Saturday, 1 June 2013

Tugas Mulok Dahlia Ramya Cahyani XI IPA 4

Arca Siwa dan Ganesha



Siwa (Dewanagari: शिवŚiva) adalah salah satu dari tiga dewa utama (Trimurti) dalam agama Hindu. Kedua dewa lainnya adalah Brahma dan Wisnu. Dalam ajaran agama Hindu, Dewa Siwa adalah dewa pelebur, bertugas melebur segala sesuatu yang sudah usang dan tidak layak berada di dunia fana lagi sehingga harus dikembalikan kepada asalnya.
Umat Hindu, khususnya umat Hindu di India, meyakini bahwa Dewa Siwa memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan karakternya, yakni:
  • Bertangan empat, masing-masing membawa:
    trisula, cemara, tasbih/genitri, kendi
  • Bermata tiga (tri netra)
  • Pada hiasan kepalanya terdapat ardha chandra (bulan sabit)
  • Ikat pinggang dari kulit harimau
  • Hiasan di leher dari ular kobra
  • Kendaraannya lembu Nandini
Oleh umat Hindu Bali, Dewa Siwa dipuja di Pura Dalem, sebagai dewa yang mengembalikan manusia ke unsurnya, menjadi Panca Maha Bhuta. Dalam pengider Dewata Nawa Sanga (Nawa Dewata), Dewa Siwa menempati arah tengah dengan warna panca warna. Ia bersenjata padma dan mengendarai lembu Nandini. Aksara sucinya I dan Ya. Ia dipuja di Pura Besakih.
Dalam tradisi Indonesia lainnya, kadangkala Dewa Siwa disebut dengan nama Batara Guru.

berikut adalah video penjelasan lebih lanjut tentang arca siwa:

Ganesha
Pada arca hindu dikenal istilah antropomorsis, adalah penggambaran manusia setengah binatang. Ganesha merupakan salah satu arca antropomorsis. Ciri khususnya adalah digambarkan sebagai manusia berkepala gajah (setengah gajah).
Ganesha digambarkan dengan bermacam-macam, ada yang duduk, ada yang berdiri, dan kadang digambarkan sedang menari. Jika dalam posisi duduk, ganesha tidak dapat bersila, karena Ganesha selalu digambarkan berperut buncit.

Ganesha memiliki rambut yang disanggul ke atas menyerupai mahkota. Mahkota-nya berbentuk bulan sabit dan di atas bulan sabit ada tengkoraknya yang disebut Ardhacandrakapala, sebagai pertanda bahwa adalah anak Dewa Siwa. Ciri lainnya adalah trinetra, yang hanya dimiliki oleh Siwa dan Ganesha. Telinganya telinga gajah, dengan belalainya. Belalainya selalu menuju ke kiri menghisap madu yang ada di mangkuk pada tangan sebelah kirinya melambangkan karakter kekanak-kanakan dalam diri Ganesha, yang menyatakan bahwa ia adalah seorang anak. Mangkok tersebut kadangkala digambarkan sebagai batok kepala, batok kepala yang dibelah. Simbol yang menggambarkan Ganesha sedang menyerap otak (kepala).  Ganesha disebut dewa ilmu pengetahuan karena ganesha digambarkan sedang menyerap otak, dimana otak digambarkan sebagai sumber asal akal manusia yang merupakan sumber ilmu pengetahuan.

Ganesha memiliki 4 tangan atau disebut juga catur biuja. Hal inilah yang membedakan manusia dengan dewa. Dari keempat tangan, tangan yang di depan sebelah kanan membawa gading yang patah (ekadanta). Ada juga arca yang digambarkan utuh dan ada juga yang digambarkan patah. Patahan gading itu dapat digunakan ganesha untuk membunuh musuhnya.

Tangan sebelah kanan belakang membawa tasbih, sementara tangan kiri belakang membawa kapak. Sebagaimana penggambaran arca dewa lainnya, arca patung Ganesha memiliki lingkaran suci atau cahaya di belakang kepalanya, dalam bahasa sansekerta disebut Sirascakra (sira berarti kepala, cakra berarti roda atau lingkaran). Namun demikian arca Ganesha ada yang digambarkan dengan sandaran dan tanpa sandaran. Bila ditempatkan di tengah relung candi biasanya tidak memiliki sandaran. Ganesha juga memiliki tali kasta atau Upawita ular, selain itu juga dilengkapi dengan kalung, kelat bahu, gelang tangan dan gelang kaki.

Arca Ganesha lainnya digambarkan sedang berdiri dan mengangkat satu kakinya. Itu adalah Ganesha yang digambarkan sedang menari, oleh karena itu disebut juga raja tari. Ayahnya, Dewa Siwa sebenarnya yang disebut raja tari. Tarian Ganesha bisa dibilang tarian jenaka, karena badannya yang gemuk. Ganesha banyak disukai karena tingkah lakunya yang jenaka.
Ganesha juga dikenal sebagai dewa penghalau bahaya atau pengusir rintangan. Selain itu Ganesha juga disebut ganapatya, pemimpin para gana, murid-murid Dewa Siwa. Ganesha dianggap sebagai panglima tinggi diantara jajaran ketentaraan Dewa Siwa. Karena itu Ganesha juga dikenal juga sebagai dewa perang. Wahana atau kendaraan Ganesha adalah tikus.

berikut ini adalah video penjelasan tentang arca ganesha:

No comments:

Post a Comment