Sunday, 23 June 2013

Wawancara Nenek "Re-Post"

-->
Tugas sejarah Wawancara
Description: Macintosh HD:Users:HarisSaleh:Downloads:DSC_0269.jpgNama : Saminah Saleh
Kelamin : Wanita
Umur : 70
Jasa untuk Negara di orde lama : Guru Agama Dari Departemen Agama
Wawancara dilakukan pada tanggal 30 May 2013 di jl.bintaro jaya sector 9, kebayoran residence.

Saya mengambil nara sumber dari nenek saya yang bernama  Saminah Saleh.beliau berkelahiran di makasar pada tahun 1943.beliau merupakan tante dari ayah saya dan adik dari kakek saya.beliau mempunyai 4 saudara.1 laki – laki dan sisanya perempuan.Beliau adalah guru agama yang berasal dari perguruan agama yang di dirikan oleh departemen agama pada orde lama dan sekolah tersebut di bangun bertujuan sebagai guru agama di sekolah agama yang di bangun oleh pemerintah agama.Nenek saya ditugaskan di makasar sebagai guru agama oleh pemerintah sekaligus kuliah mengambil jurusan bahasa arab yang dibiayai oleh pemerintah.beliau sempat diangkat menjadi ibu asramah di asrama puteri di makasar.awal mula nenek saya berhubungan dengan departemen agama karena dahulu saat dia ingin masuk sekolah dasar,nenek meminta kepada nenek buyut untuk dimasukan ke sekolah madrasah agama.kebetulan sekolah tersebut milik pemerintah dan sekolah tersebut bertujuan untuk menjadikan siswa-siswi yang berkerja di sekolah tersebut menjadi guru.sekolah tersebut tidak hanya untuk sekolah dasar saja.ada sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.akan tetapi nenek saya ingin melanjutkan kuliah bahasa arab karena dia ingin memantapkan bahasa arab dan ilmu fiqih yang nenek miliki.akan tetapi tiba – tiba datanglah Surat Kerja dari pemerintah pendidikan agama.Tugas Kerja tersebut menunjukkan bahwa nenek saya diperintahkan untuk menjadi guru agama di sekolah madrasah di makasar.karena tugas kerja dari pemerintah maka nenek saya menerima dengan ikhlas.awal dia mengajarpun pada umur 18 tahun karea saat itu iya baru lulus sekolah menengah atas pada umur 17 tahun.beliau mengajar sekaligus kuliah untuk memenuhi kebutuhan dan menambah ilmu fiqihnya.awal nenek saya tidak tegang ataupun merasa canggung karena dia sudah di latih menjadi guru.nenek saya menjadi guru di nakasar sampai tahun 1960-an.nenek saya pindah ke Jakarta karena kakaknya nenek saya yang laki – laki ingin berkerja di Jakarta karena dia juga salah satu pegawai negri negara yang sekarang sudah tiada.nenek saya melanjutkan mengajarnya di Jakarta di cawang daerah polonia yang juga di berikan tugas kerja oleh pemerintah pendidikan agama.nenek ditugaskan di madrasah polonia oleh departemen pendidikan agama karena tempat tersebut lebih dekat dari rumah nenek saya dan kebetulan tempat tersebut juga milik pemerintah pendidikan agama.nenek saya juga menjadi ibu asramah di daerah Jakarta untuk wanita.om – om dan kakak saya juga dahulu pada saat taman kanak – kanak dan sekolah dasar diajarkan oleh nenek saya.karena kakaknya nenek saya ingin satu keluarga satu sekolah biar gampang.akan tetapi mereka semua berakhiran berbeda sekolah pada saat memasuki sekolah menengah pertama.neneksaya juga menjadi guru untuk om – om dan ayah saya.nenek saya juga sempat di beri penghargaan oleh pemerintah departemen pendidikan agama sebagai wanita yang menjadi guru terbaik di madrasah Jakarta dan makasar karena dia rajin dan giat menjadi guru agama dan juga giat mencari ilmu untuk menambah ilmu fiqih yang dimilikinya dengan bantuan pemerintah.nenek saya di beri tunjangan hidup oleh pemerintah  departemen pendidikan agama saat ini karena telah berjasa demi negara.

Pada saat nenek saya baru diberi tugas surat kerja sebagai guru agama di madrasah di makasar,mentri departemen pendidikan agama tersebut adalah alam syah.nenek saya tahu sebagian auto biografi tentang alamsjah.

Pangkat kemiliteran terakhir alamsjah sebelum menjadi anggota kabinet sebagai Sekretaris Negara adalah Letnan Jenderal. Alamsyah juga pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Belanda pada tahun 1972-1974. Setelah itu Alamsyah diangkat menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Pada tahun 1989-1991 karena menderita penyakit jantung koroner, Alamsyah berangkat ke Singapura untuk menjalani operasi .diselenggarakannya KTT Non-Blok di Indonesia pada tahun 1992, Alamsyah diangkat menjadi Duta Besar Keliling Non-Blok untuk urusan Timur Tengah (1992-1995). Setelah pensiun dari pemerintahan, Alamsyah memimpin perusahan yang bernama Perwira Penanggan Ratu.

Pada saat itu nenek saya ditugaskan oleh beliau untuk mengajar.dan beliau juga ternyata mengenal kakak dari nenek saya.kata nenek saya dahulu kakak dari nenek saya pernah membantu beliau dalam bidang kerjanya.sayangnya nenek saya lupa apa yang telah di bantu oleh kakak dari nenek saya.akan tetapi beliau sangat mengingat jasa kakak dari nenek saya sampai – sampai beliau juga sempat membantu biaya penyekolahan  dasar ayah saya.

Nenek juga bercerita tentang kakaknya yang juga sebagai pegawai negri negara kantoran.sebenarnya kakak dari nenek saya itu adalah ayah kandung dari ayah saya.jadi dia adalah kakek kandung saya.kakek saya dahulu juga pernah ditugaskan di luar negri karena mendapatkan Tugas Surat Kerja untuk tugas ke luar kota.beliau di tugaskan ke kota bandung untuk pelatihan selama 1 bulan.

Pada saat kepresidenan soeharto , nenek saya sedang pindah rumah sendirian di pondok pucung karena nenek saya ingin mempunyai rumah sendiri dengan usaha yang dia kerjakan sendiri dan merasa lebih nyaman.nenek saya punya tetangga yang tidak terlalu dekat dengannya bahkan hanya tahu muka saja karena nenek saya lupa siaoa nama pria tetangga tersebut.duatu hari tetangga nenek saya tidak pernah kelihatan,nenek saya tidak terlalu memperhatikan.suatu hari nenek saya mendengar kabar bahwa tetangganya nenek saya menghilang secara misterius.ya nenek saya hanya waspada dan dia berbicara dengan teman – temannya yang juga guru yang ditugaskan oleh mentri pendidikan agama.nenek saya bertanya – Tanya apakah ini akan membahayakan nenek saya juga?kabar baiknya adalah nenek saya selamat – selamat saja.


No comments:

Post a Comment