Sunday, 23 June 2013

tugas 1 Nadhiv Arifata Rahman XI IPA 2


saya Nadhiv Arifata Rahman akan mewawancarai seorang  nenek yang bernama  Isnaini Suharpeni berhubung dengan orang yang saya wawancarai ini adalah nenek saya sendiri jadi saya akan memanggilnya dengan sebutan Uti. Beliau ini adalah anak dari Buyut saya, Beliau baru bisa mengingat dengan pasti pada saat beliau beumur 7 tahun. Pada saat umur 7 tahu Beliau sekolah di TK Sedar, Sekolah ini adalah sekolah umum yang dimana Beliau bersekolah dengan anak belanda.Beliau tinggal dengan Orang tua Beliau ya itu buyut saya sendiri di Surabaya yang beketepatan di jalan Sulung. Pada saat Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 42 Beliau masih kecil, Penyerangan jepang ini dilakukan dengan pesawat tempur yang di buat ber-tim, Satu tim berpasukan 9 pesawat tempur. Penyerangan ini sangat dasyat, Rumah-rumah di bom, pabrik yang terdapat di surabya yaitu pabrik lindora, dan Pasar turi di bom pada saat itu Beliau di jemput oleh orang tua beliau ke Bojonegoro menggunakan kereta api. Pada saat itu warga indonesia takut akan pesawat-pesawat jepang yang lewat di atas kerata api. Karena sangat takut sampai warga indonesia tuun dari kerata dan bersembunyi di samping- samping kerata, Walaupun kata Beliau itu tetap akan kelihatan dari pesawat tetapi tetap saja di lakukan oleh warga indonesia. Sesampainya di Bojonegoro jepang Belia mendengar kabar bahwa Jepang sudah menduduki Surabaya. Jepang mengambil semua harta warga indonesia contohnya ayam, kambing. Pada saat Jepang sudah menduduki wilayah tersebut saking kejamnya jika ada orang Jepang lewat kita harus menundukkan kepala. Pada saat itu warga indonesia di suruh secara paksa kerja ROMUSHA sampai warga indonesia kurus-kurus dan jika warga Indonesia ingin makan harus antri untuk nasi dan minyak, Jika mau dengan cara yang gampang yaitu dengan cara barter yaitu menukar ayam dengan nasi untuk makanatau barang berharga lainnya.
Jepang membentuk Laskar-laskar yang berisikan warga Indonesia dan dilatih oleh Jepang itu sendiri . Jika bukan karena pelatihan-pelatihan Jepang warga indonesia tidak akan terampil dalam banyak hal. Tetapi banyak warga Indonesia yang memliki ilmu atau pintar banyak di ambil dan di bunuh.Raja-raja banyak di bunuh di daerah Makam Mandor. Pada waktu kota Hirosima dan Nagasaki di bom atom oleh Amerika Indonesia segera memproklamasikan kemerdekaan.tetapi pada waktu itu Indonesia belum seutuhnya 100% merdeka. Masih banyak warga Indonesia yang susah mencari makanan yang layak, warga Indonesia masih banyak yang makan Bulgur (Bulgur adalah makanan hewan Kuda), Singkong di parut. Hal ini terjadi karena masih susahnya di dapatkan beras untuk makanan keseharian. Beliau mengetahui bahwa Soekarno memproklamasikan Indonesia melalui pengumuman-pengumuman yang di umumkan dari radio, Radio pada saat itu masih mahal dan hanya orang-orang kaya saja yang memiliki radio jadi Beliau edengarkannya dari luar rumah saja.
Pada saat Jepang membom surabaya banyak orang yang mati terkena bom di daerah pasar turi dan jembatan merah karena banyak orang yang mati mulai dari ibu-ibu sampai prajurit-prajurit terkena mortir dan karena banyak yang meninggal sampai-sampai darah menggenang di daerah terebut setinggi mata kaki. Peristawa ini di sebut banjir darah yang terjadi pada saat Jepang msk ke Surabaya pada tahun 42. Sebenarnya prajurit-prajurit Indonesia bejuang bukanlah dengan senjata yang canggih tetapi melalui semangat, kemauan merdeka yang tinggi dan Pidato-pidato para pemimpin. Kekalahan Jepang membuat banyak orang Jepang yang di tangkap oleh prajurit-prajurit indonesia dan Laskar-laskar, dan di tahan atu di kurung di kandang-kandang sapi dan kandang-kandang babi. NIKA masuk ke Indonesia dan ingin berpura-pura ingin membantu Indonesia. NIKA masuk ke indonesia menggunakan tentara bayaran yang di namai tentara-tentara gurga. Karana takut oleh prajurit Indonesia tentara-tentara tersebut jika ingin menembak teriak-teriak muslimin-muslimin.
Pada tahun 48 Indonesia mulai tertata dan mulai banyak partai-partai yang berdiri seperti Kahar Mujaka dan lain-lain.Pada tahun sekitar 50-an PKI Muso pecah perang.PKI ini berbasis di madiun.Karena kekejaman tentara PKI ini masyarakat takut untuk tidur di dalam rumah dan akhirnya tidur di teras-teras karena takut akan tentara PKI datang. Akhirnya PKI Muso habis di basmi oleh tentara indonesia tetapi tidak benar-benar habis dan banyak korban di Madiun. Karena belum benar-benar habis, pecah perang lagi G30SPKI, pada saat itu kondisi Soekarno sedang sakit keras dan karena pada saat itu PKI menjadi komunis mereka di bantu oleh Cina yang juga komunis, jadi mereka berkerjasama untuk membunuh Soekarno. Karena pada saat itu Soekarno sedang sakit keras PKI berpura-pura baik dengan cara mengirim tabib dari Cina dan ingin membantu menyembuhkan Soekarno, tetapi Cina dengan diam-diam memberi racun kepada Soekarno dan sakit Soekarno tidak kunjung sembuh. Karena dianggap negara masih rawan dan PKI mengadakan GUDETA yaitu penangkapan jendral-jendral dan di bunuh, maka dari itu Soekarno di gantikan oleh Soeharto. Pada saat itu PKI di pimpin oleh D.N. Aidit. Setelah beralihnya kepemimpinan ke Soeharto PKI di bantai oleh Soeharto, Di Kalimantan Barat Cina-cina yang masuk PKI di tangkap dan banyak orang dalam yang secara diam-diam membantu atau berpihak ke PKI banyak yang di tangkap dan Soeharto menghapus NASAKOM dan semua orang  yang pernah membela atau bergabung dengan PKI atau orang yang berpaham komunis seluruh keturunanya tidak di perbolehkan bersekolah di indonesia



No comments:

Post a Comment