasejarah. Disana, saya melihat Artefak berupa  cetakan otak Homo Erectus Progresif. Disaat yang tepat, terdapat seorang bapak-bapak yang sedang melihat artefak itu. Maka dari itu saya memilih bapak ini untuk membantu saya mengerjakan tugas sejarah.

         Bapak ini bernama Andito, beliau pergi ke museum gajah bersama teman kantornya dalam acara Outing ke museum di sekitar Jakarta. Kemudian saya langsung menjelaskan tentang artefak cetakan otak ini.

         Homo Erectus adalah nama dari jenis manusia yang hidup pada zaman pra sejarah. Cetakan otak ini dibuat berdasarkan fosil Homo Soloensis IV. Perbedaan yang dapat dilihat secara langsung antara Otak Homo Erectus progresif dengan Otak manusia zaman sejarah, adalah bentuknya. Otak homo erectus progresif tidak memiliki liku-liku, berbeda dengan otak manusia sekarang yang anatominya berliku-liku. Itu membuktikan bahwa kecerdasan otak manusia zaman pra sejarah belum berkembang seperti manusia zaman sekarang

Berikut merupakan Link video proses wawancara Pak Andito di Museum Gajah

No comments:

Post a Comment