Saturday, 8 June 2013

Tugas 2 - Biografi Kahlila Natyaning Astri

KAKEK SOEWANDOYO EKRAM
SANG PENGGERAK PABRIK PERKEBUNAN INDONESIA

Sektor perkebunan tercatat memiliki pertumbuhan yang pesat, baik luasan areal maupun produksi. Bahkan berkontribusi besar terhadap meningkatnya pendapatan negara.
Tercatat Indonesia memiliki beberapa komoditas perkebunan unggulan diantaranya karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, kakao, teh, dan tebu. Namun demikian, kelapa sawit, karet dan kakao tumbuh lebih pesat dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya, dengan laju pertumbuhan di atas 5% per tahun.
Pertumbuhan yang pesat dari ketiga komoditas tersebut, pada umumnya berkaitan dengan tingkat keuntungan pengusahaan komoditas yang relatif lebih baik, pula didukung oleh kebijakan pemerintah guna mendorong perluasan areal komoditas tersebut.
Sektor perkebunan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia dan mendorong penyerapan tenaga kerja. Tidak saja ekonomi yang terus meningkat angkatan kerja di sektor perkebunan dari tahun ke tahun pun mengalami pertumbuhan termasuk pada industri hilir.
Kontribusi dalam penyediaan lapangan kerja menjadi nilai tambah tersendiri, lantaran sektor perkebunan membuka lapangan kerja hingga pedesaan dan daerah terpencil. Peran ini bermakna strategis lantaran penyediaan lapangan kerja di wilayah pelosok mampu menekan arus urbanisasi.
Hal tersebut yang akhirnya menginspirasi saya untuk mewawancarai seorang tokoh yakni kakek Soewandoyo Ekram, seseorang yang dahulunya adalah kepala PT. Perkebunan dengan segala pengalamannya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan memajukan pabrik perkebunan Indonesia.

BIOGRAFI TOKOH

Kakek Soewandoyo Ekram dilahirkan di Jember, Jawa Timur sekitar tahun 1930-an, tepatnya di sebuah desa di dekat Jember bernama desa Tanggul. Beliau adalah 10 bersaudara. Ketika masih balita, beliau selalu mengikuti kemana orangtuanya pergi, karena pada zaman itu masih zaman pendudukan Belanda sehingga sangatlah mengancam nyawa rakyat pribumi.
Pada tahun 1936, beliau mulai disekolahkan di Hollandsch-Inlandsche School (setingkat dengan SD). Pada saat beliau duduk di kelas 1, beliau belajar dengan menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Lalu setelah itu, setiap tahun beliau naik ke kelas Holland Inlanses Hole untuk inlanders (pribumi) dari kelas 2 hingga naik ke kelas 5. Sungguh sangat beruntung rasanya bagi beliau dapat bersekolah di Hollandsch-Inlandsche School karena sekolah ini hanya diperuntukkan untuk untuk anak-anak keturunan Indonesia asli dari golongan bangsawan, tokoh-tokoh terkemuka, atau pegawai negeri dan beliau adalah anak dari seorang pegawai negeri.
Datanglah Jepang menggempur Indonesia yang pada saat itu Indonesia masih berada dibawah pemerintahan kolonial Belanda. Jepang datang menggempur Indonesia dengan tujuan untuk mengincar Belanda. Belanda pun kalah dari Jepang. Indonesia pun dijajah oleh Jepang mulai dari tahun 1942 hingga tahun 1945. Selama 3,5 tahun berada dibawah pemerintahan Jepang, beliau berhenti bersekolah selama kurang lebih 6 bulan. Hollandsch-Inlandsche School pun berganti nama menjadi YAMATO hingga tahun 1945.
YAMATO lebih mengutamakan sesuatu yang menjurus ke perjuangan. YAMATO mengharuskan para siswanya untuk mempelajari bahasa Jepang. Jadwal pelajaran di YAMATO sangatlah tidak teratur. Di YAMATO ini, beliau belajar bagaimana membaca sesuatu dalam bahasa Jepang setiap pagi saat baris-berbaris, bagaimana berjongkok ke arah matahari terbit menghormat ke sebelah timur setiap pagi (sekerei, tunduk hormat pada matahari), taiso (olahraga), pelajaran dengan mutu seadanya (bagi Jepang, tidak berilmu tidaklah penting), anak-anak dimanfaatkan untuk membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar padi di sawah, dan kenrohoshi (kerja bakti).
Di YAMATO ini, beliau merasa pintar padahal isi otaknya  sangatlah kosong. Di YAMATO ini, beliau bersekolah hingga kelas 6. Beliau pun lalu mengikuti ujian kesetaraan dan lulus hingga akhirnya beliau meneruskan pendidikan ke jenjang SMP.
Pada tahun 1945 sebelum bulan Agustus, perjuangan bangsa Indonesia dipimpin oleh Soekarno. Soekarno memberikan pidato melalui siaran radio yang menggembar-gemborkan rakyat pribumi untuk memperjuangankan kemerdekaan Indonesia. Melalui siaran radio inilah, beliau dapat mendengarkan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta.
Jepang pada saat itu kalah karena digempur oleh Inggris dan Belanda dengan Belanda yang berada di belakang pasukan Inggris. Pada saat pertempuran mengalahkan Jepang, bukan bangsa Indonesia yang diganggu gugat ataupun dilawan dan disiksa, melainkan tentara Jepang. Tetapi Belanda juga ikut kalah karena pasukan Jepang sudah menyebar ke seluruh Asia seperti Korea Utara, Korea Selatan, Cina, Thailand, Burma, Malaysia, Singapura, Indonesia, dan bahkan hampir ke Australia. Negara Jepang sendiri pun sudah kosong.
Atas dasar hal tersebut, Amerika datang melalui Honolulu lalu terus menuju ke Filipina lalu terus ke Jepang lalu meledakan Nagasaki dan Hiroshima dengan bom atom. Jepang pun kalah dan takluk karena tentara Jepang sudah tidak memiliki modal untuk perjuangan selanjutnya.
Jepang sangatlah kejam terhadap bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia jauh lebih miskin dari batas normal. Baju untuk pribumi diberi jatah hanya satu seperempat setiap tahun, yang terdiri dari satu baju dan jaket yang terbuat dari terpal. Makanan yang berasal dari padi dan sebagainya diambil oleh Jepang. Di sekolah, hanya diberi koran dan tidak ada buku, korannya pun di lem hingga membentuk seperti buku.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Inggris dan Jepang mencoba untuk menjajah kembali Indonesia tetapi perjuangan bangsa Indonesia sangatlah kokoh hingga bermunculan berbagai pertempuran. Namun, hanya pada tahun 1949 baru didapatkan kesepakatan bahwa Indonesia telah diakui merdeka di dunua dengan ibukota Yogyakarta karena ketika itu, Jakarta diduduki oleh Gubernur Inggris dan Belanda yang sedang menawan tentara Jepang. Namun akhirnya pemerintahan Indonesia dapat dipindahkan lagi ke Jakarta. Belanda lambat laun mulai berkurang karena pergi meninggalkan Indonesia dan kembali ke Eropa, sedangkan tentara Jepang yang tersisa mati.
Saat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, bangsa Indonesia tidak memiliki senjata yang memadai sehingga dibantu dari luar dan dari dalam negeri. Dari dalam negeri, pasokan senjata  didapatkan dari Pindad. Keris dan pisau pada zaman penjajahan tidak lagi digunakan, melainkan yang digunakan adalah takeari (bambu runcing). Bangsa Indonesia berperang dengan menggunakan taktik gerilya, karena pada masa itu bangsa Indonesia tidak memiliki bom.
Belanda dan Inggris datang dari pelabuhan Surabaya. Indonesia menyerang dari dalam negeri ke kota-kota. Jenderal Sudirman salah satunya yang walaupun menderita sakit parah namun Jenderal Sudirman adalah otak dari penyerangan gerilya di Surabaya. Namun, kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tahun 1945 baru diakui oleh dunia pada tahun 1949.
Indonesia dibantu oleh dunia membentuk ASEAN. Indonesia lalu mengadakan Konferensi Asia Afrika di Bandung. Sejak saat itulah, Indonesia mulai dihargai oleh dunia. Pada saat berlangsungnya Konferensi Asia Afrika di Bandung, beliau menjadi pelayan untuk membantu mahasiswa kurang lebih pada tahun 1955.
Setelah lulus, beliau pun diterima di kepemerintahan, lalu diterima di Bank Industri Negara (sekarang BUMN). Sebenarnya Bank Industri Negara adalah milik Belanda yang dirampas oleh bangsa Indonesia yang kemudia diteruskan oleh bangsa Indonesia. Setelah meneruskan pekerjaan Belanda yang sudah ditinggalkan tersebut, beliau lalu hidup dari perkebunan. Beliau mendapatkan jabatan sebagai kepala PT. Perkebunan untuk mengurusi tebu (pabrik beserta distribusinya).
Pada saat Belanda menyerang Indonesia kembali, beliau sedang berada di Asem Bagus (daerah diatas Jember) untuk mengurusi pabrik gula. Lalu pada tahun 1947, datanglah pesawat dari Belanda dan menembaki apapun yang ada dibawahnya. Beliau pun lari dan mengumpat di gorong-gorong, lalu merangkak sambil menghindari tembakan dari pesawat, lalu mengumpat dibelakang pohon kelapa. Tetapi sepertinya Belanda tahu lalu pesawat pun ikut mengelilingi pohon kelapa tersebut dan tetap mencoba menembaki beliau. Pada saat beliau tiarap, peluru berada didepan matanya. Namun debu dan tanah mulai beterbangan akibat peluru yang ditembakan dan akhirnya beliau pun selamat.
Setelah kejadian tersebut, beberapa lama kemudian tentara Inggris dan Belanda berdatangan. Beliau pun terpaksa kabur naik keatas gunung. Hanya pada malam hari beliau dapat turun kembali ke kota bersama tentara pribumi yang masih memiliki senjata berupa takeari dan granat namun granatnya pun juga granat bekas. Tidak banyak hasil yang didapatkan kecuali penjaga yang terkena tusukan. Tetapi pada saat itu celakanya, banyak juga penjahat-penjahat Indonesia yang menjadi mata-mata yang selain membantu perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, juga membantu Belanda dalam memata-matai.  Penjahat-penjahat Indonesia ini melakukan hal tersebit semata-mata karena dibayar oleh Belanda.
Dalam perjuangan tersebut, beliau tidak sempat untuk makan dan minum. Beliau makan dengan cara memanjat pohon asam lalu memetik daun yang warnanya kehijauan dan lalu dimakan oleh beliau. Saat para tentara merasa tidak tenang, para tentara pribumi akan mundur balik ke kota.
Pada tahun 1955 saat diadakannya Konferensi Asia Afrika di Bandung, beliau yang kebetulan adalah seorang mahasiswa ITB diminta untuk membatu melayani tamu-tamu dari luar negeri seperti menjadi penterjemah bahasa asing dan Liaison Officer (disingkat LO). Beliau mendengarkan proklamasi kemerdekaan Indonesia sewaktu beliau masih duduk dibangku SMP memalui siaran radio.

KONTRIBUSI TOKOH UNTUK INDONESIA

Ketiak beliau bekerja di pabrik perkebunan di Surabaya, beliau dipercaya untuk membangun sebuah pabrik. Lalu atas keberhasilannya dalam membangun dan memimpin pabrik tersebut, beliau akhirnya diberi kepercayaan untuk proyek pembangunan pabrik lagi di Jawa Tengah pada tahun 1957 dengan mesin-mesin tang baru dengan tujuan untuk meberikan penghasilan rakyat pribumi dan mendidik para pekerja muda untuk menjadi pimpinan di setiap gudang. Atas prestasinya, beliau dipercaya untuk dikirim ke Inggris pada tahun 1967. Disamping pandai berbahasa Inggris, beliau juga memiliki pengetahuan yang luas di bidang mesin dan produksi dan sebagai manajer.
Ketika berada di Inggris, beliau tidak hanya mengunjungi London saja. Setelah melapor ke kedutaan besar di London, beliau akhirnya dikirim ke Belfas untuk melalukan studi banding di Faundre. Faundre memiliki banyak fakultas dan mesin-mesin canggih. Setelah lulus dari Faundre, beliau mendapatkan penghargaan dari Inggris. Beliau tinggal di Inggris selama kurang dari 1 tahun.
Sebelum pulang kembali ke Indonesia, beliau diberi kesempatan untuk berkeliling dunia melihat 7 keajaiban dunia. Namun sangat disayangkan, beliau menolak kesempatan tersebut dan memilih untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Tetapi karena pada waktu itu belum memasuki bulan haji, akhirnya beliau menunaikan ibadah umroh dengan pesawat istimewa dari Inggris.
Setelah menyelesaikan ibadah umroh, beliau lalu pulang ke Indonesia melewati Libanon lalu turun di India. Beliau pun mengunjungi New Delhi dan melakukan riset di pabrik, begitu juga sama dengan yang dilakukannya di Thailand, tepatnya di Bangkok.

Setelah pulang ke Indonesia, beliau membuat duty detail sheet (ketentuan-ketentuan dalam mebuat pabrik). Beliau pun mendapatkan mobil dari pemerintahan Indonesia berupa Ford Cartina pada tahun 1968. Beliau juga mendapat rumah dari pemerintahan Indonesia di Semarang beserta kebutuhannya seperti mobil, pembantu, supir, tukang kebun, listrik, air, telepon. Beliau pun menerima gaji setiap bulan untuk istri dan anak-anaknya.

No comments:

Post a Comment