Tuesday, 4 June 2013

Tugas 2 - Biografi Izza Hafiz Hilmi Indrajaya XI IPA 4

Datok Januar Muin Sang Pembangkit Percaya Diri


           Datok saya, Januar Muin lahir 9 Juni 1936 di Sumanik, Batusangkar-Sumatera Barat, dari keluarga yang taat beribadah, mendapat didikan di surau. Dari suraulah Datok Januar Muin mulai merancang cita-citanya untuk menjadi seorang Insinyur, karena di surau Ustad menerangkan bagaimana heroiknya perjuangan Ir. Soekarno. Sejak usianya masih sangat dini Januar Muin sudah mencanangkan cita-citanya ingin menjadi Insinyur, sejak kecil sudah di didik dengan pendidikan kemandirian, sambil sekolah Januar Muin membantu keluarganya memelihara kambing, bebek, dan pagi hari Januar sudah dikenalkan dengan dunia usaha, Januar yang masih berumur 6 tahun, menjunjung peti berisi sabun, dan menjajakan sabun ke seputar desanya di Sumanik, sambil berteriak mempromosikan dagangannya …sabun…oi…sabun. Kaki kecil di kedinginan pagi udara Sumanik ketika lelah berputar berhenti sebentar, meletakan kotak sabun disisinya, sambil mengelap keringatnya Januar berimajinasi, saya harus menjadi Insinyur, saya harus sekolah!

            I. Pendidikan
Dengan ditempa oleh pendidikan keluarganya, yang memberi dasar pendidikan percaya diri dan kemandirian, dengan nilai yang baik Januar berhasil menamatkan sekolahnya di SMA Birugo Bukittinggi, karena ekonomi keluarganya yang tidak memungkinkan, banyak yang menyarankan supaya Januar berdagang saja, berdagang tembakau dari pekan ke pekan, akan tetapi keluarganya berfikir lain, Januar harus sekolah, dia harus jadi orang pandai, dan Januar pun sejak kecil sudah punya tekad “saya harus jadi Insinyur, akan ku bangun pembangkit listrik di Sumanik”. Akhirnya dengan ongkos yang sangat minim, berangkatlah Januar ke Bandung, masuk ke ITB di tempat Ir. Soekarno dahulu pernah dididik menjadi Insinyur. Tinggal di Bandung, kuliah di ITB dengan ongkos yang sangat kurang, apalagi sejak peristiwa pergolakkan, hubungan antara pusat dan daerah terputus, Januar tidak kehilangan akal, disamping kuliah Januar berusaha berjualan kertas bekas berkeliling kota Bandung.
Pada tahun 1962 Januar Muin berhasil menamatkan pendidikannya di jurusan elektro ITB Bandung, setelah tamat dari ITB Januar diterima bekerja di Kantor PLN Pusat, oleh PLN pada tahun 1967 Januar dikirim ke Jepang mengikuti Hydro Power Development Planing, pada tahun 1973 menyelesaikan SESPULT di Jakarta, dan pada tahun 1984 menyelesaikan kursus reguler angkatan ke XVII LEMHANAS.

II. Riwayat Pekerjaan
A. Bertugas di Jakarta (1962-1965)
 - Staf Ahli Dinas Perancang dan Pembangunan PLN Pusat (1962-1963).
- Staf Ahli Tegangan Tinggi Laboratorium PLN Pusat (1964-1965).

Dalam sebuah rapat pimpinan yang di hadiri Menteri PUTL Jendral Suprayogi, Januar sebagai Insinyur muda memprotes rencana penghapusan proyek PLTA Agam, karena posisi PLTA Agam menurut Januar sangat stategis dalam rangka membangun Sumatera Barat, Menteri ketika itu sangat kesal di interupsi oleh seorang insinyur muda, selesai rapat Januar di panggil ke ruangan Menteri, sambil menonjok sikutnya ke perut Januar, Menteri menghukum Januar dengan memerintahkan memimpin pembangunan proyek PLTA Agam, tapi justru hukuman menteri disambut gembira, Menteri pun bertaruh jika Januar berhasil maka Januar akan digendongnya di depan tokoh masyarakat. Akhirnya Januar memilih pulang kampung ke Sumatera Barat dengan keluarganya dengan niat pulang membangun kampung halaman. Namun Januar pulang membawa tanggung jawab yang sangat besar, mempertaruhkan nama baik walau saat itu pegawai baru ada 19 dan 1 truk, selebihnya PLTA masih hanya sebatas merek.
Digendong Menteri Sutami
Tetapi dengan ketekunan dan akal cerdas Datok Januar, proyek PLTA batang agam pun berhasil dengan gemilang, yang tadinya proyek ini hamper gagal, dengan kecerdasan Datok Januar yang menggandeng beberapa institusi internasional seperti Asian Development Bank untuk membantu proyeknya. Disebutkan oleh DR.Ir. GM Tampubolon ketua umum Persatuan Insinyur Indonesia menyatakan Januar Muin meng-angkat martabat tekhnisi Indonesia di Mata Internasional. Proklamator Bung Hatta dengan mata terharu merasa bangga dengan prestasi anak-anak muda seperti Januar. Menteri Sutami pada acara peresmian akhirnya menetapi janjinya untuk menggendong Januar di depan umum. Walaupun Januar telah menolah, tetapi Menteri Sutami tetap bersikeras untuk tetap menepati janjinya. Akhirnya dengan sangat berat, Januar membiarkan Menterinya menggendongnya dihadapan pejabat-pejabat pemerintah tokoh-tokoh masyarakat dan disaksikan wartawan asing yang ikut hadir dalam acara itu.
Peresmian PLTA bersama Soeharto

B. Bertugas di Bukittinggi (1965-1988)
- Pemimpin Badan Pelaksana Proyek Ketenagaan II Sumatera Barat (1965-1967).
- Pemimpin PLN Pembangunan I Sumatera Barat dan Riau (1969-1974)
- Pemimpin PLN Pembangunan II Sumatera Barat (1974-1975)
 - Pemimpin PLN Proyek PLTA Batang Agam (1969-1976)
 - Pemimpin PLN Proyek PLTA Maninjau (1977-1981)
- Pemimpin PLN Proyek PLTG Pauh Limo (1981-1983)
- Pemimpin PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumatera Barat dan Riau (1983-1988).

Pada masa itulah selesai pembangunan PLTA Maninkau, PLTA Koto Panjang dimulai pembangunannya, Pembangunan PLTA Ombilin, Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel tersebar, Pembangunan PLTM tersebar, T/L KV setelah meyelesaikan misinya membangun kampung halaman Januar telah banyak berpartisipasi, berbagai proyek listrik telah dirampungkan, berbagai proyek sosial telah diselesaikan, berbagai lembaga pendidikan untuk membina kader masa depan telah berdiri, beberapa mesjid surau telah berdiri ditengah-tengah masyarakat, Januar telah berpartisipasi kepada tanah kelahirannya, dan dia tidak pernah meminta, baik terima kasih maupun jabatan, karena dia merasakan misinya adalah kewajibannya dan tanggung jawab moralnya kepada tanah kelahirannya.

C. Bertugas di Jakarta
- Anggota MPR masa bakti 1977-1982
- Anggota MPR masa bakti 1982-1987
- Anggota MPR masa bakti 1987-1992
- Staf Ahli Direktur Utama PLN (1988-1989)
- Direktur Utama PT. UNINDO (BUMN/PMA) 1989 – 2003
- Anggota MPR-RI masa bakti 1999-2004
- Ketua AITTI (Asosiasi Industri Transformator Tenaga Indonesia) 1992- Sekarang
- Ketua Umum Appi (Asosiasi Industri Peralatan Listrik Negara) 1996-2002
 - Ketua Pengurus Pusat PATI ( Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia) 1999 – sekarang
- Anggota Badan Pekerja MPR – RI 1999 – 2001
- Ketua Umum IKPLN Pusat 2001 – Sekarang
- Ketua Dewan Penasehat Fraksi Utusan Daerah MPR-RI 2002 – 2004


III. PIAGAM PENGHARGAAN
a.Satya Lencana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia 17 Agustus 1974
b.Piagam Penghargaan Kesetiaan 4 (empat) Windu dari PLN IV. KARYA TULIS

A.Generasi Muda
1.Peranan Generasi Muda dalam memanfaatkan IPTEK untuk meningkatkan ketahanan Nasional.
2.Mahasiswa sebagai Pewaris dan Penerus Modernisasi
3.Peranan Mahasiswa dalam Pembangunan Nasional
4.Perguruan Tinggi sebagai Simulator Pembangunan


B.Ekonomi
1.Listrik Desa Akselarator Pembangunan
2.Menyongsong Era Industrilisasi Suamatera Barat
3.Pembangunan Usaha Perlistrikan dalam Kebijaksanaan Energi Terpadu Indonesia (LEMHANAS) Development of Rural Electrification within Indonesia Intergrated Energy Policy, CAFEO Manila Peningkatan dan Pembangunan Kontraktor Kelistrikan di Indonesia

4.Dengan Iman–Ilmu–Amal–Wanita menyukseskan Pembangunan Nasional.

No comments:

Post a Comment